{"id":22713,"date":"2026-07-30T02:38:19","date_gmt":"2026-07-30T02:38:19","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22713"},"modified":"2026-07-30T02:38:19","modified_gmt":"2026-07-30T02:38:19","slug":"serunya-festival-tenun-di-desa-wisata-sukarare-lombok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22713","title":{"rendered":"Serunya Festival Tenun di Desa Wisata Sukarare Lombok"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat menggelar Festival kerajinan tenun Sasak pada Sabtu (8\/7\/2023)&nbsp;yang berlangsung di Desa wisata Sukarare, Kecamatan Jonggat, Praya, Lombok Tengah NTB.<\/p>\n<p>Festival tenun ini di desa wisata Sukarare ditargetkan memecahkan rekor MURI tersebut diikuti 2.023 penenun yang melakukan proses penenunan kain tradisional Sasak Lombok.<\/p>\n<p>Dalam festival ini para penenun secara bersama-sama menenun kain tradisional Sasak di desa wisata Sukarare.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241739789\/renny-djayusman-sempat-diremehkan-di-persiapan-ande-ande-lumutan\">Baca: Renny Djayusman terlibat pementasan teater bersama anak jalanan<\/a><\/p>\n<p>Festival ini untuk mengenalkan kain tenun, melestarikan budaya menenun, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata tenun Sukarare<\/p>\n<p>Desa Wisata Sukarare memang dikenal dengan kerajinan kain tenun khasnya. Kain tenun ini lebih dikenal masyarakat luas dengan nama kain Songket. Kain tenun ini biasa dibuat&nbsp;kaum perempuan di desa wisata Sukarare.<\/p>\n<p>Sedari dini, anak-anak perempuan di desa wisata Sukarare sudah diajari untuk bisa menenun kain. Sehingga bisa dipastikan, hampir semua perempuan di desa wisata Sukarare bisa menenun kain Songket.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241734957\/aktor-senior-dan-anak-jalanan-ramaikan-drama-musikal-ande-ande-lumutan\">Baca: Pementasan Ande Ande Lumutan<\/a><\/p>\n<p>Kain-kain hasil menenun selain digunakan untuk keperluan pribadi juga dijual kepada para wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Sukarare ini.&nbsp;<\/p>\n<p>Kain tenun buatan penduduk Desa Sukarare memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki kain lainnya.<\/p>\n<p>Motif yang otentik inilah yang menjadikan kain ini begitu dikenal masyarakat luas di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24870497\/musisi-tanah-air-ditantang-bikin-konser-ramah-lingkungan-ala-coldplay\">Baca: Musisi tanah air ditantang bikin konser ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Motif rumah adat, motif tokek, motif lumbung adalah beberapa motif khas yang biasa dibuat dalam pembuatan kain tenun.<\/p>\n<p>Berbeda dengan desa wisata Sade yang khas dengan kehidupan masyarakat suku Sasaknya, di desa wisata Sukarare ini wisatawan akan diperkenalkan dengan industri kain tenun khas masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Kita bisa melihat langsung proses pembuatan kain tenun tersebut yang dilakukan oleh kaum perempuan penduduk Desa Sukarare.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat menggelar Festival kerajinan tenun Sasak pada Sabtu (8\/7\/2023)&nbsp;yang berlangsung di Desa wisata Sukarare, Kecamatan Jonggat, Praya, Lombok Tengah NTB. Festival tenun ini di desa wisata Sukarare ditargetkan memecahkan rekor MURI tersebut diikuti 2.023 penenun yang melakukan proses penenunan kain tradisional Sasak Lombok. Dalam festival ini para penenun secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22714,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[135,5802],"class_list":["post-22713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-desa-wisata","tag-festival-tenun"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22713\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}