{"id":22741,"date":"2026-07-30T02:38:36","date_gmt":"2026-07-30T02:38:36","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22741"},"modified":"2026-07-30T02:38:36","modified_gmt":"2026-07-30T02:38:36","slug":"panen-jagung-di-food-estate-keerom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22741","title":{"rendered":"Panen Jagung di Food Estate Keerom"},"content":{"rendered":"<div id=\"gallery\">\n<div class=\"gallery-single\">\n<div class=\"single-image\">\n<div class=\"flex-caption\">\n<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong>&#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi),&nbsp;Kamis (6\/7\/2023) meninjau langsung ladang jagung yang ada di kawasan&nbsp;<em>food estate<\/em>, Desa Wambes, Kecamatan Mannem, Kabupaten Keerom, Papua.<\/p>\n<p>Panen perdana di food estate Keerom tersebut menghasilkan 7 ton per hektarnya melebihi standar nasional yakni 5,6 ton per hektare, sehingga dapat memenuhi kebutuhan jagung nasional khususnya Indonesia Timur.<\/p>\n<p>Namun, berdasarkan peninjauannya, Jokowi melihat ada beberapa hal yang bisa diperbaiki agar hasil panen di kawasan food estate Keerom ini bisa lebih maksimal.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini adalah jagung yang kita tanam 3 bulan yang lalu, tepatnya 107 hari yang lalu kita ke sini, kita tanam, dan hasilnya ini. Memang ada yang sudah bagus-bagus, gede-gede, tapi juga ada yang masih [kecil] karena terlalu banyak air,&#8221; ujar Jokowi usai peninjauan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241030574\/petani-pisang-kepok-di-kaltim-sukses-penuhi-permintaan-ekspor-dari-singapura\">Baca: Perjuangan petani pisang kepok di Kaltim<\/a><\/p>\n<p>Jokowi menambahkan dari evaluasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Bupati Keerom dan petani disimpulkan bahwa parit yang ada di food estate Keerom ini terlalu besar.<\/p>\n<p>Sehingga diharapkan dalam waktu dekat ukuran paritnya harus lebih dikecilkan jaraknya dari 12 jadi 5 atau 6 meter.<\/p>\n<p>Namun, Jokowi mengakui hal tersebut merupakan hal yang wajar karena ladang yang menjadi bagian dari food estate di Papua tersebut baru pertama kali digunakan dan diolah untuk menanam jagung.<\/p>\n<p>Meski demikian, ladang jagung tersebut diperkirakan dapat menghasilkan panen jagung melebihi standar nasional.<span id=\"more-278550\"><\/span><\/p>\n<p>&ldquo;Kira-kira [hasilnya] 7 ton per hektarenya, karena standar nasionalnya 5,6 ton per hektare, ini sudah 7 [ton] karena memang saya melihat tanahnya sangat subur tapi airnya perlu dikelola dengan baik,&rdquo; ungkap Jokowi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24684095\/penjelasan-mengapa-pupuk-kandang-lebih-baik-untuk-lingkungan\">Baca: Pupuk kandang lebih disarankan ketimbang pupuk kimia<\/a><\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyebut bahwa harga jual dari panen jagung di kawasan food estate Keerom tersebut cukup tinggi, yakni berkisar Rp5.000-6.000 per kilogram.<\/p>\n<p>Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga pokok produksi (HPP).<\/p>\n<p>Menurut Jokowi, harga jagung sebesar itu dapat memberikan keuntungan besar bagi petani yang menggarap di food estate Keerom.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya kira sudah untungnya gede. Artinya kalau 7 ton per hektare kali Rp6 ribu berarti sudah Rp42 [juta] per hektare. Hati-hati. Kalau kita punya 1.000 [hektare] berarti Rp42 miliar, gede banget untuk hanya 3 bulan atau 100 hari,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241636329\/inovasi-biotron-bantu-petani-atasi-kelangkaan-pupuk-kimia\">Baca: Inovai Biotron bantu atasi kelangkaan pupuk kimia<\/a><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Jokowi menyebut bahwa jika produktivitasnya tinggi, lahan jagung tersebut diharapkan bisa untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional, khususnya Indonesia Timur.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini untuk Indonesia timur nanti kalau memang ini sudah betul karena produktivitasnya tinggi di atas 7 ton, misalnya masyarakat akan berbondong-bondong pasti akan mau ke sini,&rdquo; tutur Presiden.<\/p>\n<p>Jokowi berjanji akan kembali berkunjung ke Kabupaten Keerom dalam tiga bulan mendatang.<\/p>\n<p>Ia berharap hasil panen berikutnya dari ladang jagung di food estate Keerom&nbsp; tersebut akan memberikan hasil yang baik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241566574\/pemilu-2024-pilih-pemimpin-yang-punya-komitmen-terhadap-perlindungan-lingkungan\">Baca: Pemilu 2024, pemilih diajak memilih pemimpin yang pro lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kalau ini nanti saya cek dari jauh bagus, untuk yang 45 hektare nanti bagus, berarti 3 bulan lagi saya ke sini lagi untuk panen,&rdquo; ucap Presiden.<\/p>\n<p>Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan tersebut adalah&nbsp; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi\/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, Plh. Gubernur Papua Ridwan Rumasukun, dan Bupati Keerom Piter Gusbager.&nbsp;<\/p>\n<p> Sumber: Setkab.&nbsp;<\/p><\/div>\n<div class=\"flex-caption\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"flex-caption\">&nbsp;<\/div>\n<div class=\"flex-caption\">&nbsp;<\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"next-prev\">&nbsp;<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div id=\"thumb_list\" class=\"row thumb_list\">&nbsp;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi),&nbsp;Kamis (6\/7\/2023) meninjau langsung ladang jagung yang ada di kawasan&nbsp;food estate, Desa Wambes, Kecamatan Mannem, Kabupaten Keerom, Papua. Panen perdana di food estate Keerom tersebut menghasilkan 7 ton per hektarnya melebihi standar nasional yakni 5,6 ton per hektare, sehingga dapat memenuhi kebutuhan jagung nasional khususnya Indonesia Timur. Namun, berdasarkan peninjauannya, Jokowi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22742,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1016,5811,1029,5812],"class_list":["post-22741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-food-estate","tag-jagung","tag-jokowi","tag-keerom"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22741"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22741\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}