{"id":22783,"date":"2026-07-30T02:38:50","date_gmt":"2026-07-30T02:38:50","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22783"},"modified":"2026-07-30T02:38:50","modified_gmt":"2026-07-30T02:38:50","slug":"komitmen-ri-penuhi-deklarasi-glasgow-soal-penurunan-penebangan-hutan-diacungi-jempol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22783","title":{"rendered":"Komitmen RI Penuhi Deklarasi Glasgow Soal Penurunan Penebangan Hutan Diacungi Jempol"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam sebuah momen penting pada pertemuan iklim COP26 pada 2021, lebih dari 100 pemimpin dunia menandatangani Deklarasi Glasgow tentang hutan.<\/p>\n<p>Lewat Deklarasi Glasgow ini, para kepala negara berkomitmen untuk bekerja sama &#8220;menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan dan degradasi lahan pada 2030&#8221;.<\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Secara total, para pemimpin dari negara-negara yang mencakup sekitar 85% hutan di dunia mendukung isi Deklarasi Glasgow.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Termasuk mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang melonggarkan penegakan hukum untuk memungkinkan pembangunan di hutan hujan Amazon.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Deklarasi Glasgow disepakati setelah perjanjian sebelumnya, yang ditandatangani pada 2014, gagal membendung hilangnya pohon tanpa henti.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241225326\/studi-emisi-gas-rumah-kaca-mencapai-titik-tertinggi\">Baca: Riset tunjukkan emisi gas rumah kaca capai rekor tertinggi<\/a><\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Sekarang analisis baru oleh Global Forest Watch menunjukkan bahwa janji baru yang dibuat di Glasgow atau Deklarasi Glasgow ini tidak ditepati.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Hilangnya hutan primer tropis dipandang sangat penting bagi pemanasan global dan keanekaragaman hayati.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Hutan hujan di Brasil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia, menyerap gas rumah kaca dalam jumlah besar.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Menebang atau membakar hutan yang lebih tua di negara-negara itu menyebabkan karbon yang tersimpan dilepaskan ke atmosfer, menaikkan suhu di seluruh dunia.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Hutan-hutan ini juga penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mata pencaharian jutaan orang.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24635020\/dpr-harus-ada-insentif-untuk-daerah-agar-mau-merawat-lingkungan-penghasil-oksigen\">Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil Oksigen<\/a><\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Para ilmuwan memperingatkan &#8220;jasa ekosistem&#8221; hutan-hutan itu tidak dapat dengan mudah digantikan dengan menanam pohon di tempat lain karena hutan-hutan itu telah terbentuk dalam jangka waktu yang lama.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Menurut data baru, yang dikumpulkan oleh University of Maryland, daerah tropis kehilangan 10% lebih banyak hutan hujan primer pada 2022, dibandingkan 2021.&nbsp;<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Total, luas hutan hujan primer yang musnah mencapai lebih dari 4 juta hektare (hampir 16.000 mil persegi) karena ditebang atau dibakar.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Ini melepaskan sejumlah karbon dioksida atau CO2 yang setara dengan emisi bahan bakar fosil tahunan India.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&#8220;Pertanyaannya adalah, apakah kita berada di jalur yang tepat untuk menghentikan deforestasi pada 2030? Dan jawaban singkatnya adalah tidak,&#8221; kata Rod Taylor dari World Resources Institute (WRI) yang menjalankan Global Forest Watch.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241566574\/pemilu-2024-pilih-pemimpin-yang-punya-komitmen-terhadap-perlindungan-lingkungan\">Baca: Indonesia termasuk salah satu negara dengan hutan terluas di dunia<\/a><\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&#8220;Secara global, kita berada jauh dari jalur dan mengarah ke arah yang salah. Analisis kami menunjukkan deforestasi global pada 2022 mencapai lebih dari satu juta hektar di atas tingkat yang diperlukan untuk mencapai deforestasi nol pada 2030.&#8221;<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Brasil mendominasi hilangnya hutan tropis primer dan pada 2022 ini meningkat lebih dari 14%.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Di negara bagian Amazonas, yang merupakan rumah bagi lebih dari separuh hutan utuh Brasil, laju deforestasi meningkat hampir dua kali lipat selama tiga tahun terakhir.<\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Jumlah pengurangan hutan primer di Indonesia berhasil diturunkan dalam beberapa tahun terakhir, sejak mencatat rekor tertingginya pada 2016.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Angka penurunannya lebih tinggi dibandingkan negara lain. Analisis menunjukkan keberhasilan ini tergantung pada tindakan pemerintah dan perusahaan.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241411117\/klhk-sebut-laju-deforestasi-di-indonesia-terus-menurun\">Baca: KLHK sebut deforestasi di Indonesia terus menurun<\/a><\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Moratorium penebangan di perkebunan kelapa sawit baru dibuat permanen pada 2019, sementara upaya untuk memantau dan membatasi kebakaran telah ditingkatkan.<\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Cerita serupa terjadi di Malaysia. Di negara tetangga Indonesia itu, perusahaan kelapa sawit juga tampaknya mengambil tindakan, dengan sekitar 83% dari kapasitas penyulingan minyak sawit sekarang beroperasi tanpa deforestasi, tanpa lahan gambut, dan tanpa komitmen eksploitasi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Bolivia, salah satu dari sedikit negara yang tidak menandatangani Deklarasi Glasgow, juga mengalami percepatan laju deforestasi pada 2022, naik hampir sepertiga dalam setahun.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Pertanian komoditas adalah pendorong utama, menurut para peneliti. Ekspansi kedelai menyebabkan hampir satu juta hektar deforestasi di Bolivia sejak pergantian abad.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Meskipun Ghana di Afrika Barat hanya memiliki sedikit hutan primer yang tersisa, tetapi terjadi peningkatan kerugian sebesar 71% pada 2022, sebagian besar di kawasan lindung. Beberapa kerugian ini dekat dengan perkebunan kakao yang masih ada.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241708023\/gelombang-panas-mengakibatkan-ratusan-orang-meninggal-pbb-ingatkan-2023-2027-jadi-periode-terhangat\">Baca: El Nino dan Emisi GRK akibatkan Bumi bakal menghangat pada 2023-2027<\/a><\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Dengan komitmen presiden baru Brasil untuk mengakhiri deforestasi di Amazon pada 2030, ada harapan baru bahwa janji yang dibuat di Glasgow pada 2021 akan lebih baik di tahun-tahun mendatang.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Namun, jika dunia ingin menjaga suhu global di bawah ambang kritis 1,5 derajat Celsius, waktu untuk bertindak terhadap hutan memang sangat singkat, kata para peneliti.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&#8220;Ada urgensi untuk mencapai puncak dan penurunan deforestasi, bahkan lebih mendesak daripada puncak dan penurunan emisi karbon,&#8221; kata Rod Taylor dari WRI.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&#8220;Karena begitu Anda kehilangan hutan, akan jauh lebih sulit untuk memulihkannya. Ini semacam aset yang tidak dapat dipulihkan.&#8221;<\/p>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Hilangnya tutupan pohon dapat dipantau dengan relatif mudah dengan menganalisis citra satelit &#8211; meskipun kadang-kadang ada ketidakpastian mengenai tahun pasti hilangnya pohon.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24560301\/who-polusi-udara-sebabkan-7-juta-kematian-dini-di-seluruh-dunia\">Baca: Polusi akibatkan 7 juta kematian dini per tahun<\/a><\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Mengukur deforestasi &#8211; yang biasanya merujuk pada penghilangan permanen tutupan hutan alam yang disebabkan oleh manusia &#8211; lebih rumit karena tidak semua kehilangan tutupan pohon dihitung sebagai deforestasi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Misalnya, kerugian akibat kebakaran, penyakit atau badai, serta kerugian dalam hutan produksi lestari, biasanya tidak dihitung sebagai deforestasi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Ada kesulitan dalam hal ini &#8211; misalnya, beberapa kebakaran mungkin dimulai dengan sengaja untuk membuka hutan, bukan secara alami.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Para ilmuwan mencoba memperhitungkan semua faktor ini untuk menghasilkan perkiraan deforestasi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Angka-angka terbaru menunjukkan peningkatan deforestasi global (yang disebabkan oleh manusia) sekitar 3,6% pada 2022, dibandingkan tahun 2021 &#8211; arah yang berlawanan dengan apa yang dijanjikan di Deklarasi Glasgow.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24687192\/negara-miskin-paling-merasakan-dampak-perubahan-iklim-siapa-yang-harus-bertanggung-jawab\">Baca: Negara miskin paling merasakan dampak perubahan iklim<\/a><\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Menariknya, sementara hilangnya hutan tropis primer yang sangat penting meningkat hampir 10% pada 2022, secara keseluruhan kehilangan tutupan pohon global dari semua penyebab justru turun hampir 10%.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Namun, para peneliti mengatakan ini karena kerugian akibat kebakaran hutan turun pada 2022, khususnya di Rusia. Ini tidak dianggap sebagai bagian dari tren jangka panjang.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"bbc-19j92fr ebmt73l0\" dir=\"ltr\">\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\">Faktanya, kehilangan tutupan pohon akibat kebakaran umumnya meningkat dalam dua dekade terakhir, dan kebakaran diperkirakan akan menjadi lebih umum di masa mendatang karena perubahan iklim dan perubahan cara penggunaan lahan.<\/p>\n<p class=\"bbc-1y32vyc e17g058b0\" dir=\"ltr\"><strong>Sumber: BBC News Climate &amp; Science, penulis&nbsp;Matt McGrath &amp; Mark Poynting<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam sebuah momen penting pada pertemuan iklim COP26 pada 2021, lebih dari 100 pemimpin dunia menandatangani Deklarasi Glasgow tentang hutan. Lewat Deklarasi Glasgow ini, para kepala negara berkomitmen untuk bekerja sama &#8220;menghentikan dan membalikkan hilangnya hutan dan degradasi lahan pada 2030&#8221;. Secara total, para pemimpin dari negara-negara yang mencakup sekitar 85% hutan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5826,95],"class_list":["post-22783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-deklarasi-glasgow","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22783\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}