{"id":22832,"date":"2026-07-30T02:39:27","date_gmt":"2026-07-30T02:39:27","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22832"},"modified":"2026-07-30T02:39:27","modified_gmt":"2026-07-30T02:39:27","slug":"wukuf-di-padang-arafah-tentang-penyerahan-diri-yang-menjadi-inti-ibadah-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22832","title":{"rendered":"Wukuf di Padang Arafah, Tentang Penyerahan Diri yang Menjadi Inti Ibadah Haji"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p>Foto: travelumrohhajiku<\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pada Selasa (27\/6\/2023) jemaah haji dari seluruh dunia termasuk jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan prosesi wukuf di Arafah.<\/p>\n<p>Wukuf sebagai puncak ibadah haji dimulai setelah tergelincirnya matahari (waktu Zhuhur) pada 9 Dzulhijjah. Di hari itu, sekitar 2,5 juta umat Islam di dunia berkumpul di padang Arafah, tanpa memandang kelas.&nbsp;<\/p>\n<p>Pakaian ihram warna putih yang dikenakan jutaan jemaah haji yang sedang melakukan wukuf itu melambangkan kezuhudan dan penyerahan diri sedalam-dalamnya kepada sang pencipta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tak sekadar berdiam diri di padang Arafah, wukuf memiliki makna yang mendalam.&nbsp;Rasulullah saw. menyebut wukuf adalah inti ibadah haji.<\/p>\n<p>&ldquo;Haji itu adalah Wukuf di Padang Arafah&rdquo;, tanpa dengannya, haji tidak sah, sebagaimana sabda Nabi dalam sebuah hadis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24870776\/ibadah-haji-sudah-ada-sebelum-islam-berkembang-seperti-ini-sejarahnya\">Baca: Ibadah haji sudah ada jauh sebelum Islam berkembang<\/a><\/p>\n<p>Kata&nbsp;<em>wukuf&nbsp;<\/em>berasal dari kata Arab &ldquo;<em>wuquf<\/em>&rdquo; dengan akar kata&nbsp;<em>waqafa&nbsp;<\/em>berarti&nbsp;berhenti.&nbsp;Sedang kata&nbsp;&lsquo;arafah&nbsp;berarti naik-mengenali.<\/p>\n<p>Pesan moralnya mengajarkan manusia untuk sejenak meninggalkan aktivitas dunianya selama beberapa jam, yakni berhenti dari kegiatan apapun agar bisa melakukan perenungan jati diri.<\/p>\n<p>Dari makna bahasa ini dapat diperoleh suatu hikmah, bahwa Wukuf di Padang &lsquo;Arafah, pada hakekatnya, adalah suatu usaha di mana secara fisik, tubuh jemaah haji berhenti di Padang &lsquo;Arafah, lalu jiwa-spiritual mereka naik menemui Allah swt.<\/p>\n<p>Itulah hakekat wukuf di Padang &lsquo;Arafah. Wukuf di Padang &lsquo;Arafah ini memberikan rasa keharuan dan menyadarkan mereka akan&nbsp;<em>yaumul mahsyar<\/em>, yang ketika itu, manusia diminta untuk mempertanggung-jawabkan atas segala yang telah dikerjakannya selama di dunia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24565654\/sering-terjadi-perbedaan-penentuan-1-syawal-adakah-jalan-tengahnya\">Baca: Mengapa umat Islam sering berbeda dalam menentukan tanggal&nbsp;<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Di Padang &lsquo;Arafah itu, manusia menyadari dengan sesungguhnya akan betapa kecilnya dia dan betapa agungnya Allah, serta dirasakannya bahwa semua manusia sama dan sederajat di mata Allah.<\/p>\n<p>Sama-sama berpakaian putih-putih, memuji, berdoa, sambil mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan semesta alam. Seperti seharusnya manusia memandang manusia lain.<\/p>\n<p>Padang Arafah merupakan tempat yang amat penting dan bersejarah bagi umat Islam. Wukuf di &lsquo;Arafah menjadi inti (<em>Core<\/em>) dari seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah Haji.<\/p>\n<p>Nabi Muhammad&nbsp; saw. sendiri pernah menegaskan, &ldquo;<em>al-Hajj &lsquo;Arafah<\/em>&rdquo; (<em>Haji adalah &lsquo;Arafah<\/em>) yang lengkapnya, seperti hadis tersebut di atas.<\/p>\n<p>Pernyataan Nabi Muhammad saw. ini, agaknya tidak hanya dimaksudkan untuk untuk menunjukkan pentingnya wukuf di Padang &lsquo;Arafah semata, seperti umumnya dipahami oleh para ahli hukum Islam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24688893\/mengenal-ritual-thudong-para-bhante-berjalan-ribuan-kilometer-ke-candi-borobudur\">Baca: Mengenal thudong, tradisi ziarah umat Budha ke Borobudur<\/a><\/p>\n<p>Sepertinya ada maksud lain yang ingin beliau sampaikan lewat pernyataannya tersebut.<\/p>\n<p>Yakni harapan agar kaum muslimin menyimak dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh &ldquo;Deklarasi &lsquo;Arafah&rdquo;, yaitu khutbah Nabi Muhammad saw. yang disampaikan kepada para&nbsp;<em>hujjaj&nbsp;<\/em>di Padang &lsquo;Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah Tahun ke-10 Hijrah.<\/p>\n<p>Dalam khutbah tersebut, Nabi Muhammad saw. mengajak manusia ke jalan Allah swt., dan menyeru mereka agar menghormati hak-hak suci sesama manusia baik laki-laki maupun perempuan.<\/p>\n<p>Dalam khutbah tersebut, Nabi Muhammad saw., antara lain, menegaskan &ldquo;<em>Sesungguhnya darahmu, harta bendamu, dan kehormatanmu adalah suci atas kamu seperti sucinya hari (haji)mu ini, dalam bulanmu (bulan suci Dzulhijjah) ini dan di negerimu (tanah suci) ini<\/em>&rdquo; (Lihat Kitab Shahih Muslim bi Syarh al-Nawawi, 8?182).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241066695\/salon-sapi-tradisi-unik-di-kota-blitar-jelang-hari-raya-idul-adha\">Baca: Salon sapi marak jelang hari raya Idul Adha<\/a><\/p>\n<p>Khutbah &lsquo;Arafah sangat menekankan pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang harus dijaga dan dihormati.<\/p>\n<p>Pesan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur&rsquo;an yang menegaskan bahwa setiap pribadi (individu) manusia harus dihormati hak-haknya, karena setiap pribadi itu mempunyai nilai-nilai kemanusiaan sejagat (universal), sebagaimana tersurat dalam QS al-Ma&rsquo;idah\/05:32.<\/p>\n<p>Pesan-pesan yang disampaikan Nabi Muhammad saw. dalam khutbah &lsquo;Arafah tersebut, sebagian di antaranya, kini dikenal sebagai Hak-hak Asasi Manusia (HAM).<\/p>\n<p>Untuk itu, khutbah &lsquo;Arafah dapat disebut dengan nama &ldquo;<em>Deklarasi &lsquo;Arafah<\/em>&rdquo;, karena termasuk salah satu deklarasi menganai HAM itu sendiri. Sebagai deklarasi, khutbah &lsquo;Arafah, tentu mendahului semua deklarasi tentang HAM yang pernah dikenal di dunia Barat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/24560519\/makna-tradisi-mudik-lebaran-tak-sekadar-sungkeman\">Baca: Makna mudik tak sekadar sungkeman<\/a><\/p>\n<p>Islam, seperti pernah diutarakan oleh filosof Muslim Prancis, Roger Graudy, memang memiliki pandangan dan visi yang mengagumkan mengenai HAM.<\/p>\n<p>Akan tetapi sayang, lanjut Graudy, pandangan ini kadang dirusak oleh berbagai deviasi dan penyimpangan yang terjadi dalam sejarah Islam.<\/p>\n<p>Penyimpangan itu terjadi baik dalam bentuk despotisme politik maupun dalam bentuk pemahaman yang rigid dan dangkal terhadap sumber-sumber Islam, terutama al-Qur&rsquo;an dan al-Sunnah Rasulullah saw. (<em>Human Rights and Islam<\/em>, h.46-60).<\/p>\n<p>Ironis, bila umat Islam yang memiliki ajaran yang begitu memuliakan HAM seperti disebut dalam deklarasi &lsquo;Arafah, kini justru diidentifikasi sebagai umat yang paling banyak melakukan pelanggaran HAM.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24571410\/separuh-dari-sekitar-6000-bahasa-di-dunia-terancam-punah\">Baca: Separuh dari 6000 bahasa di dunia terancam punah<\/a><\/p>\n<p>Umat Islam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai HAM sebagai bagian tak terpisahkan dari realisasi dan pengalaman ajaran agama Islam.<\/p>\n<p>Barangkali inilah makna dari imbauan Nabi Muhammad saw., yang diutarakan secara berulang-ulang pada sela-sela khutbahnya di Padang &lsquo;Arafah itu.<\/p>\n<p>Sabdanya, &ldquo;<em>Ala Falyuballigh al-Syahid Minkum al-Ghaib<\/em>&rdquo; (Ingat! Hendaklah orang yang hadir di antara kamu menyampaikan &ldquo;Deklarasi &lsquo;Arafah&rdquo; ini kepada yang tidak hadir).<\/p>\n<p>Sumber:&nbsp;https:\/\/uin-alauddin.ac.id\/tulisan\/detail\/WUKUF-DI-PADANG-ARAFAH<\/p>\n<h2>&nbsp;<\/h2>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: travelumrohhajiku 7cloud.asia &#8211; Pada Selasa (27\/6\/2023) jemaah haji dari seluruh dunia termasuk jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan prosesi wukuf di Arafah. Wukuf sebagai puncak ibadah haji dimulai setelah tergelincirnya matahari (waktu Zhuhur) pada 9 Dzulhijjah. Di hari itu, sekitar 2,5 juta umat Islam di dunia berkumpul di padang Arafah, tanpa memandang kelas.&nbsp; Pakaian ihram [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5840,347,2273,4368],"class_list":["post-22832","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-arafah","tag-ibadah-haji","tag-islam","tag-wukuf"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22832"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22832\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}