{"id":22862,"date":"2026-07-30T02:39:39","date_gmt":"2026-07-30T02:39:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22862"},"modified":"2026-07-30T02:39:39","modified_gmt":"2026-07-30T02:39:39","slug":"desa-ini-terdampak-krisis-iklim-dan-kesulitan-air-bersih-terbantu-pompa-tenaga-surya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22862","title":{"rendered":"Desa Ini Terdampak Krisis Iklim dan Kesulitan Air Bersih, Terbantu Pompa Tenaga Surya"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> &copy; Aji Styawan \/ Greenpeace<\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penantian panjang warga Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah untuk mengakses air bersih akhirnya berbuah manis.&nbsp;Pada Minggu (18\/6\/2023) lalu, pompa air tenaga surya berhasil dipasang.<\/p>\n<p>Pemasangan pompa dengan tenaga surya ini berhasil mengalirkan air dari sumur yang telah mereka gali sejak 31 Mei lalu.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, lampu penerangan di jalan desa yang juga menggunakan tenaga surya, telah menerangi kampung tersebut.<\/p>\n<p>Pompa air dan lampu penerangan tenaga surya tersebut adalah hasil urun dana dari masyarakat seluruh Indonesia yang peduli akan keberlangsungan hidup warga Timbulsloko.<\/p>\n<p>Penggalangan dana dilakukan melalui kanal penggalangan dana individu digital maupun tatap muka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24802196\/perubahan-iklim-membuat-banjir-rob-makin-sering-terjadi-ini-dampaknya-untuk-anak-anak\">Baca: Perubahan iklim membuat banjir rob makin sering terjadi<\/a><\/p>\n<p>Timbulsloko merupakan salah satu desa di Demak yang terdampak krisis iklim akibat kenaikan muka air laut. Separuh kampung di Timbulsloko sudah terendam air laut, sehingga warga sulit mendapatkan air bersih.<\/p>\n<p>Warga Timbulsloko telah bertahun-tahun berdampingan dengan banjir rob yang semakin hari terus naik.<\/p>\n<p>Upaya masyarakat Timbulsloko untuk bertahan hidup berdampingan dengan kenaikan air laut bukan perkara mudah. Perubahan yang signifikan membuat mereka harus memutar otak dan mencari solusi agar mereka bertahan hidup.<\/p>\n<p>&ldquo;Mulai langkanya air, menurutku sejak air naik pompa ini jadi sering mati. Sejak air pasang terlalu ekstrem naiknya, mesin-mesin pompa sering rusak,&rdquo; terang Ghofur, salah satu warga Timbulsloko.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24703246\/nasib-nelayan-tradisional-terombang-ambing-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Nasib nelayan terombang-ambing oleh krisis iklim<\/a><\/p>\n<p>Ia menambahkan, &ldquo;Mudah-mudahan dengan adanya pompa dan panel tenaga surya bisa membantu listrik dan air buat warga.&rdquo;&nbsp;<\/p>\n<p>Air yang semakin sulit dicari dan akses jaringan listrik yang terbatas memaksa warga harus menemukan solusi yang tepat guna dalam kondisi tersebut.<\/p>\n<p>Air bersih baru tersedia di kedalaman 117-132 meter, jauh lebih dalam dari sumur-sumur masyarakat kota kebanyakan.<\/p>\n<p>Dengan pompa tenaga surya ini bisa membantu masyarakat menghemat tagihan hingga Rp. 2,5 juta per bulan untuk kebutuhan air mereka.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini adalah harapan kita semua, dengan kolaborasi bersama anak-anak muda seperti komunitas Solar Generation dan masyarakat, kita bisa mewujudkan solusi yang baik untuk mencegah sebelum semuanya memburuk,&rdquo; tegas Hadi Priyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia.&nbsp;<\/p>\n<p> <!--img2--> &copy; Aji Styawan \/ Greenpeace<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241067732\/perubahan-iklim-picu-bedol-desa-di-pantura\">Baca: Krisis iklim picu &#8216;bedol desa&#8217; di jalur Pantura<\/a><\/p>\n<p>Timbulsloko hanya salah satu dari banyak daerah yang sudah merasakan dampak krisis iklim secara langsung jika kita tidak segera beralih dari energi fosil seperti batubara.<\/p>\n<p>&ldquo;Timbulsloko adalah potret dari sekian banyak wilayah, yang memperlihatkan bagaimana krisis iklim sudah sampai di hadapan rumah kita sendiri,&rdquo; imbuh Hadi Priyanto.&nbsp;<\/p>\n<p>Ia memaparkan, negara-negara di seluruh dunia dimandatkan untuk meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil sebelum 2030, jika ingin menjaga kenaikan suhu bumi di bawah 1,5<sup>o<\/sup>C dan menjaga dari bencana iklim permanen.<\/p>\n<p>Alih-alih melepaskan diri dari ketergantungan terhadap batu bara, Indonesia malah akan menambah pembangkit batubaranya hingga 2030, dan akan terus mempertahankan batu bara hingga 2050 dengan berbagai mekanisme teknologi rendah karbon yang sebenarnya adalah solusi palsu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24571963\/mengapa-pengembangan-energi-terbarukan-di-indonesia-berjalan-lamban\">Baca: Pengembangan energi terbarukan di Indonesia berjalan lamban<\/a><\/p>\n<p>Padahal, Indonesia sebagai negara dengan skala geografis yang cukup besar memiliki berbagai macam potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan secara optimal.<\/p>\n<p>Dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi 3.295 GW tenaga surya yang bisa mencukupi kebutuhan energi seluruh negeri.<\/p>\n<p>Belum potensi energi lain yang masih belum dimanfaatkan sama sekali seperti energi angin lepas pantai dan gelombang laut.<\/p>\n<p>Dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam implementasi transisi energi, gelombang investasi yang besar juga harus dibarengi dengan payung hukum dan kemauan politik untuk melepas ketergantungan pada jebakan energi fosil batubara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24574670\/rekomendasi-iesr-segera-akhiri-operasional-pltu-batubara-demi-pengembangan-energi-terbarukan\">Baca: IESR rekomendasikan operasional PLTU batu bara segera diakhiri<\/a><\/p>\n<p>Pembangunan pompa air tenaga surya seperti yang dilakukan warda Desa Timbulsloko ini diharapkan bisa menjadi model demokrasi energi.<\/p>\n<p>Model demokrasi ekonomi ini memberi kesempatan pada masyarakat bisa saling bahu membahu membangun pembangkit energi terbarukan, untuk mencukupi berbagai macam kebutuhan masyarakat, termasuk air bersih di manapun dan dalam kondisi tersulit sekalipun.&nbsp;<\/p>\n<p>&ldquo;Listrik, air bersih, semuanya kan hak manusia ya. Jadi saya selalu bilang bahwa di dunia ini tidak sempurna, tapi ini lebih baik dan harus dilakukan,&rdquo; ucap Citra Subiakto,&nbsp;<em>fashion enthusiast&nbsp;<\/em>yang turut terlibat dalam pengadaan panel tenaga surya di Desa Timbulsloko.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/editor.mediapromed.com\/ruang-kota\/edit\/1\/Pembangunan pompa air tenaga surya di Timbulsloko diharapkan bisa menjadi model demokrasi energi.  Model demokrasi ekonomi ini memberi kesemaptan masyarakat bisa saling bahu membahu membangun pembangkit energi terbarukan, untuk mencukupi berbagai macam kebutuhan masyarakat, termasuk air bersih di manapun dan dalam kondisi tersulit sekalipun.   \u201cListrik, air bersih, semuanya kan hak manusia ya. Jadi saya selalu bilang bahwa di dunia ini tidak sempurna, tapi ini lebih baik dan harus dilakukan,\u201d   ucap Citra Subiakto, fashion enthusiast yang turut terlibat dalam pengadaan panel tenaga surya di Desa Timbulsloko.\">Baca: Indonesia mulai serius jajaki pengembangan energi hidrogen<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&copy; Aji Styawan \/ Greenpeace 7cloud.asia &#8211; Penantian panjang warga Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah untuk mengakses air bersih akhirnya berbuah manis.&nbsp;Pada Minggu (18\/6\/2023) lalu, pompa air tenaga surya berhasil dipasang. Pemasangan pompa dengan tenaga surya ini berhasil mengalirkan air dari sumur yang telah mereka gali sejak 31 Mei lalu. Tidak hanya itu, lampu penerangan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[167,3459],"class_list":["post-22862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-krisis-iklim","tag-tenaga-surya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22862"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22862\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}