{"id":22885,"date":"2026-07-30T02:39:48","date_gmt":"2026-07-30T02:39:48","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22885"},"modified":"2026-07-30T02:39:48","modified_gmt":"2026-07-30T02:39:48","slug":"dpr-harus-ada-kebijakan-yang-memihak-nelayan-yang-terdampak-kerusakan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22885","title":{"rendered":"DPR: Harus Ada Kebijakan yang Memihak Nelayan yang Terdampak Kerusakan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintah diminta memberikan perhatian khusus terhadap kampung nelayan yang terkena dampak kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>Kerusakan lingkungan ini harus jadi perhatian pemerintah karena dapat merugikan warga yang tinggal di kampung nelayan.<\/p>\n<p>Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas perekonomian di pesisir dan laut, termasuk di dalamnya pengelolaan hasil sedimentasi laut.<\/p>\n<p>&#8220;Ini harus menjadi perhatian Pemerintah. Mengingat kerusakan lingkungan ini sangat berdampak kepada kegiatan perikanan tangkap oleh nelayan, yang pada akhirnya akan berpengaruh kepada kesejahteraan nelayan,&rdquo; ungkap Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR ke Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20\/6\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24703246\/nasib-nelayan-tradisional-terombang-ambing-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Nasib nelayan terombang-ambing perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Sudin menambahkan bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Pemerintah, seperti kebersihan pengelolaan tempat pelelangan ikan. Sebab, hal itu dapat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>Permasalahan kebersihan, seperti banyaknya sampah dan limbah sisa atau buangan dari aktivitas-aktivitas di tempat pelelangan ikan, menurutnya, secara tidak langsung dapat menimbulkan pencemaran.<\/p>\n<p>Hasil dari kunjungan kerja ini nantinya dapat menjadi dasar bagi Komisi IV DPR RI dalam menyusun kebijakan dan memperjuangkan langkah-langkah penanggulangan pencemaran serta kerusakan lingkungan, khususnya yang ada di Tambak Lorok Semarang dan wilayah-wilayah sekitarnya.&nbsp;<\/p>\n<p>&ldquo;Saya pikir apa yang sudah dikerjakan di program kemudian sudah dikeluarkan kebijaksanaan terkait dengan kampung nelayan di Tambak Lorok ini sudah on the track,&nbsp; sudah benar, tentunya harus dikerjakan secara bertahap,&rdquo; tutupnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241067732\/perubahan-iklim-picu-bedol-desa-di-pantura\">Baca: Perubahan iklim memicu banyak &#8216;bedol desa&#8217; di Pantura<\/a><\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IV DPR Djarot Saiful Hidayat menyoroti persoalan sampah dan sedimentasi laut di kampung Nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Menurutnya, dengan adanya masalah sampah tersebut mengakibatkan adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>Djarot meminta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk segera menindaklanjuti persoalan ini. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, kampung nelayan ini dapat menjadi objek wisata.<\/p>\n<p>Sehingga, dengan adanya penanganan atas pencemaran lingkungan ini, akan berdampak pada peningkatan pendapatan nelayan, juga meningkatkan kualitas hidup karena membaiknya kualitas kesehatan dan pendidikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24988339\/kebijakan-ekspor-pasir-laut-mengancam-kehidupan-nelayan-dan-ekosistem-pesisir\">Baca: Ekspor pasir laut ancam kelangsungan ekosistem laut dan kehidupan nelayan<\/a><\/p>\n<p>Djarot menegaskan perlu adanya program yang dapat memudahkan masyarakat Tambak Lorok ini. Warga, ujar Djarot, butuh ruang-ruang tertentu sehingga saat membangun harus diutamakan sarana dan prasarana.<\/p>\n<p>Djarot yakin, para nelayan ini bukan ingin dibuat sengsara tetapi justru ingin dibuat lebih sejahtera. Untuk itu harus ada kebijakan yang berpihak kepada para nelayan itu.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Tadi sudah ada janji dari Kementerian Kelautan Perikanan, dari Direktur Jenderal perikanan tangkap, bahwa akan dialokasikan program yang namanya Kampung Nelayan Maju, di kampung nelayan Tambak lorok kota Semarang ini pada tahun 2024,&rdquo; jelas Djarot.&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, di kampung nelayan tersebut, juga terdapat sedimentasi laut yang semakin lama semakin dangkal. Djarot menjelaskan penyebab utama sedimentasi laut di wilayah tertentu ini karena aktivitas pengerukan sungai atau pelabuhan, deforestasi, atau perubahan aliran sungai.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24924125\/terkait-ekspor-pasir-laut-alasan-ekonomi-jangan-korbankan-ekologi\">Baca: DPR tolak kebijakan ekspor pasir laut<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, Djarot berharap Kementerian LHK dapat mengevaluasi dampaknya terhadap lingkungan, ekosistem laut, kelangsungan hidup spesies, dan perekonomian lokal.<\/p>\n<p>Kapal-kapal yang akan bersandar mempunyai kedalamanya tersendiri, selain itu sudah ada Perpres yang terkait dengan perencanaan pengelolaan atas sedimentasi laut ini.<\/p>\n<p>&#8220;Saya kira itu kita perlu dukung kebijakan, namun harus ada kehati-hatian harus ada pengawasan yang ketat, dan diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih baik untuk memberikan dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih efektif dalam mengatasi sedimentasi laut di wilayah tersebut,&rdquo; tutupnya&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Parlementaria<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintah diminta memberikan perhatian khusus terhadap kampung nelayan yang terkena dampak kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan ini harus jadi perhatian pemerintah karena dapat merugikan warga yang tinggal di kampung nelayan. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas perekonomian di pesisir dan laut, termasuk di dalamnya pengelolaan hasil sedimentasi laut. &#8220;Ini harus menjadi perhatian Pemerintah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22886,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5854,594],"class_list":["post-22885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kerusakan-lingkungan","tag-nelayan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22885"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22885\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}