{"id":22936,"date":"2026-07-30T02:40:12","date_gmt":"2026-07-30T02:40:12","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22936"},"modified":"2026-07-30T02:40:12","modified_gmt":"2026-07-30T02:40:12","slug":"ekonomi-sirkular-belum-sempurna-jika-tak-terapkan-hal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22936","title":{"rendered":"Ekonomi Sirkular Belum Sempurna Jika Tak Terapkan Hal Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejumlah produsen yang menggunakan kemasan plastik mengklaim dan menggencarkan iklan telah menerapkan&nbsp;ekonomi sirkular.<\/p>\n<p>Namun demikian, klaim perapan ekonomi sirkular ini belum bisa dikatakan benar jika produknya belum&nbsp;menggunakan plastik hasil daur ulang (rPET). Ini karena&nbsp;konsep ekonomi sirkular terbaik adalah model&nbsp;Close Loop atau menjadikan hasil plastik daur ulang&nbsp;kembali sebagai bahan kemasan.<\/p>\n<p>Demikian salah satu topik yang diangkat dalam webinar&nbsp;bertema &ldquo;Akuntabilitas Program Pengelolaan Sampah Plastik&nbsp;Produsen&rdquo; yang diselenggarakan secara daring oleh Aliansi Profesi Jurnalis Indonesia (APJI), Rabu (15\/6\/2023).<\/p>\n<p>Ujang Solihin &ldquo;Uso&rdquo;&nbsp;Sidik, Kasubdit Tata Laksana Produsen Kementerian&nbsp;Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan, penarikan kembali dan daur ulang&nbsp;botol-botol plastik itu merupakan bagian penting dari ekonomi sirkular.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24767019\/klhk-ajak-masyarakat-tak-beli-produk-yang-enggan-kelola-sampah-plastik-yang-dihasilkannya\">Baca: KLHK ajak masyarakat &#8216;boikot&#8217; produk yang tak kelola sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Menurutnya, langkah ini ada arahan kebijakan atau&nbsp;semacam directive dalam pengelolaan sampah plastik, namun belum secara tegas dinyatakan&nbsp;sebagai mandatory.<\/p>\n<p>&ldquo;Tapi, directive ke depan bahwa kemasan-kemasan botol-botol plastik AMDK, baik yang kecil maupun&nbsp;ukuran besar atau galon itu harus mengandung recycle&nbsp;content, harus mengandung bahan daur ulang,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Uso menambahkan, di Uni Eropa, tahun depan recycle&nbsp;content itu sudah 25% harus mandatory.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi, produk-produk&nbsp;yang berbasis kemasan PET tidak bisa dipasarkan di seluruh&nbsp;negara Eropa kalau tidak mengandung 25% bahan daur ulang&nbsp;di dalam kemasan,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24703966\/solusi-sampah-plastik-di-indonesia-harus-libatkan-produsen-konsumen-dan-pengelola-sampah\">Baca: Pemerintah-produsen dan konsumen harus bahu membahu tangani sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Karena, kata Uso, dalam prinsip pendauran ulang atau&nbsp;recycle, produsen wajib untuk melakukan pendauran ulang&nbsp;produk atau kemasan produk yang mereka hasilkan melalui<br \/>penarikan kembali.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi, post costumer packaging itu harus&nbsp;ditarik lagi, dikumpulkan lagi oleh para produsen untuk&nbsp;kemudian masuk ke jalur daur ulang. Tentunya harus&nbsp;dipastikan di awal bahwa kemasan itu memang kemasan yang&nbsp;layak, mudah didaur ulang,&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Uso menegaskan, ketika bicara daur ulang, yang ideal itu&nbsp;adalah model close loop (botol harus kembali ke botol) dan&nbsp;dan bukan open loop atau down cycle (botolnya dari daur ulang<br \/>menjadi produk lain).<\/p>\n<p>Dia menyebutkan sudah ada beberapa produsen terutama&nbsp;produsen yang menghasilkan produk minuman dengan wadah&nbsp;kemasan plastik PET yang sudah menerapkan model close&nbsp;loop atau recycle PET.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24684108\/kaca-dan-plastik-mana-yang-lebih-ramah-lingkungan\">Baca: Botol kaca dan botol plastik, mana yang lebih ramah lingkungan?<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Berdasarkan data kami, yang sudah&nbsp;bergerak ke sana itu Danone Aqua atau Danone Indonesia&nbsp;yang produknya bermerk Aqua. Kemudian yang sudah&nbsp;bergerak ke arah sana juga, tapi ini baru tahap awal atau&nbsp;rencana dan mereka sudah bangun pabrik juga yaitu Coca Cola dengan produk PET. Yang lainnya belum, baru dua itu,&rdquo;&nbsp;tuturnya.<\/p>\n<p>Bisuk Abraham&nbsp;Sisungkunon, Kepala Klaster Kajian Pembangunan&nbsp;Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI) mengatakan&nbsp;esensi dari ekonomi sirkular kadang<br \/>hanya terbatasi oleh yang namanya pendauran ulang. Padahal,&nbsp;lanjutnya, sebetulnya sirkulasi ekonomi jauh lebih luas.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita&nbsp;ingin menghasilkan sebuah close loop. Jadi diupayakan agar&nbsp;produsen itu bisa menarik lagi bekas kemasan plastiknya&nbsp;sehingga itu bisa masuk lagi ke dalam siklus produksi. Hal ini<br \/>bisa mengurangi jumlah sampah yang akan tertumpuk di TPS&nbsp;itu akan menjadi lebih sedikit daripada yang sebelumnya,&rdquo;&nbsp;ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24935623\/tak-sekadar-mengolah-sampah-plastik-robries-memberi-nilai-lebih-pada-plastik\">Baca: Robries, cara unik daur ulang sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Guru Besar Teknik Lingkungan&nbsp;Universitas Diponegoro,&nbsp;Mochamad Arief Budihardjo&nbsp;mengatakan, menjadi&nbsp;tantangan bagi industri AMDK untuk menerapkan&nbsp;model close loop sebagai realialisasi ekonomi sirkular.<\/p>\n<p>Karena, menurutnya, pada saat berbicara&nbsp;tentang close loop, itu akan kembali lagi menjadi sebuah&nbsp;kemasan seperti yang didesain pada awalnya atau air minum&nbsp;menjadi kemasan air minum lagi.<\/p>\n<p>&ldquo;Tidak semua industri siap&nbsp;menerapkan konsep ini karena membutuhkan sebuah&nbsp;tantangan. Karenanya perlu mulai dipikirkan bagaimana kita&nbsp;bisa meng-encourage konsumen kita atau pengguna produk&nbsp;ini untuk mengembalikan atau untuk terlibat dalam sebuah close loop system,&rdquo; ucapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24687100\/6-cara-asyik-kurangi-sampah-plastik\">Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Atha Rasyadi, Juru Kampanye Urban Greenpeace,&nbsp;menyambut baik dengan adanya dorongan kepada produsen&nbsp;AMDK untuk menerapkan model circular close loop.<\/p>\n<p>Menurutnya, dengan daur ulang menjadi produk yang sama akan jauh lebih baik karena&nbsp;tidak perlu lagi mencari atau mengambil sumber daya yang&nbsp;baru.<\/p>\n<p>&ldquo;Tapi memang pada praktiknya di lapangan tentu ini tidak mudah. Tapi, sebenarnya model sirkuler yang&nbsp;ideal itu adalah ketika didaur ulang yaitu menjadi resource yang sama, itu akan bertahan menjadi satu produk yang&nbsp;sama,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24770376\/lakukan-ini-saat-beli-produk-bioplastik-yang-ramah-lingkungan\">Baca: Plastik ramah lingkungan yang ada di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Reza Andreanto, Ketua&nbsp;Umum PRAISE dan juga Sustainability Manager TetraPak&nbsp;Indonesia&nbsp;bahkan mengutarakan bahwa&nbsp;dalam konteks ekonomi sirkular, model close loop ini&nbsp;levelnya lebih tinggi.<\/p>\n<p>Tapi, menurutnya, untuk bisa mengarah&nbsp;ke model close loop ini dibutuhkan proses mengingat&nbsp;pengendaliannya di masyarakat itu juga cukup berat.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau&nbsp;di lapangan ini tantangan cukup besar sehingga&nbsp;pelaksanaannya tidak bisa diterapkan secara otomatis tapi&nbsp;harus bertahap,&rdquo; tukasnya.<\/p>\n<p>Penulis: Charles Maruli Siahaan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejumlah produsen yang menggunakan kemasan plastik mengklaim dan menggencarkan iklan telah menerapkan&nbsp;ekonomi sirkular. Namun demikian, klaim perapan ekonomi sirkular ini belum bisa dikatakan benar jika produknya belum&nbsp;menggunakan plastik hasil daur ulang (rPET). Ini karena&nbsp;konsep ekonomi sirkular terbaik adalah model&nbsp;Close Loop atau menjadikan hasil plastik daur ulang&nbsp;kembali sebagai bahan kemasan. Demikian salah satu topik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22937,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1370,302,777],"class_list":["post-22936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-daur-ulang","tag-ekonomi-sirkular","tag-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22936"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22936\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}