{"id":22989,"date":"2026-07-30T02:40:36","date_gmt":"2026-07-30T02:40:36","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22989"},"modified":"2026-07-30T02:40:36","modified_gmt":"2026-07-30T02:40:36","slug":"insectta-start-up-dari-singapura-ubah-sampah-makanan-jadi-produk-bernilai-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=22989","title":{"rendered":"Insectta, Start Up dari Singapura Ubah Sampah Makanan Jadi Produk Bernilai Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Chua Kai-Ning adalah peternak yang tinggal di Singapura. Ia menjalankan usaha ternaknya di bawah bendera Insectta.<\/p>\n<p>Chua Kai-Ning menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memastikan ternaknya diberi makan dengan baik dan tumbuh dengan cepat.<\/p>\n<p>Tapi Chua Kai-Ning bukan petani biasa, dan binatang yang diternakkannya juga bukan hewan biasa yakni larva lalat hitam.<\/p>\n<p>Chua dan rekannya, Phua Jun Wei, mendirikan startup Insectta pada tahun 2017. Mereka mengembangkan Insectta untuk memerangi krisis sampah makanan di Singapura dengan bantuan sekutu larva lalat hitam.<\/p>\n<p>&ldquo;Konsep di balik Insectta adalah tidak ada yang akan terbuang sia-sia,&rdquo; kata Chua.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24684108\/kaca-dan-plastik-mana-yang-lebih-ramah-lingkungan\">Baca: Botol kaca dan plastik, mana lebih ramah lingkungan?<\/a><\/p>\n<p>Chua menambahkan, &ldquo;Dengan Insectta, limbah dapat ditata ulang sebagai sumber daya jika kita mengubah cara kita berpikir tentang metode produksi kita, dan cara kita menangani limbah.&rdquo;<\/p>\n<p>Ide Chua mendirikan Insectta didasarkan pada kondisi sampah makanan di Singapura.&nbsp;Pada tahun 2020, Singapura menghasilkan 665.000 metrik ton sampah makanan &mdash; hanya 19 persen yang didaur ulang.<\/p>\n<p>Chua mengatakan, Insectta memberi makan belatung lalat hitam hingga delapan ton limbah makanan per bulan. Jumlah ini termasuk produk sampingan yang diterima dari pabrik dan pabrik kedelai, seperti okara dan biji-bijian bekas.<\/p>\n<p>Insectta menghubungkan mereka yang ingin membuang sisa atau sampah makanan secara berkelanjutan dengan operasi pengomposan, membantu pengguna menemukan solusi sadar untuk sampah organik di daerah mereka.<\/p>\n<p>Insectta kemudian mengolah larva lalat hitam ini menjadi pakan ternak, dan mengubah kotorannya menjadi pupuk pertanian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24682913\/seperti-ini-dampak-sampah-makanan-pada-lingkungan\">Baca: Dampak sampah makanan pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Untuk memperluas pasar bahan dari larva lalat hitam, Insectta harus membongkar stigma terhadap serangga.<\/p>\n<p>&ldquo;Ketika berpikir tentang belatung, hal pertama yang dipikirkan orang adalah&nbsp; menjijikkan dan berbahaya bagi manusia,&rdquo; kata Chua. &ldquo;Dengan mengutamakan manfaat, kita dapat mengubah pendapat ini.&nbsp;<\/p>\n<p>Chua mengakui, perdebatan ilmiah yang sedang berlangsung tentang memanfaatkan serangga. Namun Phua mengatakan memelihara larva lalat hitam lebih manusiawi dan berkelanjutan daripada memelihara ternak.<\/p>\n<p>&#8220;Karena serangga membutuhkan lebih sedikit air, energi, dan ruang untuk tumbuh,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24682925\/ini-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-kurangi-sampah-makanan\">Baca: Lakukan ini untuk kurangi limbah makanan<\/a><\/p>\n<p>Daripada menjalankan peternakannya sendiri, Insectta berencana untuk menjual telur ke peternakan larva lalat hitam setempat, dan mengumpulkan kerangka luar yang dihasilkan oleh peternakan ini untuk kemudian mengekstrak biomaterial.<\/p>\n<p>&ldquo;Insectta tidak hanya ingin serangga memberi makan dunia,&rdquo; tambah Phua, &ldquo;kami ingin serangga memberi kekuatan pada dunia.&rdquo;<\/p>\n<p>Meskipun ada banyak perusahaan yang menggunakan serangga untuk mengelola limbah, termasuk Goterra, Better Origin, dan AgriProtein, Insectta mengekstrak lebih dari sekadar produk pertanian dari larva lalat hitam.<\/p>\n<p>Dengan pendanaan dari Trendlines Agrifood Fund dan hibah pemerintah, Insectta mendapatkan biomaterial bernilai tinggi dari produk sampingan larva lalat hitam ini.<\/p>\n<p>&ldquo;Selama R&amp;D, kami menyadari bahwa banyak biomaterial berharga yang sudah memiliki nilai pasar dapat diekstraksi dari lalat ini,&rdquo; kata Chua kepada CNN Business.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24870473\/sudah-ketinggalan-jaman-pengelolaan-sampah-dengan-ditimbun-harus-segera-diakhiri\">Baca: Masalah yang ditimbulkan pengelolaan sampah dengan sistem landfill<\/a><\/p>\n<p>Lewat Insectta, Chua berharap, biomaterial yang dihasilkannya dapat merevolusi industri produk berbasis serangga yang sedang berkembang dan mengubah cara dunia memandang limbah.<\/p>\n<p>Untuk mengembangkan produknya, Insectta juga berkolaborasi dengan merek masker wajah Vi-Mask, yang berharap dapat menggunakan kitosan larva lalat hitam untuk membuat lapisan antimikroba di dalam produknya.<\/p>\n<p>Saat ini, Vi-Mask menggunakan chitosan dari cangkang kepiting pada lapisan masker wajahnya.<\/p>\n<p>Chua mengatakan, penggunaan kitosan berbasis serangga adalah langkah yang ramah lingkungan, karena kitosan dari Insectta diproses dari sumber yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Ekstraksi kitosan dari kerang melibatkan proses kimiawi dan air dalam jumlah besar. teknik ekstraksi Insectta melibatkan lebih sedikit bahan kimia, seperti natrium hidroksida, daripada proses ekstraksi tradisional, menjadikannya alternatif yang lebih berkelanjutan,&#8221; terang Chua.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24574009\/mengenal-teba-cara-unik-warga-bali-mengelola-sampah-rumah-tangga\">Baca: Cara bijak masyarakat Bali kelola sampah organik<\/a><\/p>\n<p>Menurut Thomas Hahn, seorang peneliti dari Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology IGB, Jerman, saat ini&nbsp;cangkang kepiting adalah salah satu sumber utama kitosan.<\/p>\n<p>Bersama ahli biologi Susanne Zibek, Hahn telah mempelajari produksi kitosan berbasis serangga. Menurut Zibek, kitosan bisa menggantikan pengental dan pengawet sintetik dalam kosmetik.<\/p>\n<p>Zibek mengatakan pasar biomaterial serangga akan tumbuh karena perusahaan ingin menurunkan dampak lingkungannya.<\/p>\n<p>&ldquo;Ada perubahan dalam kesadaran konsumen, dan orang menginginkan produk yang berkelanjutan,&rdquo; ujarnya sembari menambahkan,&nbsp;&ldquo;Kita bisa dukung itu dengan mengganti produk sintetik dengan kitosan.&rdquo;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: CNN Business, baca artikel asli <a href=\"https:\/\/edition.cnn.com\/2021\/08\/29\/business\/insectta-black-soldier-fly-maggots-hnk-spc-intl\/index.html\">di sini<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Chua Kai-Ning adalah peternak yang tinggal di Singapura. Ia menjalankan usaha ternaknya di bawah bendera Insectta. Chua Kai-Ning menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memastikan ternaknya diberi makan dengan baik dan tumbuh dengan cepat. Tapi Chua Kai-Ning bukan petani biasa, dan binatang yang diternakkannya juga bukan hewan biasa yakni larva lalat hitam. Chua dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":22990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5883,5882,285],"class_list":["post-22989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-insectta","tag-larva-lalat","tag-sampah-makanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22989"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22989\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}