{"id":23089,"date":"2026-07-30T02:41:11","date_gmt":"2026-07-30T02:41:11","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23089"},"modified":"2026-07-30T02:41:11","modified_gmt":"2026-07-30T02:41:11","slug":"berpotensi-rusak-lingkungan-presiden-didesak-cabut-kebijakan-ekspor-pasir-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23089","title":{"rendered":"Berpotensi Rusak Lingkungan, Presiden Didesak Cabut Kebijakan Ekspor Pasir Laut"},"content":{"rendered":"<div id=\"m_5233494145582616776section-0\" class=\"m_5233494145582616776hse-section\">&nbsp;<\/div>\n<div id=\"m_5233494145582616776section_1680166152097\" class=\"m_5233494145582616776hse-section\">\n<div class=\"m_5233494145582616776hse-column-container\">\n<div id=\"m_5233494145582616776column_1680166152097_0\" class=\"m_5233494145582616776hse-column m_5233494145582616776hse-size-12\">\n<div id=\"m_5233494145582616776hs_cos_wrapper_module_16850844367561\"><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Setelah 20 tahun dilarang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kembali keran ekspor pasir laut.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Keputusan mengenai ekspor pasir laut ini dituangkan dalam&nbsp;Peraturan Pemerintah PP Nomor 26 Tahun 2023&nbsp;tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut yang terbit pada 15 Mei 2023 lalu.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Setidaknya ada dua pasal dalam PP 26\/2023 yang berisi ketentuan soal ekspor pasir laut, yaitu Pasal 9 dan Pasal 15.<\/div>\n<div>\n<p>Keduanya menyebutkan bahwa pemanfaatan hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut dapat digunakan untuk ekspor (ekspor pasir laut) sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24703246\/nasib-nelayan-tradisional-terombang-ambing-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Nasib nelayan tradisional terombang-ambing akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>Keputusan pemerintah untuk mengizinkan ekspor pasir laut ini menuai kritik dari berbagai kalangan karena dinilai berpotensi merusak lingkungan.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Organisasi lingkungan Greenpeace menyebut, kebijakan membolehkan ekspor pasir laut ini sebagai sikap royal atau dermawan dalam hal berbagi sumber daya.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Tapi kebijakan eksor pasir laut ini berpotensi merusak lingkungan terutama kerusakan ekosistem laut secara masif.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>&#8220;Dengan regulasi ekpor pasir laut ini, pemerintah mempermulus jalan bagi mereka yang mau dan mampu mengeruk sumber daya kelautan Indonesia,&#8221; demikian pernyataan tertulis Greenpeace yang diterima 7cloud.asia, Sabtu (3\/6\/2023)<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24701729\/plus-minus-penggunaan-biodiesel-berbahan-dasar-sawit\">Baca: Plus minus penggunaan minyak sawit untuk biodiesel<\/a><\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Dalam pernyataannya, Greenpeace menyebut ketika karpet merah sudah digelar, maka yang berkepentingan akan mudah untuk menangguk cuan tanpa perhitungan.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Meraka akan mengeruk sebanyak mungkin untuk bisa ekspor pasir laut tanpa memperhatikan dampak bagi lingkungan dan warga sekitar.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Padahal, lanjut Greenpeace, sudah banyak sumber daya alam di Indonesia yang dieksploitasi hanya untuk keuntungan semata.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Greenpeace menilai dengan kebijakan ini maka Pemerintah lebih melayani oligarki dengan dalih dengan dalih pemulihan lingkungan dan keberlanjutan.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>&#8220;Sangat disayangkan. Ketika masyarakat menyuarakan aksi nyata terhadap penyelamatan lingkungan, pemerintah malah kembali menawarkan solusi palsu dengan mengizinkan ekspor pasir laut,&#8221; tandas Greenpeace.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24700793\/sisi-gelap-di-balik-transisi-menuju-energi-terbarukan\">Baca: Sisi gelap di balik transisi menuju energi terbarukan<\/a><\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Aktivitas penambangan untuk ekspor pasir laut akan memicu percepatan tenggelamnya pulau-pulau kecil di sekitar wilayah yang ditambang karena mengubah kontur dasar laut.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Secara langsung hal tersebut berpengaruh pada pola arus dan gelombang laut.&nbsp;<a href=\"https:\/\/act.seasia.greenpeace.org\/e3t\/Ctc\/RJ+113\/d2p9-404\/VVYwt16qxX4gW1K2LVx5q5zpqW7CpFKy4_hLpwN33Mk5c5nCVVV3Zsc37CgCB_W2jf3jB6_l_MWW4BygDh6HprknW1_4b6w8w9j-pW4jH8_l3B_QPyW75y9Gj3ty3WjW60_p-F8B0DyyW34-vWK3KQ6jPW5G2z4132jTRYW4-ZDS54GXWvCW6PFQDq1x9rT1W2dz54y48BRCjW7jqFRg7blqz9W8TdSVz59VlzWW5qm-m48Nf-30W6QJ5c35X6DS0W2jk58J484GbGW1C_7M44m2-B5W7w_xtr1rg4kvW7G1xjN7xsTVxMWsgYlxLFQHMFjB6kz_GGfW85s-4p5NFP4CV9bkMC3gFJ8YW3VBRzz7jgnJ2W5BF_dX8l8wP1W8xy_8k81_PvtW3030qs2NrBkZVkTRR67D4bNRVHSNRC6ggnZcW1dnhYS2JlmPfW80S_5J84d7wtW59F9x643y4WfW3xdZ7s8tgDLGW7bNz7p22NyCdW7slffn8FctmSW482wvf2PMjbyW6-TXhq65T0QyW6HBB_T6P3wqnN2MZCm82bG48N6FMlfrjRmHv31dt1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/act.seasia.greenpeace.org\/e3t\/Ctc\/RJ%2B113\/d2p9-404\/VVYwt16qxX4gW1K2LVx5q5zpqW7CpFKy4_hLpwN33Mk5c5nCVVV3Zsc37CgCB_W2jf3jB6_l_MWW4BygDh6HprknW1_4b6w8w9j-pW4jH8_l3B_QPyW75y9Gj3ty3WjW60_p-F8B0DyyW34-vWK3KQ6jPW5G2z4132jTRYW4-ZDS54GXWvCW6PFQDq1x9rT1W2dz54y48BRCjW7jqFRg7blqz9W8TdSVz59VlzWW5qm-m48Nf-30W6QJ5c35X6DS0W2jk58J484GbGW1C_7M44m2-B5W7w_xtr1rg4kvW7G1xjN7xsTVxMWsgYlxLFQHMFjB6kz_GGfW85s-4p5NFP4CV9bkMC3gFJ8YW3VBRzz7jgnJ2W5BF_dX8l8wP1W8xy_8k81_PvtW3030qs2NrBkZVkTRR67D4bNRVHSNRC6ggnZcW1dnhYS2JlmPfW80S_5J84d7wtW59F9x643y4WfW3xdZ7s8tgDLGW7bNz7p22NyCdW7slffn8FctmSW482wvf2PMjbyW6-TXhq65T0QyW6HBB_T6P3wqnN2MZCm82bG48N6FMlfrjRmHv31dt1&amp;source=gmail&amp;ust=1685930332509000&amp;usg=AOvVaw3c5WymHVisbcrIHEcxnHCY\">Ekosistem bawah laut akan terganggu<\/a>&nbsp;sehingga kelompok masyarakat pesisir secara langsung akan terkena dampaknya. Tidak ada yang peduli dengan nasib mereka.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>&#8220;Sumber daya Indonesia semakin tergerus dengan kebijakan yang menawarkan solusi palsu seperti ekspor pasir laut ini. Rakyat buntung, oligarki untung!&#8221; tandas Greenpeace dalam pernyataannya.<\/div>\n<div>\n<p>Untuk itu Greenpeace mendesak Presiden Jokowi untuk segera mencabut PP nomor 26\/2023 yang mengizinkan ekspor pasir laut.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24573323\/mekanisme-perdagangan-karbon-ditata-ulang-untuk-maksimalkan-pendapatan-negara\">Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang demi maksimalkan keuangan negara<\/a><\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Dilansir Mongabay, dengan dibukanya keran ekspor pasir laut ini disambut dengan rasa was-was para nelayan di Kepulauan Riau.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Pada tahun 2000an, saat ekspor pasir laut masih diizinkan, kepulauan Riau menjadi salah satu lokasi penambangan pasir untuk proyek reklamasi di Singapaura.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Ketika itu dampak lingkungan sangat dirasakan oleh nelayan. Hasil tangkapan menurun, laut keruh, karang rusak, hingga ancaman pengikisan daratan.&nbsp;Pemerintah kemudian menerbitkan aturan pelarangan ekspor pasir laut pada tahun 2003.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Dengan dibukanya kembali keran ekspor pasir laut, warga khawatir&nbsp;perusahan-perusahaan tambang pasir kembali marak, dan petaka yang dirasakan nelayan di Kepulauan Riau 22 tahun lalu mungkin terulang kembali.<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Mereka berharap Jokowi meninjau kembali kebijakan yang mengizinkan ekspor pasir laut ini.&nbsp;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div>Esti Utami, dari berbagai sumber<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div id=\"m_5233494145582616776module_1679060351356\" class=\"m_5233494145582616776hse-section\">&nbsp;<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia &#8211; Setelah 20 tahun dilarang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kembali keran ekspor pasir laut. &nbsp; Keputusan mengenai ekspor pasir laut ini dituangkan dalam&nbsp;Peraturan Pemerintah PP Nomor 26 Tahun 2023&nbsp;tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut yang terbit pada 15 Mei 2023 lalu. &nbsp; Setidaknya ada dua pasal dalam PP 26\/2023 yang berisi ketentuan soal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":23090,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3665],"class_list":["post-23089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ekspor-pasir-laut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23089"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23089\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}