{"id":23101,"date":"2026-07-30T02:41:14","date_gmt":"2026-07-30T02:41:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23101"},"modified":"2026-07-30T02:41:14","modified_gmt":"2026-07-30T02:41:14","slug":"jaminan-layanan-kesehatan-seksual-bagi-korban-kekerasan-seksual-masih-sangat-kurang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23101","title":{"rendered":"Jaminan Layanan Kesehatan Seksual bagi Korban Kekerasan Seksual Masih Sangat Kurang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia &#8211;<\/strong> Save All Women and Girls (SAWG) menyerukan agar layanan berkenaan&nbsp;kesehatan seksual dan reproduksi, terutama bagi korban kekerasan seksual dan kelompok&nbsp;rentan dalam RUU Kesehatan diatur dengan standar hak asasi manusia dan prinsip layanan yang komprehensif dan berpusat pada pasien.<\/p>\n<p>Koalisi yang beranggotakan&nbsp;organisasi dan individu yang fokus pada advokasi pemenuhan hak kesehatan&nbsp;seksual dan reproduksi (HKSR) di Indonesia&nbsp; menegaskan, akses terhadap layanan KSR yang komprehensif merupakan hak asasi manusia.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika akses atas layanan kesehatan seksual yang esensial ini tidak terpenuhi maka seluruh spektrum hak yang dimilikinya akan terdampak,&#8221; ujar nanda Dwinta dari Yasasan Kesehatan Perempuan dalam&nbsp;keterangan tertulis yang diterima Jumat (2\/6\/2023)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24593434\/kondisi-lingkungan-besar-pengaruhnya-bagi-penderita-asma-begini-saran-dokter\">Baca: Pengaruh kondisi lingkungan bagi penderita asma<\/a><\/p>\n<p>Salah satu layanan yang hingga hari ini tidak pernah tersedia adalah pemulihan kesehatan seksual dan reproduksi bagi korban&nbsp;kekerasan seksual. meski telah diatur dalam berbagai aturan seperti PP 61\/2014,&nbsp;Permenkes 3\/2016, serta aturan turunan lainnya.<\/p>\n<p>Nanda menegaskan, adanya peningkatan kasus kekerasan seksual di tiap tahunnya, perlu disikapi dengan penyediaan layanan yang terkoordinasi, dan&nbsp;terintegrasi.<\/p>\n<p>Sebagian besar korban kekerasan seksual, ujarnya, tidak memiliki akses ke&nbsp;dukungan psikososial, hukum, dan kesehatan yang mereka butuhkan untuk menavigasi kejadian traumatis yang dialami.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, korban berusia anak menghadapi kerentanan yang berlipat disebabkan oleh tidak mumpuninya layanan pemulihan pasca-perkosaan,&nbsp;termasuk ke layanan aborsi yang aman dan legal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24572492\/perbanyak-jalan-kaki-di-kotamu-dan-rasakan-manfaatnya-untuk-kesehatan-fisik-dan-mental\">Baca: Manfaat jalan kaki bagi kesehatan fisik dan mental<\/a><\/p>\n<p>Tak jarang, korban kekerasan seksual yang terpaksa melanjutkan kehamilannya tidak dapat mengakses keseluruhan hak&nbsp;kesehatan seksual reproduksinya.<\/p>\n<p>Salah satu komponen penting HKSR yang perlu diatur dalam RUU Kesehatan&nbsp;adalah perluasan batasan usia kehamilan untuk akses aborsi bagi korban kekerasan&nbsp;seksual hingga 14 minggu;<\/p>\n<p>Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum&nbsp;Pidana (KUHP).<\/p>\n<p>Perluasan batasan usia kehamilan ini menjadi penting, karena batasan yang sebelumnya terbatas pada usia 6 minggu terbukti tidak dapat diakses, dan tidak&nbsp;implementatif dalam aplikasinya.<\/p>\n<p>Ketiadaan akses kepada layanan aborsi, kurangnya&nbsp;informasi, masih kuatnya stigma, kendala kondisi geografis, juga disparitas sumberdaya&nbsp;adalah beragam faktor penyebabnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24565014\/pro-kontra-penggunaan-ganja-untuk-pengobatan-ini-penjelasannya\">Baca: Mengapa ganja masih dilarang untuk pengobatan<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, RUU Kesehatan harus memberikan kejelasan hukum dan perlindungan yang kuat bagi individu yang menghadapi kedaruratan&nbsp;medis dalam mengakses layanan aborsi aman.<\/p>\n<p>Konsensus global telah menggarisbawahi bahwa akses terhadap layanan aborsi yang aman sangat penting untuk mencegah&nbsp;komplikasi yang mengancam jiwa perempuan.<\/p>\n<p>Untuk memastikan perlindungan kesehatan dan hak asasi manusia individu, ketentuan hukum yang jelas dan yang meniadakan&nbsp;interpretasi yang keliru menjadi sangat penting agar layanan bisa sesegera mungkin diakses&nbsp;begitu kehamilan berisiko terdeteksi.<\/p>\n<p>Perihal bedah plastik rekonstruksi juga perlu dipastikan penyelenggaraannya tidak&nbsp;mendiskriminasi agar dapat dinikmati sepenuhnya. Hal ini penting untuk memastikan setiap&nbsp;orang mendapatkan kemanfaatan dari layanan kesehatan secara utuh tanpa terkecuali.<\/p>\n<p>Termasuk individu dan kelompok rentan dan tersisihkan karena gender dan atau&nbsp;seksualitasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24665192\/status-darurat-pendemi-covid-19-dicabut-apakah-masih-harus-mengenakan-masker\">Baca: Status pandemi Covid-19 resmi dicabut<\/a><\/p>\n<p>Urgensi yang juga perlu ditangkap oleh RUU Kesehatan adalah perlu adanya upaya&nbsp;perbaikan untuk mengatasi kesenjangan yang ada dalam sistem layanan kesehatan di&nbsp;Indonesia.<\/p>\n<p>SAWG mendesak pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan layanan&nbsp;kesehatan primer, termasuk melanjutkan upaya transformasi sistem kesehatan yang sedang dilakukan,<\/p>\n<p>Pemerintah juga diminta memastikan ketersediaan sumberdaya kesehatan, utamanya di daerah rural&nbsp;dan terpencil.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, penting untuk mengalokasikan dana yang cukup dalam inisiatif kesehatan masyarakat yang memajukan kesehatan perempuan.<\/p>\n<p>Anggaran kesehatan&nbsp; reproduksi dalam cakupan kesehatan masyarakat di dalam Anggaran Pembelanjaan Negara&nbsp;(APBN) saat ini, masih terlampau sedikit dan tidak proporsional dengan skala masalah yang&nbsp;ada.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga harus diperbaiki agar sejalan dengan tujuan Pemerintah Indonesia untuk&nbsp;menekan AKI dan mencapai sasaran SDGs 2030,&#8221; tegas Nanda.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24688387\/hari-lansia-nasional-banyak-lansia-tak-miliki-bpjs-kesehatan\">Baca: Banyak lansia tak miliki BPJS Kesehatan<\/a><\/p>\n<p>SAWG juga menekankan pentingnya partisipasi dan keterlibatan masyarakat sipil dalam mendukung upaya pencapaian kesehatan dalam RUU Kesehatan.<\/p>\n<p>Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa kebijakan yang ditetapkan dapat tepat sasaran.<\/p>\n<p>Partisipasi masyarakat pada upaya pencapaian kesehatan selama ini telah berjalan secara organik,&nbsp;dan diharapkan dapat semakin kuat berkontribusi pada penyediaan layanan kesehatan yang&nbsp;berkelanjutan serta efektif menyasar ke penjuru pelosok Indonesia.<\/p>\n<p>Koalisi SAWG menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menegaskan pentingnya bahasan RUU Kesehatan dalam upaya memajukan kesehatan dan kesejahteraan perempuan.<\/p>\n<p>SAWG&nbsp; mendesak semua pemangku kepentingan, termasuk&nbsp;pembuat kebijakan, masyarakat sipil, dan publik, untuk tidak mempolitisasi dan terus&nbsp;mengawal proses dan muatan-muatan di dalam RUU Kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita bekerja sama&nbsp;menuju masa depan di mana hak-hak seksual dan reproduksi sepenuhnya diwujudkan,&nbsp;dilindungi, dan dihormati tanpa stigma dan diskriminasi,&#8221; pungkas Nanda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Save All Women and Girls (SAWG) menyerukan agar layanan berkenaan&nbsp;kesehatan seksual dan reproduksi, terutama bagi korban kekerasan seksual dan kelompok&nbsp;rentan dalam RUU Kesehatan diatur dengan standar hak asasi manusia dan prinsip layanan yang komprehensif dan berpusat pada pasien. Koalisi yang beranggotakan&nbsp;organisasi dan individu yang fokus pada advokasi pemenuhan hak kesehatan&nbsp;seksual dan reproduksi (HKSR) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":23102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5903,5904],"class_list":["post-23101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kesehatan-seksual","tag-korban-kekerasan-seksual"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23101"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23101\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}