{"id":23198,"date":"2026-07-30T02:41:59","date_gmt":"2026-07-30T02:41:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23198"},"modified":"2026-07-30T02:41:59","modified_gmt":"2026-07-30T02:41:59","slug":"brin-kembangkan-pestisida-ramah-lingkungan-berbasis-mikroorganisma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23198","title":{"rendered":"BRIN Kembangkan Pestisida Ramah Lingkungan Berbasis Mikroorganisma"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> 7cloud.asia<\/strong> &#8211; Lewat Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) Organisasi Hayati dan Lingkungan (ORHL), BRIN menandatangani kerja sama dengan PT Anugerah Mustika Ostindo tentang Teknologi Pestisida Ramah Lingkungan berbasis Bakteri Bacillus dan Kapang Trichoderma dalam Asap Cair.<\/p>\n<p>Penandatanganan kerjasama pengembangan pestisida ramah lingkungan ini berlangsung di Gedung Teratai Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN, Cibinong, pada akhir April lalu.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Manajer Penelitian dan Pengembangan PT. Anugerah Mustika Ostindo, Radix Setiawan, mengungkapkan alasan&nbsp; memilih formula bakteri Bacillus dan kapang Trichoderma dalam asap cair sebagai bahan&nbsp;pestisida ramah lingkungan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Dari prototipe yang sudah dibuat oleh BRIN, musuh alami dari penyakit yang kita ingin kendalikan, sudah ada buktinya berupa tulisan, jurnal, dan produk prototipe pestisida ramah lingkungan ini,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Radix berharap sesuai tahapan kerja, pada tahun 2024 sudah ada target produk&nbsp;pestisida ramah lingkungan yang dapat diaplikasikan dengan baik.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami secara umum siap berkolaborasi dan mendukung terhadap riset yang dilakukan Tim periset PRMT BRIN baik sumberdaya, sarana dan finansial, bisa kita support.&nbsp; Kita harapkan dengan kerjasama selalu akan ada manfaat yang bisa dapatkan bersama-sama dan terus bertambah tidak stagnan disatu sisi,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24664372\/minyak-sawit-antara-alternatif-ketahanan-pangan-dan-ancaman-bagi-lingkungan\">Baca: Sawit, antara alternatif ketahanan pangan dan ancaman pada lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Kepala PRMT BRIN, Ahmad Fathoni menegaskan bahwa tak hanya hilirisasi hasil riset, namun implementasi riset juga bermuara pada tahap komersialisasi. Oleh karena itu, penting untuk merancang program dalam menjawab problem riil stakeholders.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam hal kerja sama, merancang kegiatan basisnya yang pertama adalah permasalahan yang ada di mitra, setelah dibawa ke laboratorium, kita kembangkan untuk penyelesaian. Kedua, basisnya kita komitmen sama-sama kembangkan kebutuhan terhadap produk yang kemungkinan semakin besar,&#8221; terang Fathoni.<\/p>\n<p>&#8220;Dari aspek riset dan development, BRIN kemudian melakukam pengujian pestisida ramah lingkungan ini di lapangan dengan mitra. Kalau sudah terbangun eskosistem, kami cukup yakin hasil-hasil riset yang dihasilkan tepat sasaran dan teknologi tepat guna bisa digunakan oleh mitra kami,&#8221; sambung Fathoni.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Fathoni mengatakan, Tantangan kita adalah teknologi translasi yaitu bagaimana menghantarkan hasil riset dari laboratorium ke lapangan.<\/p>\n<p>&#8220;Ini yang masih menjadi tantangan. Karena setelah diuji laboratorium bagus, belum tentu setelah lapangan aktivitas sama. Ke depan yang perlu dipikirkan adalah standarisasi proses dan kualitas produk, BRIN mendukung tenaga ahli, dan peralatan analisis untuk membuktikan (bahwa) secara activititas teruji yang memenuhi standar,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24684108\/kaca-dan-plastik-mana-yang-lebih-ramah-lingkungan\">Baca: Kaca dan plastik, man alebih ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Fathoni berharap, kerja sama yang sepakati bisa jangka panjang, tidak hanya mengembangkan produk tetapi harus sampai ke implementasi produk pestisida ramah lingkungan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Intinya kita melanjutkan kerja sama yang sebelumnya sudah dilakukan inisiasi sejak tahun 2004 yakni teknologi biopeptisida pemanfaatan mikroba tertentu yang fokus di (industri perkebunan, seperti)&nbsp; kelapa sawit,&#8221; harap Fathoni.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Radix juga menyambut baik kesepakatan dengan BRIN.&nbsp; &#8220;Kegiatan riset yang telah dikembangkan peneliti BRIN dapat memberikan nilai tambah khususnya dalam pengembangan dan pemasaran produk untuk upaya optimalisasi lahan-lahan marginal,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Koordinator Kerja Sama sekaligus Ketua Kelris Pemulihan Mikrobiologis, PRMT BRIN, Novik Nurhidayat&nbsp; mengungkapkan harapannya agar kerja sama riset dapat berjalan sampai di ujung masyarakat pengguna.<\/p>\n<p>&#8220;Kerja sama laboratorium kami dengan banyak perusahaan sudah berjalan lama, beberapa produk inventif dan inovatif berbasis miktroorganisma sudah dikembangkan dan digunakan dalam banyak industri dan dimanfaatkan masyarakat banyak,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24684123\/segera-ubah-pola-konsumsi-untuk-merawat-keanekaragaman-hayati\">Baca: Ubah pola konsumsi untuk rawat keanekaragaman hayati<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Intinya pada kerja sama yang disepakati kali ini, adalah kita menggabungkan kekuatan sumber daya mikroorganisma terpilih dan juga beberapa bahan alami terseleksi untuk melawan serangan penyakit pada tanaman industri seperti sawit, mulai dari bawah sampai ke atas, buah, kita coba dan hasilnya sudah terlihat di perkebunan sawit di Belitung Barat,&#8221; ungkap Novik.<\/p>\n<p>Perwakilan PT Anugerah Mustika Otsindo, Rizki Anugerah, sebagai manager produksi&nbsp; mengharapkan ke depan masih ada kerja sama-kerja sama yang lain.<\/p>\n<p>&#8220;Kami masih perlu bimbingan dari BRIN. Kerja sama ini masih panjang dan jangan hanya sampai di sini saja. Kami berharap ke depan akan ada produk-produk lain yang bisa kita telurkan Bersama,&#8221; pungkasnya.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Lewat Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) Organisasi Hayati dan Lingkungan (ORHL), BRIN menandatangani kerja sama dengan PT Anugerah Mustika Ostindo tentang Teknologi Pestisida Ramah Lingkungan berbasis Bakteri Bacillus dan Kapang Trichoderma dalam Asap Cair. Penandatanganan kerjasama pengembangan pestisida ramah lingkungan ini berlangsung di Gedung Teratai Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN, Cibinong, pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":23199,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[935,206],"class_list":["post-23198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pestisida","tag-ramah-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23198"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23198\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}