{"id":23210,"date":"2026-07-30T02:42:02","date_gmt":"2026-07-30T02:42:02","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23210"},"modified":"2026-07-30T02:42:02","modified_gmt":"2026-07-30T02:42:02","slug":"cerita-cerita-tuli-pameran-foto-tentang-keseharian-disabilitas-tuli-di-kota-solo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23210","title":{"rendered":"Cerita-cerita Tuli: Pameran Foto tentang Keseharian DIsabilitas Tuli di Kota Solo"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p>Foto: Gerkatin Solo<\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Menjadi disabilitas tuli yang hidup di tengah masyarakat yang mayoritas warganya berkomunikasi secara verbal menjadi tantangan tersendiri.&nbsp;<\/p>\n<p>Disabilitas tuli memiliki cara berkomunikasi dan budayanya sendiri. Sayangnya,&nbsp;masih banyak ruang publik di kota yang belum menyediakan fasilitas yang memadai untuk mengakomodasi kebutuhan disabilitas Tuli ini.<\/p>\n<p>Ketiadaan fasilitas publik yang memadai, membuat disabilitas Tuli harus mencari siasat tersendiri untuk dapat beraktivitas sehari-hari sebagaimana warga lainnya.<\/p>\n<p>Perbedaan cara berkomunikasi, baik di sekolah maupun di tempat kerja, menjadi hambatan pendidikan yang dialami sebagian disabilitas Tuli baik dalam mengikuti pelajaran maupun bersosialisasi.<\/p>\n<p>Untuk mengatasinya, disabilitas Tuli bersiasat dan mengandalkan bantuan di sekitar mereka serta sumber daya yang mereka punya.<\/p>\n<p>Berkat usaha-usaha yang telah dilakukan oleh komunitas Tuli di Indonesia, saat ini kesadaran masyarakat terhadap keberadaan disabilitas Tuli serta penggunaan Bahasa Isyarat terus meningkat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24574949\/anak-penyandang-disabiltas-jadi-korban-kekerasan-seksual-di-jakbar-bagaimana-tanggung-jawab-lingkungan\">Baca: Anak disabilitas jadi korban kekerasan, bagaimana tanggung jawab lingkungan?<\/a><\/p>\n<p>Bagaimana keseharian disabilitas Tuli di tengah kehidupan kota yang lebih mengutamakan warga yang bisa mendengar, dipamerkan dalam pameran foto bertajuk Cerita-cerita Tuli.<\/p>\n<p>&#8220;Media foto dipilih karena teman-teman Tuli yang tergabung di Gerkatin sangat visual. Untuk menggambarkan tantangan yang dihadpai, medium foto dinilai yang paling tepat,&#8221;&nbsp;terang&nbsp;Vanesha Manuturi, Manajer Komunikasi dan Advokasi Kota Kita saat dihubungi 7cloud.asia melalui sambungan telepon Senin (22\/5\/2023)<\/p>\n<p>Pameran yang mulai digelar pada 21 hingga 27&nbsp; Mei 2023&nbsp; mengulik keseharian disabilitas Tuli yang seringkali luput dalam diskusi perkotaan melalui kumpulan foto tentang pengalaman sehari-hari disabilitas Tuli di kota Solo,&#8221;&nbsp;<\/p>\n<p>Foto-foto itu memotret dari cara berkomunikasi, kesulitan sehari-hari, hingga harapan dan aspirasi dari teman-teman Tuli.<\/p>\n<p>Melalui cerita-cerita ini, ujar Vanesha, kami berharap untuk bisa mendorong fasilitas dan kebijakan publik yang lebih mudah diakses untuk teman disabilitas Tuli.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24574395\/perempuan-dengan-down-syndrome-rentan-alami-kekerasan-tapi-sering-diabaikan\">Baca: Perempuan down syndrome rentan alami kekerasan tapi sering diabaikan<\/a><\/p>\n<p>Vanesha menambahkan, foto yang dipamerkan di Zine ini merupakan hasil dari Lokakarya Photovoice yang diadakan oleh Yayasan Kota Kita, Gerkatin Solo, dan Ruang Atas dengan dukungan Voice, sepanjang bulan Februari hingga Maret 2023.<\/p>\n<p>Dalam Lokakarya Photovoice, peserta diajak untuk mengambil foto yang menjawab serangkaian pertanyaan terbuka tentang keseharian dan kebutuhan di ruang publik.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah Foto-foto individu, sedangkan tantangannya telah didisikusikan bersama,&#8221; imbuh Vanesha.<\/p>\n<p>Dalam diskusi tersebut, sebanyak 16 peserta diberi keleluasaan untuk mengambil foto sesuai dengan keseharian masing-masing. Dalam kelompok kecil berisi 4&ndash;5 orang, peserta diajak untuk bercerita dan berdiskusi tentang foto yang akan diambil.<\/p>\n<p>Cerita-cerita yang ada dikumpulkan dan dirangkai menjadi cerita kolektif mengenai kebutuhan, tantangan, dan aspirasi Tuli untuk membangun kota Solo yang lebih inklusif.<\/p>\n<p>Hasilnya sejumlah foto dengan cerita yang sangat beragam. Afrizal misalnya, memotret ruang gambar tempat ia praktik di kampus.<\/p>\n<p>&#8220;Sehari-hari, saya berkuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual. Sebagai Tuli yang memiliki hambatan komunikasi, materi perkuliahan baik teori maupun praktik membingungkan dan sulit saya mengerti. Namun, keberadaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) amat membantu kami dalam belajar lebih cepat dan lebih nyaman,&#8221; demikian ia menjelaskan fotonya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24574164\/knd-belum-ada-kebijakan-afirmatif-terkait-keterwakilan-disabilitas-di-pemilu-2024\">Baca: Mengkaji keterlibatan kelompok disabilitas dalam pemilu<\/a><\/p>\n<p>Sedangkan Eza memotret kesulitan yang dialaminya saat belajar di sekolah.<\/p>\n<p>&#8220;Guru-guru di sekolah tidak bisa berbahasa Isyarat dan seringkali berbicara dengan cepat, ditambah lagi, terkadang tidak menggunakan papan tulis yang bisa membantuku memahami informasi melalui teks&#8221; demikian teks yang dituliskannya.<\/p>\n<p>Lain lagi cerita Najwa yang menceritakan bagaimana hampir semua teman di sekolahnya&nbsp; tidak bisa berbahasa Isyarat yang membuatnya kesulitan berteman dan bekerja.<\/p>\n<p>&#8220;Pernah, aku menawarkan teman-temanku untuk belajar BISINDO, namun mereka sering kali menolak dengan alasan sering lupa. Aku berharap, banyak teman-teman Dengar mau belajar Isyarat,&#8221; demikian Najwa menuliskan harapannya.<\/p>\n<p>Sedangkan dela memotret bagaimana usahanya untuk terus&nbsp;bisa mengikuti perkuliahan.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Aku menggunakan web captioner dan berbagai cara lainnya, misalnya merekam perkuliahan, juga bertanya pada teman-teman, untuk membantu hari-hariku di kampus,&#8221; tulis Dela untuk caption fotonya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24573318\/ini-alasan-cinta-laura-kiehl-layak-dijadikan-panutan\">Baca: Sikap Bijak Cinta Laura<\/a><\/p>\n<p>Mendapatkan pekerjaan juga menjadi tantangan tersendiri bagi disabilitas tuli. Ruang dan kesempatan kerja yang tersedia untuk mereka bisa dibilang masih sangat terbatas. Masih banyak&nbsp;orang yang ragu dan bahkan menolak untuk mempekerjakan disablitas Tuli.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Ada anggapan &lsquo;repot&rsquo; untuk mempekerjakan orang Tuli di lingkungan kerja yang mayoritas dengar. Dalam pekerjaan butuh kerja tim yang bergantung pada komunikasi. Apabila dalam tim tidak ada pengguna Bahasa Isyarat, lantas, bagaimana bisa berkomunikasi dengan baik dan tidak canggung?&#8221; demikian suara Bima terkait kesempatan kerja bagi disabilitas Tuli.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Menyaksikan foto-foto ini menyadarkan kita, betapa selama ini ruang publik yang ada kurang memperhatikan wraga disabilitas termasuk teman-teman tuli. Namun menurut Vanesha, sejak beberapa tahun ini&nbsp;Solo punya banyak catatan jadi kota inklusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">&#8220;Ini jadi satu semangat yang pas dirayakan di Kota Solo. Dan pameran ini menjadi&nbsp;cara kami untuk mengajak mempromosikan dan mendorong inlusifitas di kota-kota di Indonesia,&#8221; ujar Vanesha.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Gerkatin Solo 7cloud.asia &#8211;&nbsp;Menjadi disabilitas tuli yang hidup di tengah masyarakat yang mayoritas warganya berkomunikasi secara verbal menjadi tantangan tersendiri.&nbsp; Disabilitas tuli memiliki cara berkomunikasi dan budayanya sendiri. Sayangnya,&nbsp;masih banyak ruang publik di kota yang belum menyediakan fasilitas yang memadai untuk mengakomodasi kebutuhan disabilitas Tuli ini. Ketiadaan fasilitas publik yang memadai, membuat disabilitas Tuli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":23211,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[527,1974],"class_list":["post-23210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-disabilitas","tag-tuli"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23210"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23210\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}