{"id":23222,"date":"2026-07-30T02:42:05","date_gmt":"2026-07-30T02:42:05","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23222"},"modified":"2026-07-30T02:42:05","modified_gmt":"2026-07-30T02:42:05","slug":"ini-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-kurangi-sampah-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=23222","title":{"rendered":"Ini yang Bisa Kita Lakukan untuk Kurangi Sampah Makanan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Makanan yang terbuang akan menjadi limbah atau sampah makanan terbukti memicu masalah serius bagi lingkungan.<\/p>\n<p>Sampah makanan tak hanya membuat banyak sumber daya yang telah digunakan terbuang sia-sia. Sampah makanan juga memicu produksi metana, gas ruang kaca yang lebih berbahaya dibanding karbondioksida.<\/p>\n<p>Pencegahan produksi sampah makanan bisa dilakukan baik oleh konsumen, produsen, maupun pemerintah lewat kebijakan.<\/p>\n<p>Sebagai konsumen kita dapat melakukan sejumlah langkah sederhana yang terbukti efektif mengurangi dampak yang ditimbulkan sampah makanan pada lingkungan.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24682913\/seperti-ini-dampak-sampah-makanan-pada-lingkungan\">Baca: Sampah makanan timbulkan masalah serius bagi lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau mengurangi produksi sampah makanan agar tidak mencemari lingkungan.<\/p>\n<p>1. Memanfaatkan sisa makanan sebaik mungkin dengan membuat makanan baru untuk dimakan keesokan hari daripada membuangnya<\/p>\n<p>2. Menyimpan makanan dengan benar supaya tidak mudah busuk<\/p>\n<p>3. Merencanakan menu makanan dengan porsi yang sesuai kebutuhan supaya makanan tidak terbuang nantinya dan dapat menghemat uang. Kita bisa meminta porsi yang lebih kecil jika makan di restoran.<\/p>\n<p>4. Mengubah pola makan kita menjadi pola makan yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, dengan membatasi daging (memproduksi 1,9 pon daging melepaskan 28,6 pon CO\u2082, serta menggunakan sejumlah besar tanah dan air untuk produksinya)<\/p>\n<p>5. Mengonsumsi susu serta menjadikan buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan sebagai makanan pokok.<\/p>\n<p>6. Memeriksa kulkas atau lemari penyimpanan sebelum pergi berbelanja dan mendaftar apa saja yang dibutuhkan untuk dibeli<\/p>\n<p>6. Memahami perbedaan tanggal&nbsp;<em>expired&nbsp;<\/em>(kedaluwarsa) dengan&nbsp;<em>best before&nbsp;<\/em>(baik digunakan sebelum). Tanggal&nbsp;<em>best before&nbsp;<\/em>(baik digunakan sebelum) hanyalah panduan kapan produk akan melewati masa terbaiknya sehingga tidak apa-apa untuk memakannya setelah tanggal, selama belum busuk, berjamur, berbau, berubah rasa, atau melewati tanggal kedaluwarsa (jika tertera)<\/p>\n<p>7. Buah-buahan yang bentuknya salah atau &ldquo;jelek&rdquo; tidak selalu buruk dan masih bisa dibeli dan digunakan dalam masakan seperti sup<\/p>\n<p>8. Membekukan makanan jika tidak dipakai segera, bahkan juga untuk susu. Di beberapa tempat, terutama negara berkembang, pendinginan tidak selalu praktis.<\/p>\n<p>Salah satu pilihannya adalah dengan mengeringkan makanan atau bisa juga menyimpannya dalam wadah penyimpanan tahan lembab<\/p>\n<p>9. Terakhir, alih-alih membuang semua makanan makanan yang sudah tidak layak konsumsi, beberapa di antaranya dapat digunakan kembali sebagai pakan ternak. Kita juga bisa membantu tanah dengan membuat kompos dari sisa makanan daripada membuangnya<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24682387\/kurangi-sampah-plastik-dengan-sistem-isi-ulang-dari-siklus\">Baca: Dengan sistem isi ulang Siklus, kita bisa kurangi sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Selain sembilan langkah di atas, kita juga dapat mengurangi sampah makanan dengan mengatur&nbsp;cara penyimpanan makanan di kulkas supaya tetap segar, awet, dan tidak cepat busuk atau rusak.<\/p>\n<p>Sedangkan bagi produsen atau pemasok dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk mengurangi sampah makanan.<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\">\n<ul>\n<li>Peningkatan perencanaan produksi, selaras dengan pasar<\/li>\n<li>Menyeimbangkan produksi dengan permintaan, yang berarti penggunaan sumber daya alam lebih sedikit untuk menghasilkan makanan<\/li>\n<li>Lebih banyak upaya harus dilakukan untuk mengembangkan proses pemanenan, penyimpanan, pemrosesan, dan pendistribusian makanan yang lebih baik. Jika terjadi kelebihan pasokan, harus mengambil langkah untuk mendistribusikan kembali makanan atau mengirimkannya kepada orang-orang yang membutuhkan<\/li>\n<li>Memiliki data yang akurat untuk melihat di titik mana biasa terjadi&nbsp;<em>food loss&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>food waste<\/em><\/li>\n<li>Menerapkan inovasi misalnya dengan membuat platform&nbsp;<em>e-commerce<\/em>&nbsp;untuk pemasaran atau sistem pemrosesan makanan yang dapat ditarik<\/li>\n<li>Pengemasan makanan yang lebih baik serta melonggarkan peraturan dan standar tentang persyaratan estetika untuk buah dan sayuran<\/li>\n<li>Penggunaan peti selama pengangkutan telah mengurangi&nbsp;<em>food loss<\/em>&nbsp;dari sayuran dan buah-buahan hingga 87 persen. Di mana peti menggantikan kantong plastik sekali pakai, ini juga membawa manfaat lingkungan<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Bagi&nbsp;<em>Supermarket&nbsp;<\/em>dan Toko Grosir<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><em>Supermarket&nbsp;<\/em>dapat menurunkan harga makanan yang mungkin dianggap &ldquo;tidak sempurna&rdquo; atau &ldquo;jelek&rdquo;. Harus juga memperhatikan tanggal &ldquo;<em>best before<\/em>&rdquo; atau &ldquo;baik digunakan sebelum&rdquo; pada makanan yang dijual. Dengan begitu, makanan yang benar-benar enak tidak akan dibuang<\/li>\n<li><em>Supermarket<\/em>&nbsp;juga dapat menyumbangkan makanan yang tidak dijual<\/li>\n<li>Mengidentifikasi dimana pemborosan terjadi<\/li>\n<li>Jika memang harus dibuang, beberapa dapat diberikan untuk pakan ternak masyarakat setempat<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Bagi Pemerintah<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Insentif pemerintah untuk mendukung aksi mengurangi tingkat&nbsp;<em>food loss&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>food waste<\/em>&nbsp;serta kolaborasi di seluruh rantai pasokan<\/li>\n<li>Mengadakan pelatihan, mendukung teknologi dan inovasi, termasuk untuk produsen skala kecil<\/li>\n<li>Memfasilitasi pengadaan bank makanan<\/li>\n<li>Memfasilitasi akses petani ke konsumen dengan menjadikan rantai nilai yang lebih pendek melalui pasar petani<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Bagi Sektor Swasta<\/strong><\/p>\n<p>Organisasi publik tidak dapat secara langsung mengurangi&nbsp;<em>food loss&nbsp;<\/em>dan<em>&nbsp;food waste<\/em>&nbsp;tetapi mereka sangat diperlukan dalam memfasilitasi tindakan dari sektor swasta melalui:<\/p>\n<ul>\n<li>Penciptaan lingkungan yang mendukung kebijakan dan kelembagaan<\/li>\n<li>Penciptaan iklim investasi yang menguntungkan serta memastikan bahwa semua pelaku rantai, termasuk perempuan dan produsen kecil, menerima bagian yang adil dari manfaat<\/li>\n<li>Peningkatan kesadaran dan advokasi<\/li>\n<li>Pengembangan kemitraan dan aliansi<\/li>\n<li>Dukungan untuk produk dan proses inovatif<\/li>\n<li>Pengembangan kapasitas di tingkat rantai pasokan dan kelembagaan<\/li>\n<\/ul>\n<\/figure>\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\">Sumber: ui.ac.id baca artikel asli <a href=\"https:\/\/envihsa.fkm.ui.ac.id\/2022\/05\/25\/food-loss-food-waste-ketika-makanan-yang-terbuang-menjadi-masalah-bagi-lingkungan\/\">di sini<\/a><\/figure>\n<\/p><\/div>\n<h2>&nbsp;<\/h2>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Makanan yang terbuang akan menjadi limbah atau sampah makanan terbukti memicu masalah serius bagi lingkungan. Sampah makanan tak hanya membuat banyak sumber daya yang telah digunakan terbuang sia-sia. Sampah makanan juga memicu produksi metana, gas ruang kaca yang lebih berbahaya dibanding karbondioksida. Pencegahan produksi sampah makanan bisa dilakukan baik oleh konsumen, produsen, maupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,285],"class_list":["post-23222","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-sampah-makanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23222"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23222\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}