{"id":2439,"date":"2026-07-30T00:31:18","date_gmt":"2026-07-30T00:31:18","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2439"},"modified":"2026-07-30T00:31:18","modified_gmt":"2026-07-30T00:31:18","slug":"perubahan-iklim-membuat-kehidupan-perempuan-di-pulau-pulau-kecil-makin-sulit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2439","title":{"rendered":"Perubahan Iklim Membuat Kehidupan Perempuan di Pulau-pulau Kecil Makin Sulit"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dampak perubahan iklim sudah sangat dirasakan kelompok perempuan di Maluku yang sebagian besar tinggal di pulau-pulau kecil.<\/p>\n<p>Seperti diketahui Maluku terdiri dari 1.412 pulau kecil, dan sebagian besar wilayahnya berupa laut.<\/p>\n<p>Berbicara dalam diskusi publik&nbsp;bertajuk&nbsp;&ldquo;Perempuan Pembela HAM di Garis Depan Perlindungan Lingkungan dan Perjuangan Keadilan Iklim&rdquo; Daniella Loupatty dari Yayasan Walang Perempuan mengatakan, Perubahan iklim membuat banjir makin sering terjadi.<\/p>\n<p>Diskusi ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women&rsquo;s Day\/IWD) 2026 yang diselenggarakan WALHI bersama Konsorsium PARARA.<\/p>\n<p>Perubahan iklim&nbsp;telah mengakibatkan permukaan air laut terus meningkat. Kenaikan muka air laut ini selanjutnya mengancam desa-desa pesisir yang banyak terdapat di Maluku.<\/p>\n<p>Di musim kemarau sering terjadi kekeringan. Ketika sumber air mengering, perempuan di Pulau Kecil harus menyeberangi laut untuk mendapatkan air bersih dari pulau lain.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243043817\/perubahan-iklim-pencemaran-dan-dampak-yang-dirasakan-warga-pulau-kecil-di-indonesia\">Baca: Perubahan iklim mengancam ruang hidup di pulau kecil<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kadang kami harus menghadapi ombak besar dengan menggunakan perahu kecil, tapi ini harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga,&ldquo; terang perempuan yang biasa disapa Ella ini.<\/p>\n<p>Perubahan iklim juga membuat laut makin rusak. Pemanasan global menyebabkan suhu permukaan laut meningkat yang memicu pemutihan karang (<em>coral bleaching<\/em>) yang merusak ekosistem terumbu karang, tempat nelayan Saparua menggantungkan hidupnya<\/p>\n<p>Perubahan iklim juga memicu kerentanan di sektor pertanian dan perikanan, di mana kalender musim nelayan menjadi tidak menentu.<\/p>\n<p>Petani menghadapi kesulitan akibat cuaca yang tidak menentu sehingga menurunkan hasil panen pertanian mereka.<\/p>\n<p>Luasan kebun sagu juga jauh berkurang karena lahan beralih fungsi menjadi pemukiman dan fasilitas publik lainnya.<\/p>\n<p>Dengan berkurangnya luas kebun sagu membuat warga terpaksa beralih mengonsumsi beras. Padahal beras harus didatangkan dari pulau lain di Maluku, sehingga secara tidak langsung kedaulatan pangan tergerus.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24565643\/ribuan-desa-pesisir-di-indonesia-timur-terancam-krisis-akibat-perubahan-iklim\">Baca: Ribuan desa pesisir di Indonesia Timur terancam akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Perubahan iklim juga mengakibatkan kekeringan dan ketersediaan air. Di mana peningkatan suhu meningkatkan penguapan, yang dapat mengurangi ketersediaan air tanah dan menyebabkan kekeringan berkepanjangan.<\/p>\n<p>&ldquo;Apalagi di pulau-pulau kecil yang daerah resapannya sangat terbatas,&ldquo; imbuh Ella Loupatty.<\/p>\n<p>Kondisi ini mengakibatkan perempuan di Pulau Saparua harus bekerja lebih berat untuk memastikan keluarganya tetap bisa makan. Pun demikian dengan laki-laki yang bekerja sebagai nelayan<\/p>\n<p>Mereka harus melaut lebih jauh, sehingga butuh lebih banyak BBM sementara hasil tangkapan ikan yang terus menurun.<\/p>\n<p>Untuk memitigasi kondisi ini, Yayasan Walang Perempuan telah menyusun rencana aksi untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.<\/p>\n<p>Yayasan Walang mengajak perempuan untuk melakukan konservasi mangrove secara mandiri dan mengadopsi metode pertanian adaptif, seperti penanaman tumpang sari dan pemanenan air hujan untuk mengatasi kekeringan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dampak perubahan iklim sudah sangat dirasakan kelompok perempuan di Maluku yang sebagian besar tinggal di pulau-pulau kecil. Seperti diketahui Maluku terdiri dari 1.412 pulau kecil, dan sebagian besar wilayahnya berupa laut. Berbicara dalam diskusi publik&nbsp;bertajuk&nbsp;&ldquo;Perempuan Pembela HAM di Garis Depan Perlindungan Lingkungan dan Perjuangan Keadilan Iklim&rdquo; Daniella Loupatty dari Yayasan Walang Perempuan mengatakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[173],"class_list":["post-2439","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2439\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}