{"id":2499,"date":"2026-07-30T00:31:29","date_gmt":"2026-07-30T00:31:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2499"},"modified":"2026-07-30T00:31:29","modified_gmt":"2026-07-30T00:31:29","slug":"laporan-terbaru-sebut-penurunan-populasi-spesies-migrasi-berlangsung-lebih-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2499","title":{"rendered":"Laporan Terbaru Sebut Penurunan Populasi Spesies Migrasi Berlangsung Lebih Cepat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Laporan sementara yang memberikan pembaruan terhadap laporan penting <em>State of the World&rsquo;s Migratory Species (2024)<\/em> menyebutkan bahwa 49 persen populasi spesies migrasi yang dilestarikan oleh perjanjian global PBB mengalami penurunan.<\/p>\n<p>Laju penurunan &nbsp;spesies migrasi&nbsp;ini mengalami peningkatan hingga 5 persen hanya dalam dua tahun.<\/p>\n<p>Laporan itu juga menyebut 24 persen &nbsp;spesies migrasi menghadapi kepunahan di mana angka ini menunjukkan peningkatan hingga 2 persen.<\/p>\n<p>Peringatan baru ini akan dipresentasikan pada Pertemuan ke-15 Konferensi Para Pihak Konvensi tentang Konservasi Spesies Hewan Liar Migrasi (CMS COP15), di Campo Grande, Brasil, pada tanggal 23-29 Maret.<\/p>\n<p>Adapun CMS COP merupakan sebuah perjanjian yang mengikat secara hukum dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,<\/p>\n<p>COP yang akan berlangsung selama seminggu ini merupakan salah satu pertemuan global terpenting untuk konservasi satwa liar.<\/p>\n<p>Dengan perhatian politik tingkat tinggi dari Brasil sebagai tuan rumah, pertemuan ini akan membahas serangkaian tindakan ambisius yang menangani aspek vital dari krisis keanekaragaman hayati global.<\/p>\n<p>Miliaran individu hewan liar akuatik, unggas, dan darat bermigrasi melintasi daratan, sungai, lautan, dan langit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246044344\/setiap-pergantian-musim-jutaan-burung-melakukan-migrasi-pembangunan-kota-jadi-kendala\">Baca: Pembangunan kota menghalangi migrasi burung<\/a><\/p>\n<p>Mereka sangat penting demi berfungsinya alam dan kesejahteraan manusia, melakukan penyerbukan tanaman, mengangkut nutrisi, mengatur ekosistem, mengendalikan hama, menyimpan karbon, dan menopang mata pencaharian dan budaya di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Kelangsungan hidup mereka bergantung pada tindakan terkoordinasi di sepanjang jalur migrasi mereka, yang dapat melintasi berbagai perbatasan negara dan bahkan benua.<\/p>\n<p>Dikembangkan untuk CMS oleh Pusat Pemantauan Konservasi Dunia Program Lingkungan PBB (UNEP-WCMC) dan kontributor lainnya, laporan sementara ini melacak perubahan signifikan dalam status konservasi spesies migrasi dan menyoroti tren yang muncul untuk memberikan informasi baru yang berfokus pada:<\/p>\n<p>Perubahan signifikan baru-baru ini dilakukan dalam status konservasi spesies yang terdaftar di bawah Konvensi Spesies Migrasi (terdaftar CMS) sejak tahun 2024, berdasarkan data dari Daftar Merah Spesies Terancam IUCN.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Tren populasi yang baru dilaporkan dan perubahan risiko kepunahan yang didokumentasikan dalam literatur ilmiah.<\/p>\n<p>Laporan baru ini didasarkan pada data terbaru yang tersedia, termasuk perubahan signifikan dalam status konservasi, tren populasi yang baru dilaporkan, dan kemajuan terkini dalam mengidentifikasi dan melindungi habitat kritis dan jalur migrasi.<\/p>\n<p>Pembaruan terfokus ini memberikan bukti terbaru yang tersedia kepada Para Pihak menjelang pembahasan COP15, membantu mengidentifikasi area prioritas untuk tindakan sebelum laporan lengkap berikutnya pada tahun 2029 di COP16.<\/p>\n<p>Eksploitasi berlebihan, dan hilangnya serta fragmentasi habitat, adalah dua ancaman terbesar bagi spesies migrasi di seluruh dunia, catat Sekretaris Eksekutif CMS Amy Fraenkel.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245620598\/mengenali-migrasi-tahunan-burung-layang-layang-tempuh-jarak-ribuan-kilometer\">Baca: Migrasi tahunan burung layang-layang<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Laporan global pertama adalah peringatan Pembaruan sementara ini menunjukkan bahwa alarm masih berbunyi,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Beberapa spesies merespons tindakan konservasi yang terkoordinasi, tetapi terlalu banyak yang terus menghadapi tekanan yang meningkat di sepanjang jalur migrasi mereka.<\/p>\n<p>Kita harus menanggapi bukti ini dengan tindakan internasional yang terkoordinasi dan efektif.&rdquo;<\/p>\n<p>Laporan tersebut menggarisbawahi perlunya tindakan untuk meningkatkan status semua spesies migrasi yang terdaftar dalam Konvensi, tetapi yang paling mendesak adalah spesies yang terdaftar dalam Lampiran I CMS, di mana spesies migrasi yang terancam punah di seluruh atau sebagian besar wilayah jelajahnya terdaftar.<\/p>\n<p>Ke-188 spesies Lampiran I ini meliputi mamalia darat (28), mamalia air (23), burung (103), reptil (8), dan ikan (26).<\/p>\n<p>Negara-negara Pihak yang merupakan Negara Jangkauan bagi spesies yang terdaftar dalam Lampiran I diwajibkan untuk memberikan perlindungan yang ketat.<\/p>\n<p>Ini&nbsp;termasuk larangan pengambilan (seperti perburuan atau penangkapan), melindungi dan memulihkan habitat penting, dan mengatasi hambatan yang menghambat migrasi spesies tersebut.<\/p>\n<p>Di antara langkah-langkah lainnya, Inisiatif Global tentang Pengambilan Spesies Migrasi (GTI) diharapkan akan diluncurkan pada COP15.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247280315\/dari-dapur-para-perempuan-poso-melawan-dampak-pembangunan-plta\">Baca: Pembangunan PLTA Poso halangi migrasi sidat<\/a><\/p>\n<p>Inisiatif baru yang diprakarsai CMS ini dirancang untuk membantu pemerintah, para ahli, dan masyarakat setempat untuk memastikan bahwa setiap pengambilan spesies migrasi dilakukan secara legal, berkelanjutan, dan aman.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Fokusnya adalah pada temuan baru bahwa ancaman pengambilan untuk penggunaan domestik jauh lebih besar daripada perdagangan internasional.<\/p>\n<p>&ldquo;Jika kita hanya melakukan intervensi pada titik krisis, kita berisiko bertindak terlalu terlambat,&rdquo; kata Fraenkel.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan memperkuat tata kelola, pemantauan, legislasi, dan keterlibatan masyarakat di hulu, kita dapat mengurangi tekanan pada hewan-hewan luar biasa ini dan menempatkan mereka pada jalur pemulihan yang berkelanjutan.&rdquo;<\/p>\n<p>Meski demikian, laporan ini juga menggarisbawahi perkembangan yang menggembirakan, yakni:<\/p>\n<p>1. Kemajuan dalam pemetaan jalur migrasi untuk menginformasikan pengambilan keputusan. Inisiatif untuk memetakan migrasi semakin berkembang.<\/p>\n<p>Ini termasuk yang disorot dalam laporan ini &#8211; Inisiatif Global tentang Migrasi Ungulata (GIUM), sistem Konektivitas Migrasi di Laut (MiCO), dan pekerjaan BirdLife International untuk mengidentifikasi dan memetakan enam jalur migrasi laut utama.<\/p>\n<p>2. Kemajuan dalam mengidentifikasi dan melindungi habitat penting dan koridor migrasi.<\/p>\n<p>3. Pemulihan beberapa spesies melalui tindakan terkoordinasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Laporan sementara yang memberikan pembaruan terhadap laporan penting State of the World&rsquo;s Migratory Species (2024) menyebutkan bahwa 49 persen populasi spesies migrasi yang dilestarikan oleh perjanjian global PBB mengalami penurunan. Laju penurunan &nbsp;spesies migrasi&nbsp;ini mengalami peningkatan hingga 5 persen hanya dalam dua tahun. Laporan itu juga menyebut 24 persen &nbsp;spesies migrasi menghadapi kepunahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,860],"class_list":["post-2499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-spesies-migrasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}