{"id":2525,"date":"2026-07-30T00:31:39","date_gmt":"2026-07-30T00:31:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2525"},"modified":"2026-07-30T00:31:39","modified_gmt":"2026-07-30T00:31:39","slug":"musim-kemarau-2026-lebih-kering-dan-lebih-lama-ini-rekomendasi-bmkg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2525","title":{"rendered":"Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Lebih Lama, Ini Rekomendasi BMKG"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (4\/3\/2026) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi terbaru musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan akan datang lebih awal, dengan sifat yang lebih kering dari kondisi normal.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Deputi bidang Klimatologi BMKG Ardhasena mengingatkan, adanya potensi fenomena anomali iklim El Nino yang akan melanda Indonesia pada tahun 2026.<\/p>\n<p>Fenomena ini, menurut Ardhasena, akan membuat musim kemarau 2026 lebih kering dan berlangsung lebih lama.<\/p>\n<p>Sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247271913\/bmkg-ingatkan-potensi-el-nino-pada-2026-masyarakat-diimbau-bersiap-hadapi-kekeringan\">Baca: BMKG ingatkan potensi El Nino pada 2026<\/a><\/p>\n<p>Sementara puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026 yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) dan September (14,3 persen).<\/p>\n<p>&#8220;BMKG mengimbau agar informasi Prediksi Musim Kemarau 2026 ini dapat dijadikan sebagai bentuk peringatan dini atau early warning dan dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan untuk aksi dini atau early action,&#8221; kata Ardhasena.<\/p>\n<p>Untuk mengantisipasi musim kemarau 2026 yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama, BMKG menyampaikan sejumlah rekomendasi baik kepada Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, maupun masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk sektor pangan agar dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan kekeringan, dan siklus tanam lebih pendek,&#8221; ujar Ardhasena.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244156342\/pentingnya-merawat-sistem-pengan-lokal-cegah-krisis-pangan-akibat-el-nino\">Baca: Pentingnya sistem pangan lokal saat terjadi El Nino<\/a><\/p>\n<p>Sedangkan untuk sektor sumber daya air, melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air, serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat pada periode musim kemarau.<\/p>\n<p>Di sektor energi, BMKG mengimbau agar pihak terkait memastikan kapasitas air bendungan cukup memadai untuk operasional PLTA.<\/p>\n<p>Di sektor lingkungan, Pemerintah Daerah diminta menyiapkan mekanisme respons cepat untuk antisipasi kemungkinan penurunan kondisi kualitas udara.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Yang terakhir untuk sektor kehutanan dan kebencanaan, kita perlu kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau yang akan datang,&#8221; ucap Ardhasena.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (4\/3\/2026) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi terbaru musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan akan datang lebih awal, dengan sifat yang lebih kering dari kondisi normal. Dalam kesempatan itu, Deputi bidang Klimatologi BMKG Ardhasena mengingatkan, adanya potensi fenomena anomali iklim El Nino yang akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2526,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[989,350],"class_list":["post-2525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kering","tag-musim-kemarau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2525"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2525\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}