{"id":2531,"date":"2026-07-30T00:31:40","date_gmt":"2026-07-30T00:31:40","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2531"},"modified":"2026-07-30T00:31:40","modified_gmt":"2026-07-30T00:31:40","slug":"kekerasan-berakar-pada-sistem-pentingnya-istilah-kekerasan-berbasis-gender-terhadap-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2531","title":{"rendered":"Kekerasan Berakar pada Sistem: Pentingnya Istilah \u2018Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan\u2019"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor mengatakan, CATAHU 2025 kembali menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius dan berlapis di berbagai ranah kehidupan.<\/p>\n<p>Kekerasan berbasis gender terhadap perempuan terjadi baik di ruang personal, publik, maupun dalam relasi dengan negara. Data yang terhimpun menunjukkan bahwa rumah dan relasi intim masih menjadi ruang yang paling rentan bagi perempuan.<\/p>\n<p>&rdquo;Pada saat yang sama, pelaporan kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender online terus meningkat, memperlihatkan perubahan lanskap kekerasan di tengah perkembangan sosial dan digital,&rdquo; ujarnya saat peluncuran CATAHU Komnas Perempuan 2025, Jumat (6\/3\/2026).<\/p>\n<p>Komnas Perempuan mencatat, sepanjang 2025, terhimpun 376.529 kasus kekerasan berbasis gender. Angka tersebut meningkat sebesar 14,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/247280227\/komnas-perempuan-kasus-kekerasan-berbasis-gender-pada-2025-paling-tinggi-dalam-10-tahun\">Baca: Kekerasan berbasis gender pada 2025 paling tinggi dalam 10 tahun terakhir<\/a><\/p>\n<p>Data tersebut bersumber dari pengaduan ke Komnas Perempuan, pelaporan lembaga mitra dan kementerian\/lembaga, data penuntutan Kejaksaan Agung, serta data putusan pengadilan dari Badan Peradilan Agama (BADILAG) dan Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara.<\/p>\n<p>Namun, Maria Ulfah mengingatkan, angka yang tercatat belum sepenuhnya menggambarkan kenyataan yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Di balik setiap data terdapat pengalaman perempuan yang menghadapi ketakutan, stigma, ketimpangan relasi kuasa, serta hambatan struktural dalam mengakses keadilan. Fenomena gunung es masih menjadi tantangan bersama.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, dia menegaskan, penguatan sistem pendokumentasian, integrasi data lintas lembaga, dan pendekatan yang berperspektif korban menjadi semakin mendesak.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245461600\/20-tahun-uu-pdkrt-komnas-perempuan-sebut-setiap-jam-setidaknya-ada-3-perempuan-jadi-korban-kekerasan\">Baca: Komnas Perempuan sebut 3 perempuan jadi korban kekerasan setiap jam<\/a><\/p>\n<p>Melalui CATAHU tahun 2025, Komnas Perempuan menegaskan pentingnya penggunaan istilah &lsquo;Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan&rsquo; sesuai dengan kerangka hak asasi manusia internasional.<\/p>\n<p>Penegasan ini mengingatkan kita bahwa kekerasan terhadap perempuan bukanlah peristiwa individual yang berdiri sendiri, melainkan persoalan sosial yang berakar pada konstruksi gender dan ketimpangan kuasa.<\/p>\n<p>Karena itu, respons negara tidak boleh parsial. Negara wajib memastikan pencegahan yang efektif, penegakan hukum yang adil, pemulihan yang komprehensif, serta jaminan ketidak berulangan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Secara keseluruhan, CATAHU 2025 menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender terhadap perempuan merupakan persoalan sistemik yang membutuhkan respons terintegrasi.<\/p>\n<p>Penguatan pencegahan, integrasi sistem data lintas institusi, penegakan hukum yang berperspektif korban, serta pemulihan yang komprehensif menjadi langkah mendesak untuk memastikan hak perempuan atas rasa aman dan keadilan benar-benar terpenuhi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor mengatakan, CATAHU 2025 kembali menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius dan berlapis di berbagai ranah kehidupan. Kekerasan berbasis gender terhadap perempuan terjadi baik di ruang personal, publik, maupun dalam relasi dengan negara. Data yang terhimpun menunjukkan bahwa rumah dan relasi intim masih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[991,275],"class_list":["post-2531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kekerasan-berbasis-gender","tag-komnas-perempuan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}