{"id":2537,"date":"2026-07-30T00:31:41","date_gmt":"2026-07-30T00:31:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2537"},"modified":"2026-07-30T00:31:41","modified_gmt":"2026-07-30T00:31:41","slug":"hari-perempuan-internasional-memperjuangkan-kesetaraan-gender-dalam-aksi-iklim-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2537","title":{"rendered":"Hari Perempuan Internasional: Memperjuangkan Kesetaraan Gender dalam Aksi iklim Global"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Menyambut Hari Perempuan Internasional, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP), Inger Andersen mengingatkan kesetaraan gender dalam aksi iklim global.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya yang disampaikan di kantor pusat UNEP di Nairobi, Kenya&nbsp;pada Jumat (6\/3\/2026) Inger mengatakan kesetaraan gender telah diterapkan di sektor pendidikan, pun demikian dengan kesetaraan pendapatan.<\/p>\n<p>Tetapi kesetaraan gender belum sepenuhnya terwujud dalam aksi iklim, keanekaragaman hayati dan di kota-kota.<\/p>\n<p>&#8220;Seseorang lupa. Dan kita tidak boleh lupa. Ketika kita memikirkan gender, kita harus melihatnya melalui setiap lensa SDGs. Karena gender adalah elemen yang melampaui semuanya. Lagipula, kita berbicara tentang separuh umat manusia,&#8221; ujarnya<\/p>\n<p>Dia mengingatkan kepada segenap orang yang hadir, untuk tidak melupakan peran perempuan dalam mengelola dan melindungi sumber daya yang diandalkan, energi, keanekaragaman hayati, air, dan banyak lagi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245736669\/un-women-perubahan-iklim-turut-memicu-kemunduran-hak-hak-perempuan-dunia\">Baca: Perubahan Iklim memicu kemunduran pemenuhan hak perempuan<\/a><\/p>\n<p>Itulah mengapa kita harus berpikir secara terintegrasi. Dan itulah yang dibawa oleh UNEP dan UN Habitat. Karena gender penting di semua bidang.<\/p>\n<p>Inger menambahkan, masyarakat dunia memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Secara global, perempuan hanya memegang 64 persen hak yang dimiliki laki-laki.<\/p>\n<p>Ada masalah terkait kepemilikan tanah, hak waris, kebebasan bergerak, hak atas tubuh kita, dan hak perempuan untuk mengambil keputusan dan membuat pilihan hidup. Ini bukan hanya masalah terisolasi. Kita melihat ini di sejumlah besar negara.<\/p>\n<p>Dan ketika perempuan terpapar kekerasan atau penolakan hak-hak setara mereka, ujarnya, tidak jarang, dunia melihat hukum yang diskriminatif, norma sosial yang berbahaya, perlindungan yang tidak memadai.<\/p>\n<p>Dan juga,&nbsp;sistem penegakan hukum yang bias yang tidak mempercayai perempuan, tetapi cenderung mempercayai laki-laki.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246598275\/perempuan-bicara-soal-keadilan-iklim-solusi-yang-adil-harus-berangkat-dari-komunitas\">Baca: Perempuan bicara soal keadilan iklim<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Oleh karena itu, keadilan harus menjadi fondasi kesetaraan yang kita cari,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Inger menekankan, keadilan adalah sesuatu yang harus dibicarakan. Keadilan yang berasal dari akses yang sama terhadap pendidikan, yang berasal dari memiliki suara, yang berasal dari kesetaraan di bawah hukum, yang berasal dari hak atas tubuh dan keputusan hidup kita.<\/p>\n<p>Inger mengingatkan, masyarakat global tidak dapat membangun masa depan yang berkelanjutan hanya dengan setengah dari populasi.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Inger juga menyoroti keselamatan para pembela lingkungan. Kita tahu, ujarnya, bahwa hampir 200 aktivis lingkungan dibunuh setiap tahunnya. Dan banyak di antaranya adalah perempuan.<\/p>\n<p>Mereka membela lingkungan,&nbsp;ujarnya,&nbsp;mereka melawan industri yang mencemari lingkungan. Mereka melawan kejahatan lahan. Mereka membela hak-hak mereka, hak-hak keluarga mereka, dan masa depan mereka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246873144\/cop-30-gagal-hasilkan-rencana-dan-aksi-iklim-yang-konkret-masyarakat-sipil-kecewa\">Baca: COP 30 gagal hasilkan rencana dan aksi iklim yang konkret<\/a><\/p>\n<p>Karena itu sangat penting bagi kita untuk mendengar suara-suara ini dan bahwa kita di UNEP melakukan semua yang kita bisa untuk bekerja melindungi para pembela lingkungan dan keluarga mereka.<\/p>\n<p>Inger juga menekankan pentingnya perempuan menjadi bagian dari sektor sains, teknik, teknologi, dan matematika (STEM).<\/p>\n<p>Ketika perempuan memiliki tempat di meja perundingan, kita melihat bagaimana perempuan berkontribusi untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dalam menjalankan program-programnya, Inger mengatakan, UNEP selalu bertujuan untuk mendukung lebih banyak penelitian yang dipimpin perempuan dengan ilmuwan perempuan.<\/p>\n<p>Inger menegaskan bahwa salah satu bidang kerja utama UNEP adalah menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Dan dari ilmu pengetahuan, ujarnya, masyarakat dunia tahu bahwa ekosistem yang kaya keanekaragaman hayati lebih kuat, lebih tahan terhadap jamur, patogen, atau penyakit apa pun yang mungkin menyerangnya.<\/p>\n<p>Keanekaragaman hayati dan ekosistem membuat planet Bumi lebih kuat.<\/p>\n<p>Prinsip yang sama berlaku untuk masyarakat kita: ketika keanekaragaman tercermin sepenuhnya, masyarakat secara keseluruhan menjadi lebih kuat, menghasilkan ide-ide yang lebih baik dan inovasi yang lebih tajam.<\/p>\n<p>Foto:&nbsp;Mama&nbsp;Aleta&nbsp;Fund<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Menyambut Hari Perempuan Internasional, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP), Inger Andersen mengingatkan kesetaraan gender dalam aksi iklim global. Dalam sambutannya yang disampaikan di kantor pusat UNEP di Nairobi, Kenya&nbsp;pada Jumat (6\/3\/2026) Inger mengatakan kesetaraan gender telah diterapkan di sektor pendidikan, pun demikian dengan kesetaraan pendapatan. Tetapi kesetaraan gender belum sepenuhnya terwujud dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2538,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[421,38],"class_list":["post-2537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aksi-iklim","tag-perempuan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}