{"id":2555,"date":"2026-07-30T00:31:47","date_gmt":"2026-07-30T00:31:47","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2555"},"modified":"2026-07-30T00:31:47","modified_gmt":"2026-07-30T00:31:47","slug":"kekerasan-oleh-aparat-kembali-memakan-korban-polisi-dan-tentara-tidak-boleh-kebal-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2555","title":{"rendered":"Kekerasan oleh Aparat Kembali Memakan Korban: Polisi dan Tentara Tidak Boleh Kebal Hukum"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penganiayaan dan pembunuhan di luar hukum yang melibatkan aparat kepada warga sipil kembali terjadi di dua kota berbeda&nbsp;dalam&nbsp;pekan&nbsp;ini.<\/p>\n<p>Dilaporkan media, telah terjadi penembakan mati terhadap warga berusia 18 tahun berinisial BEP, pada Minggu (1\/3\/2026) di Makassar.<\/p>\n<p>Atas kejadian ini Inspektur Polisi Satu N ditetapkan jadi tersangka. Penembakan terjadi saat tersangka berdalih akan membubarkan tawuran dengan melepaskan tembakan peringatan, namun ternyata mengenai korban.<\/p>\n<p>Sedangkan di Tangerang Selatan, Polisi Militer TNI AD tengah memeriksa personel Komando Distrik Militer 0510\/Tigaraksa, Pembantu Letnan Satu A, yang diduga menganiaya dan menodongkan pistol ke seorang pengemudi taksi daring pada 1 Maret 2026.<\/p>\n<p>Kekerasan terjadi saat pelaku dan korban cekcok terkait masalah senggolan kendaraan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/247233216\/amnesty-internasional-indonesia-kejadian-tual-menunjukkan-reformasi-polri-hanya-isapan-jempol\">Baca: Kejadian Tual menunjukkan reformasi Polri hanya isapan jempol<\/a><\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengecam segala bentuk kekerasan polisi dan tentara dan menegaskan Aparat tidak boleh kebal hukum.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya kepada media, tindakan personel Kodim menganiaya pengemudi taksi online hanya karena masalah senggolan kendaraan jelas merendahkan martabat manusia.<\/p>\n<p>&ldquo;Berulangnya kasus pembunuhan di luar hukum merupakan cermin kuatnya kultur kekebalan hukum di tubuh kepolisian. Mereka seperti merasa tidak takut berbuat sewenang-wenang,&ldquo; tandas Usman.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, tidak adanya hukuman tegas bagi pelaku membuat kekerasan terus terjadi. Karena itu harus ada reformasi total di kedua institusi tersebut demi memutus mata rantai kekerasan aparat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/247212149\/komisi-pencari-fakta-kerusuhan-agustus-2025-dan-operasi-pembungkaman-kaum-muda-terbesar-sejak-reformasi\">Baca: Kerusuhan Agustus 2025 dan operasi pembungkaman kaum muda<\/a><\/p>\n<p>Amnesty International mencatat&nbsp;Tindakan polisi di Makassar adalah kasus pembunuhan di luar hukum ketiga di tahun ini.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Amnesty International mencatat setidaknya terdapat 34 warga sipil yang menjadi korban pembunuhan di luar hukum yang pelakunya didominasi oleh anggota Polri di tahun 2025.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Angka tersebut belum termasuk kasus-kasus serupa yang terjadi di Papua. Selama 2025 Amnesty International juga mencatat setidaknya 25 orang menjadi korban kekerasan oleh aparat TNI.<\/p>\n<p>&ldquo;Pelaku harus diadili melalui peradilan umum, bukan peradilan militer. Karena itu kami mendesak pemerintah dan DPR untuk segera melakukan reformasi peradilan militer dengan merevisi Undang-undang No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer,&#8221; pungkas Usman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penganiayaan dan pembunuhan di luar hukum yang melibatkan aparat kepada warga sipil kembali terjadi di dua kota berbeda&nbsp;dalam&nbsp;pekan&nbsp;ini. Dilaporkan media, telah terjadi penembakan mati terhadap warga berusia 18 tahun berinisial BEP, pada Minggu (1\/3\/2026) di Makassar. Atas kejadian ini Inspektur Polisi Satu N ditetapkan jadi tersangka. Penembakan terjadi saat tersangka berdalih akan membubarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2556,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[488],"class_list":["post-2555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kekerasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}