{"id":2581,"date":"2026-07-30T00:31:52","date_gmt":"2026-07-30T00:31:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2581"},"modified":"2026-07-30T00:31:52","modified_gmt":"2026-07-30T00:31:52","slug":"film-senin-harga-naik-paradoks-cinta-dan-konflik-dalam-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2581","title":{"rendered":"Film &#8220;Senin Harga Naik&#8221;: Paradoks Cinta dan Konflik dalam Keluarga"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Bagi banyak orang, Lebaran adalah saatnya kembali bersama keluarga. Dan, kisah inilah yang dipotret dalam film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; meski dalam perspektif yang berbeda.<\/p>\n<p>Film &#8220;Senin Harga Naik&#8221;&nbsp;sebagai film Lebaran tahun ini akan mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga yang seutuhnya. Bahwa meminta maaf tak harus melulu datang dari anak-anak ke orang tuanya, tetapi juga bisa sebaliknya.<\/p>\n<p>Chand Parwez Servia, produser &#8220;Senin Harga Naik&#8221;, mengungkapkan bahwa film ini awalnya dia dedikasikan untuk almarhumah ibunya. Namun, setelah proses produksi selesai, ia menyadari bahwa pesan yang terkandung dalam film ini jauh lebih luas.<\/p>\n<p>&#8220;Film ini bukan hanya tentang hubungan anak dengan ibunya, tetapi juga tentang dinamika keluarga secara luas. Ini milik semua orang, milik setiap ibu, milik setiap anak yang punya ibu,&#8221; ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (3\/3\/2026).<\/p>\n<p>Film Senin Harga Naik mendorong orang-orang untuk berani saling memeluk dan berdamai tanpa merasa bersalah, terutama di momen Lebaran yang sakral.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/hiburan\/247239541\/film-laut-bercerita-kisah-tentang-harapan-kehilangan-persahabatan-dan-keteguhan-aktivis-mahasiswa\">Baca: Film &ldquo;Laut Bercerita&rdquo; memotret perjuangan aktivis 98<\/a><\/p>\n<p>Di tangan sutradara Dina Jasanti, film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; sukses membangun atmosfer yang hangat. Pemilihan sutradara perempuan memberikan perspektif unik dalam menangkap detail-detail emosional dalam keluarga.<\/p>\n<p>Dina Jasanti mengakui bahwa tantangan utama dalam menggarap film ini adalah membangun konflik yang terasa nyata tanpa harus menghilangkan kehangatan hubungan keluarga.<\/p>\n<p>Menurutnya, inti dari perselisihan antara tokoh Bu Retno dan Mutia adalah perbedaan dalam menunjukkan kasih sayang atau yang dikenal sebagai &#8220;bahasa cinta&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal awalnya dua-duanya cinta, dua-duanya sayang. Cuman ya cara untuk menunjukkannya itu sangat berbeda,&#8221; jelas Dina Jasanti.<\/p>\n<p>Melalui film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; penonton diajak untuk lebih peka dalam mencerminkan diri sendiri agar bisa lebih sabar dan menerima cara orang tua menunjukkan kasih sayang mereka yang unik.<\/p>\n<p><strong>Rekonsiliasi butuh keberanian<\/strong><br \/>Film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; juga menyoroti bahwa proses berdamai dalam keluarga tidak selalu harus berlangsung segera.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/hiburan\/246964265\/lima-film-indonesia-pilihan-para-pengkaji-film-di-tahun-2025\">Baca: Lima film pilihan para pengkaji film Indonesia<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Penulis skenario Rino Sarjono menekankan bahwa film ini bukan lagi soal memandang siapa yang kalah, melainkan bagaimana memandang keluarga dengan kesadaran baru untuk menghadirkan kehangatan.<\/p>\n<p>Dina Jasanti menambahkan bahwa rekonsiliasi memerlukan waktu, kesabaran, dan juga keberanian untuk mengakui kesalahan<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun kita bisa mungkin agak ego, masih nggak bisa minta maaf, nggak apa-apa. Karena rekonsiliasi itu kan bukan cepat ya. Itu sesuatu yang satu hal yang berproses,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Menonton film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; membuat saya merenungkan makna keluarga dan hubungan antara ibu dan anak<\/p>\n<p>Film&nbsp;&#8220;Senin Harga Naik&#8221; bukan hanya sekadar tontonan Lebaran, tetapi juga refleksi tentang pentingnya keluarga dan&nbsp;menerima&nbsp;perbedaan&nbsp;pendapat.<\/p>\n<p>Film ini mengajak kita untuk lebih memahami, menghargai, dan mencintai keluarga kita, serta berani memulai rekonsiliasi meskipun prosesnya tidak selalu mudah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/246838298\/film-suamiku-lukaku-memutus-narasi-yang-melanggengkan-kdrt\">Baca: Film &ldquo;Suamiku Lukaku&ldquo; memutus narasi yang langgengkan KDRT<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; mengisahkan hubungan Ibu dan anak yang punya cara berbeda dalam mendefiniskan kebahagiaan. Konflik itu terbangun dalam sebuah rumah dan toko roti yang menjadi warisan keluarga.<\/p>\n<p>Film ini mengikuti perjalanan Mutia (Nadya Arina) yang pergi dari rumah untuk<br \/>menentukan jalan hidupnya sendiri. Dia lantas berkarier di sebuah perusahaan properti<\/p>\n<p>Tapi di tengah kariernya yang terus menanjak, dia harus kembali ke rumah. Pasalnya, kariernya bergantung pada keberhasilan menguasai rumah dan toko roti legendaris milik sang Ibu.<\/p>\n<p>Mutia ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti Mercusuar, Ibunya, Retno (Meriam Bellina), agar bersedia digusur\/dijual.<\/p>\n<p>Di momen-momen itulah kelokan emosi terjadi dan menguras air mata. Film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; memiliki berbagai lapisan drama dari masing-masing karakternya.<\/p>\n<p>Mulai dari konflik anak perempuan dan Ibu, relasi mertua dan menantu perempuan, hingga keras kepalanya orang tua dan anak terhadap apa yang diyakini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Bagi banyak orang, Lebaran adalah saatnya kembali bersama keluarga. Dan, kisah inilah yang dipotret dalam film &#8220;Senin Harga Naik&#8221; meski dalam perspektif yang berbeda. Film &#8220;Senin Harga Naik&#8221;&nbsp;sebagai film Lebaran tahun ini akan mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga yang seutuhnya. Bahwa meminta maaf tak harus melulu datang dari anak-anak ke orang tuanya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2582,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[201,1007],"class_list":["post-2581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-film","tag-senin-harga-naik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2581\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}