{"id":2699,"date":"2026-07-30T00:32:23","date_gmt":"2026-07-30T00:32:23","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2699"},"modified":"2026-07-30T00:32:23","modified_gmt":"2026-07-30T00:32:23","slug":"mengubah-mikroalga-menjadi-biofuel-energi-alternatif-dan-terbarukan-yang-menjanjikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2699","title":{"rendered":"Mengubah Mikroalga Menjadi Biofuel: Energi Alternatif dan Terbarukan yang Menjanjikan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pertumbuhan populasi manusia yang pesat telah menyebabkan meningkatnya permintaan energi, yang diproyeksikan akan meningkat sebesar 50 persen atau lebih pada tahun 2030.<\/p>\n<p>Minyak bumi alami tidak dapat mengejar laju konsumsi saat ini, yang dilaporkan sudah 105 kali lebih cepat daripada kemampuan alam untuk menciptakannya.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil juga terbukti sangat merusak lingkungan melalui emisi gas rumah kaca dan pemanasan global yang diakibatkannya.<\/p>\n<p>Dilansir sciencedirect.com, pencarian energi &#8216;bersih&#8217; menjadi tantangan yang paling besar. Saat ini, beberapa alternatif sedang dipelajari dan diimplementasikan.<\/p>\n<p>Biofuel, bahan bakar dari organisme hidup, menjadi salah satu alternatif tersebut. Biofuel memberikan manfaat lingkungan, karena penggunaannya menyebabkan penurunan emisi CO2 dan hidrokarbon yang berbahaya dan penghapusan emisi SOx , dengan konsekuensi penurunan efek rumah kaca.<\/p>\n<p>Sayangnya, proyeksi biofuel saat ini didasarkan pada bahan baku yang juga merupakan komoditas pangan dan sumber daya yang cocok untuk pertanian konvensional.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi masalah ini, para ahli kemudian coba menggali dari budidaya mikroalga dan beralih ke biofuel generasi ketiga (berasal dati mikroorganisme), yang tampaknya merupakan sumber yang menjanjikan<\/p>\n<p>Hal ini karena alga mampu secara efisien mengubah sinar matahari, air, dan CO2 menjadi berbagai produk yang cocok untuk aplikasi energi terbarukan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247174778\/potensi-mikroalga-yang-terabaikan-ada-ribuan-spesies-tapi-kurang-dari-20-jenis-yang-telah-dimanfaatkan\">Baca: Potensi mikroalga yang sangat besar masih terabaikan<\/a><\/p>\n<p>Dua orang peneliti dari Ethiopia, yakni Eyasu Shumbulo Shuba (<em>Department of Zoological Sciences, Fisheries and Aquatic Sciences Stream, Addis Ababa University<\/em>) dan Demeke Kifle, (Departemen Biologi, Universitas Arba Minch Ethiopia) menemukan biofuel mikroalga menjanjikan untuk menggantikan bahan bakar fosil.<\/p>\n<p>&ldquo;Hal ini mengingat efisiensi intrinsik mikroalga dalam mengubah energi matahari menjadi energi kimia, dan potensi hasil minyak yang jauh lebih tinggi yang cocok untuk produksi biofuel dibandingkan tanaman darat,&ldquo; demikian tulis Shuba dalam laporannya yang dirilis di sciencedirect.com.<\/p>\n<p><strong>Tantangan dalam industri alga menjadi biofuel.<\/strong><br \/>Penelitian yang dilakukan keduanya merangkum karya-karya terkini tentang potensi produksi biofuel mikroalga dan membahas kemungkinan cara untuk mempraktikkannya.<\/p>\n<p>Tinjauan ini dimulai dengan menyoroti keuntungan dan berbagai bentuk biofuel mikroalga. Beberapa spesies mikroalga yang terbukti cocok untuk produksi biofuel sejauh ini dipertimbangkan, dengan penekanan khusus pada <em>Scenedesmus obliquus.<\/em><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sejumlah pencapaian dalam rekayasa genetika dan metabolisme strain alga untuk mengoptimalkan biaya produksinya telah tercatat selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, banyak aspek teknis telah ditingkatkan dalam proses budidaya alga.<\/p>\n<p>Sejak pertama kali mikroalga (seperti Nostoc) digunakan untuk bertahan hidup selama kelaparan di China sekitar 2000 tahun yang lalu.<\/p>\n<p>Sedangkan gagasan pertama tentang penerapan mikroalga dalam produksi biogas diungkap pada tahun 1950an, dan kemudian diusulkan sebagai sumber berbagai jenis bahan bakar, beberapa bidang aplikasi telah diidentifikasi.<\/p>\n<p>Sejak saat itu kombinasi berbagai aplikasi seperti menggabungkan produksi biomassa mikroalga untuk bahan bakar hayati dengan pengolahan air limbah dan penangkapan gas buang dari industri mulai dikembangkan<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247145671\/itb-kembangkan-mikroalga-untuk-penangkapan-karbon-dan-mitigasi-perubahan-iklim\">Baca: Potensi mikroalga untuk menyerap karbon dan mitigasi perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Mikroalga telah menarik banyak perhatian global dalam beberapa tahun terakhir karena produk alami berharga yang dihasilkannya.<\/p>\n<p>Para ahli&nbsp;juga&nbsp;meneliti&nbsp;mikroalga<strong>&nbsp;<\/strong>karena<strong>&nbsp;<\/strong>kemampuannya untuk memperbaiki limbah dan potensinya sebagai tanaman energi.<\/p>\n<p>Bahan bakar alga (<em>oilgae atau biofuel generasi ketiga<\/em>) adalah biofuel yang berasal dari alga. Ini adalah langkah yang tepat untuk produksi biofuel karena alga memiliki potensi yang sangat besar (seperti prospek input rendah, hasil tinggi) untuk aplikasi energi terbarukan.<\/p>\n<p>Shuba melihat, produksi biofuel mikroalga tampaknya merupakan peluang&nbsp;bisnis yang baik untuk dijalankan.<\/p>\n<p>Hal ini karena efisiensinya yang lebih tinggi dalam mengubah energi matahari menjadi energi kimia (3&ndash;8 persen), dan produksi biomassa yang lebih tinggi (20&ndash;60 g\/m&sup2; per hari) dan hasil minyak dibandingkan tanaman energi konvensional (hanya efisiensi 0,5 persen dengan hasil &lt; 10 g\/m&sup2; \/ hari),<\/p>\n<p>Karena fitur-fitur yang diinginkan dari mikroalga ini, perhatian dunia diberikan pada kegiatan penelitian yang berkaitan dengan mikroalga dan produksinya. Isu ini telah menarik banyak perhatian.<\/p>\n<p>Upaya dan pencapaian terkini dalam meningkatkan ekonomi produksi melalui rekayasa genetika dan metabolik strain mikroalga juga dibahas.<\/p>\n<p>Potensi&nbsp;mikroalga lainnya seperti pengolahan air limbah dan mitigasi CO2 yang dapat digabungkan dengan produksi biofuel juga&nbsp;dipaparkan dalam&nbsp;kajian&nbsp;Shuba,&nbsp;termasuk tantangan alga bagi industri biofuel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244944789\/solusi-kota-untuk-mengatasi-perubahan-iklim-dari-desain-biophilic-hingga-gedung-bertenaga-alga\">Baca: Bangunan Bertenaga alga jadi saah satu solusi kota hadapi perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Penelusuran&nbsp;Shuba&nbsp;menyimpulkan, biofuel&nbsp;mikroalga&nbsp;berpotensi dapat sepenuhnya menggantikan bahan bakar transportasi yang berasal dari minyak bumi tanpa argumen kontroversial &#8220;makanan untuk bahan bakar&#8221;.<\/p>\n<p>Saat ini, karena meningkatnya kekhawatiran terhadap bahan bakar fosil, keamanan energi, emisi gas rumah kaca, dan argumen biofuel lain sebagai &#8220;makanan untuk bahan bakar&#8221;, biofuel mikroalga semakin menarik perhatian.<\/p>\n<p>Meskipun belum sepenuhnya terwujud, kombinasi pengetahuan yang telah dilakukan&nbsp;di masa lalu, tindakan regulasi dan kebutuhan pasar, terus mendorong upaya untuk mengkomersialkan produksi mikroalga.<\/p>\n<p><strong>Pengolahan mikroalga<\/strong><br \/>Beberapa fitur fisiologi alga relevan untuk mengevaluasi kemungkinan penggabungannya ke dalam aplikasi biofuel terbarukan.<\/p>\n<p>Berdasarkan penulis yang disebutkan di atas, atribut-atribut ini dapat diringkas sebagai:<\/p>\n<p>1. Hasil energi matahari dengan alga bisa mencapai 6&ndash;12 kali lipat dari tanaman darat karena alga secara inheren lebih efisien dalam mengkonversi energi matahari (3&ndash;8 persen lebih besar daripada tanaman darat).<\/p>\n<p>2. Tidak seperti tanaman darat, tidak adanya biopolimer yang sulit diolah menghilangkan kebutuhan akan Aplikasi lain dari mikroalga yang dikaitkan dengan produksi biofuel.<\/p>\n<p>Referensi:&nbsp;https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/abs\/pii\/S1364032117311851<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pertumbuhan populasi manusia yang pesat telah menyebabkan meningkatnya permintaan energi, yang diproyeksikan akan meningkat sebesar 50 persen atau lebih pada tahun 2030. Minyak bumi alami tidak dapat mengejar laju konsumsi saat ini, yang dilaporkan sudah 105 kali lebih cepat daripada kemampuan alam untuk menciptakannya. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil juga terbukti sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2700,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[718,572,91],"class_list":["post-2699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-biofuel","tag-energi-terbarukan","tag-mikroalga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2699\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}