{"id":2780,"date":"2026-07-30T00:32:40","date_gmt":"2026-07-30T00:32:40","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2780"},"modified":"2026-07-30T00:32:40","modified_gmt":"2026-07-30T00:32:40","slug":"gonjang-ganjing-kebijakan-tarif-as-akan-berdampak-ke-pasar-modal-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2780","title":{"rendered":"Gonjang-ganjing Kebijakan Tarif AS Akan Berdampak ke Pasar Modal di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam kondisi ketidak-pastian global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat seperti sekarang, investor global akan cenderung beralih ke aset aman.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan <em>Institute for Development of Economics and Finance (Indef)<\/em> M Rizal Taufikurahman mengatakan hal ini&nbsp;menanggapi&nbsp;kebijakan&nbsp;tarif Amerika Serikat (AS)&nbsp;yang&nbsp;menjadi sumber volatilitas kebijakan.<\/p>\n<p>Menurut dia, investor membaca kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) bukan sekadar proteksionisme, tetapi sebagai sumber volatilitas kebijakan (<em>policy uncertainty<\/em>).<\/p>\n<p>Ketika aturan perdagangan bisa berubah dalam waktu singkat, proyeksi laba perusahaan, harga komoditas, serta arus logistik menjadi sulit diprediksi.<\/p>\n<p>Karena itu, menurutnya,&nbsp;investor global cenderung memindahkan dana sementara ke aset aman seperti obligasi pemerintah AS dan dolar AS.<\/p>\n<p>&#8220;Sementara aset emerging market dianggap lebih berisiko meskipun fundamental domestiknya tidak berubah,&#8221; ujar Rizal dikutip Antaranews.com, Minggu (22\/2\/2026)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/247227367\/putusan-mahkamah-agung-as-dinilai-bakal-picu-peran-dagang-baru\">Baca: Putusan Mahkamah Agung AS bakal picu perang dagang baru<\/a><\/p>\n<p>Rizal menjelaskan, gejolak tarif AS terutama bekerja melalui kanal risk sentiment global, bukan langsung melalui perdagangan barang.<\/p>\n<p>&#8220;Perubahan kebijakan yang cepat meningkatkan ketidakpastian perdagangan dunia sehingga investor global cenderung mengurangi eksposur di aset negara berkembang (<em>risk-off<\/em>),&#8221; ujar Rizal.<\/p>\n<p>Untuk Indonesia, ia mengatakan dampaknya biasanya berupa arus keluar portofolio jangka pendek dari obligasi dan saham, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta tekanan pada likuiditas pasar.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi pengaruh awalnya lebih terasa di pasar keuangan dibanding sektor riil,&#8221; ujar Rizal.<\/p>\n<p>Rizal melanjutkan, tekanan paling cepat biasanya terjadi pada rupiah karena sensitif terhadap pergerakan dolar global dan arus modal.<\/p>\n<p>Ia menyebut, penguatan dolar AS dan&nbsp;<em>capital outflow<\/em>&nbsp;(aliran&nbsp;modal&nbsp;keluar)&nbsp;berpotensi membuat rupiah melemah sementara.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/247221592\/mahkamah-agung-as-batalkan-kebijakan-tarif-global-yang-diterapkan-donald-trump\">Baca: Mahkamah Agung AS batalkan kebijakan tarif global Donald Trump<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sedangkan IHSG cenderung bergerak volatil dengan sektor komoditas relatif lebih bertahan dibanding sektor manufaktur dan perbankan.<\/p>\n<p>&#8220;Namun sifatnya masih <em>sentiment driven<\/em>, sehingga arah pasar akan sangat tergantung stabilitas global beberapa hari ke depan, bukan semata faktor domestik,&#8221; ujar Rizal.<\/p>\n<p>Pada pekan depan, Rizal mengungkapkan investor akan menunggu tiga hal utama, di antaranya arah kebijakan suku bunga The Fed dan data inflasi AS.<\/p>\n<p>Pasar&nbsp;juga&nbsp;menunggu&nbsp;respons kebijakan Bank Indonesia (stabilitas rupiah dan likuiditas), serta kepastian dan kejelasan implementasi tarif AS terhadap negara mitra termasuk Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, data domestik seperti inflasi, cadangan devisa, dan perkembangan arus modal asing juga akan menjadi indikator apakah tekanan eksternal hanya sementara atau mulai memengaruhi stabilitas makro nasional,&#8221; ujar Rizal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam kondisi ketidak-pastian global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat seperti sekarang, investor global akan cenderung beralih ke aset aman. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan hal ini&nbsp;menanggapi&nbsp;kebijakan&nbsp;tarif Amerika Serikat (AS)&nbsp;yang&nbsp;menjadi sumber volatilitas kebijakan. Menurut dia, investor membaca kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2781,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1068,1069],"class_list":["post-2780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-investor","tag-kebijakan-tarif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2780"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2780\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}