{"id":2834,"date":"2026-07-30T00:33:00","date_gmt":"2026-07-30T00:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2834"},"modified":"2026-07-30T00:33:00","modified_gmt":"2026-07-30T00:33:00","slug":"program-mundur-munggah-madhep-kali-di-yogyakarta-mengubah-wajah-sungai-winongo-jadi-asri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2834","title":{"rendered":"Program &#8220;Mundur, Munggah, Madhep Kali&#8221; di Yogyakarta Mengubah Wajah Sungai Winongo Jadi Asri"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Melalui skema penataan kawasan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggenjot program revitalisasi pemukiman di pinggir sungai guna menghapus kesan kumuh&nbsp;sekaligus meningkatkan aspek keselamatan warga.<\/p>\n<p>Salah satu fokus utama saat ini menyasar Kampung Bangunrejo yang terletak di bantaran Sungai Winongo, di pusat Kota Yogyakarta.<\/p>\n<p>Program revitalisasi yang dikenal dengan konsep <em>Mundur, Munggah, Madhep Kali<\/em>&nbsp;(M3K) ini menjadi strategi utama dalam menata hunian masyarakat agar lebih layak huni dan memiliki aksesibilitas yang memadai.<\/p>\n<p>Melalui program ini, rumah warga yang semula membelakangi sungai diatur kembali agar menghadap ke arah aliran air Sungai Winongo<\/p>\n<p>Perubahan fisik di Kampung Bangunrejo membawa angin segar bagi kehidupan sosial warga. Kawasan yang sebelumnya masuk dalam daftar 11 kelurahan kumuh di Yogyakarta kini perlahan mulai berseri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/246158320\/pemkot-yogyakarta-bangun-ipal-komunal-di-pemukiman-pinggir-sungai-code\">Baca: Pembangunan IPAL Komunal di Pemukiman Pinggir Sungai Code<\/a><\/p>\n<p>Langkah kolaboratif antara legislatif dan warga ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah bantaran sungai lainnya di Kota&nbsp;Yogyakarta demi mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh bencana.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Indaruwanto Eko Cahyono, menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian penting dari mitigasi bencana di kawasan padat penduduk.<\/p>\n<p>Menurutnya, langkah ini adalah program mitigasi. Kalau rumah terlalu mepet ke sungai, ini rawan longsor dan banjir. Selain itu penataan melahirkan akses jalan yang memungkinkan untuk pemadam kebakaran atau ambulans bisa lewat.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, ini bagian dari pemerintah kota untuk memberikan layanan maksimal agar saat ada bencana, bantuan tidak terhambat alasan akses,&#8221; ujar Indaruwanto saat meninjau lokasi di Kampung Bangunrejo seperti dilansir di laman resmi Pemkot Yogyakarta.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Haryanto, menekankan bahwa konsep M3K memiliki fleksibilitas sesuai dengan ketersediaan lahan milik warga.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/247164837\/mengintip-konsep-drainase-lestari-yang-diterapkan-pemkot-yogyakarta\">Baca: Mengintip Konsep Drainase Lestari yang Diterapkan Pemkot Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p>Jika lahan terbatas, fokus utama adalah memundurkan bangunan dan mengubah orientasi rumah ke arah sungai.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Mundur, Munggah, Madhep Kali. Kalau pekarangan sempit, bisa ditingkat (munggah). Tapi kalau tidak ada lahan untuk tingkat, yang penting mundur saja dan tetap menghadap sungai (madhep kali). Tujuannya agar area depan rumah menjadi ruang terbuka yang bersih,&#8221; terang Haryanto.<\/p>\n<p>Dampak dari penataan ini mulai dirasakan secara signifikan oleh masyarakat setempat. Kawasan yang dulunya merupakan bagian dalam rumah atau gang sempit, kini berubah menjadi akses jalan yang cukup lebar.<\/p>\n<p>Haryanto menambahkan bahwa dengan rumah yang menghadap sungai, perilaku masyarakat diharapkan berubah menjadi lebih peduli terhadap kebersihan aliran air.<\/p>\n<p>&#8220;Dahulu ini bukan jalan, tapi bagian dalam rumah. Sekarang sudah tertata, bahkan mobil pemadam kebakaran ukuran kecil sudah bisa masuk. Kalau rumah sudah menghadap sungai, masyarakat otomatis akan menjaga kebersihan karena sungai menjadi halaman depan mereka,&#8221; tambahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Melalui skema penataan kawasan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggenjot program revitalisasi pemukiman di pinggir sungai guna menghapus kesan kumuh&nbsp;sekaligus meningkatkan aspek keselamatan warga. Salah satu fokus utama saat ini menyasar Kampung Bangunrejo yang terletak di bantaran Sungai Winongo, di pusat Kota Yogyakarta. Program revitalisasi yang dikenal dengan konsep Mundur, Munggah, Madhep Kali&nbsp;(M3K) ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,192],"class_list":["post-2834","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-kota","tag-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2834"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2834\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}