{"id":2912,"date":"2026-07-30T00:33:16","date_gmt":"2026-07-30T00:33:16","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2912"},"modified":"2026-07-30T00:33:16","modified_gmt":"2026-07-30T00:33:16","slug":"masyarakat-adat-di-sorong-selatan-menolak-hutan-adat-mereka-dialihkan-menjadi-perkebunan-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=2912","title":{"rendered":"Masyarakat Adat di Sorong Selatan Menolak Hutan Adat Mereka Dialihkan Menjadi Perkebunan Sawit"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penolakan masyarakat adat di&nbsp;Papua terhadap pembukaan hutan adat untuk perkebunan sawit terus berlanjut.<\/p>\n<p>Pada Sabtu (14\/2\/2026), ratusan orang anggota&nbsp;masyarakat adat dari enam kampung di Distrik Konda dan Distrik Teminabuan, membubarkan sosialisasi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT ASI yang berlangsung di Kampung Nakna, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.<\/p>\n<p>Dalam keterangan tertulisnya kepada media, disebutkan massa datang dari Kampung Bariat, Nakna, Konda, Wamargege, Manelek, Keyen dan Anny Sesna yang hutannya akan dibuka untuk dialihkan menjadi perkebunan sawit<\/p>\n<p>Warga menyebut, sosialisasi dilakukan diam-diam, tanpa ada pemberitahuan dan undangan resmi kepada masyarakat adat dan pemilik tanah adat yang terancam rencana perkebunan PT ASI di Distrik Konda dan Teminabuan.<\/p>\n<p>Perusahaan, pejabat Kepala Distrik Konda Lukas Anny memanggil beberapa warga pendukung perusahaan. Namun rencana ini bocor diketahui anggota masyarakat adat di enam kampung.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247081121\/rencana-pembangunan-papua-bayang-bayang-ekonomi-yang-menguras-alam-dan-lingkungan\">Baca: Papua dan bayang-bayang pembangunan yang menguras alam dan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Kepala Suku dan Ketua LMA Gemna Erit Anny, yang hadir dalam pertemuan itu&nbsp;menjelaskan, dirinya hanya mendengar desas desus pertemuan di Kampung Nakna, yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari Kampung Anny, tempat tinggal Erit Anny.<\/p>\n<p>Erit mempertanyakan, mengapa sebagai kepala suku dan pemilik tanah adat dirinya tidak dapat undangan padahal pengalihan ini menyangkut hutan dan wilayah adat mereka.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya tetap akan berdiri dengan rakyat, siapa saja yang berani masuk ditempat ini maka kami akan ambil tindakan tegas secara adat, demi alam leluhur kami&rdquo;, tegas Erit Anny.<\/p>\n<p>Pemilik tanah adat dan mantan Kepala Kampung Nakna Yance Mondar yang tinggal di dusun juga hanya mendapakan informasi dari warga di Kampung Nakna.<\/p>\n<p>Mereka lalu&nbsp;berinisiatif mengumpulkan anggota Marga Mondar dan menyampaikan informasi ini kepada masyarakat adat di kampung-kampung distrik Konda.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya tidak kaget ada kegiatan ini dari info lewat masyarakat, akhirnya kami anggota marga sepakat datang dan sikap kami tetap tolak kelapa sawit, karena kami pu hutan di Konda ini kecil saja dan milik semua marga disini, bukan milik satu marga saja,&rdquo; jelas Yance Mondar asal Suku Nakna.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247005477\/ylbhi-ekspansi-perkebunan-sawit-di-papua-berpotensi-memicu-genosida\">Baca: Ekspansi perkebunan sawit di Papua berpotensi memicu genosida<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Penolakan terhadap rencana pembukaan hutan untuk perkebunan sawit telah disampaikan pada Oktober dan November 2025.<\/p>\n<p>Saat itu, suku Nakna, Afsya, Gemna, Yaben dan Tehit dari Distrik Konda dan Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, telah bertemu dengan Kepala Kantor Pertanahan dan pejabat Bupati Sorong Selatan, untuk menyampaikan penolakan masyarakat adat terhadap PT ASI.<\/p>\n<p>Perusahaan ini diketahui&nbsp;pernah diberikan Izin Usaha Perkebunan seluas 14.000 hektare untuk beroperasi di dua distrik tersebut.<\/p>\n<p>Sosialisasi berlangsung di halaman rumah keluarga Steven Sawor, yang diduga memfasilitasi pertemuan diam-diam di Kampung Nakna. Hadir dalam pertemuan Kepala Kampung Konda Lukas Anny, Kepala Kampung Nakna Yulice Meres, dan&nbsp;Danramil Teminabuan.<\/p>\n<p>Saat diberikan kesempatan berbicara, Nikodemus Mondar, pemilik tanah adat dan tokoh Suku Nakna, membacakan surat pernyataan yang memuat pernyataan sikap penolakan masyarakat adat terhadap perusahaan dan rencana perkebunan kelapa sawit di wilayah adat mereka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246967115\/papua-bukan-tanah-kosong-pernyataan-presiden-mendorong-penanaman-sawit-akan-memicu-bencana-baru-di-papua\">Baca: Sikap presiden mendorong perkebunan sawit picu bencana baru di Papua<\/a><\/p>\n<p>Masyarakat adat yang hadir ramai-ramai menyatakan penolakan dan berteriak marah. Terjadi keributan dan teriakan menolak pertemuan, menolak tanah adat dijadikan perkebunan kelapa sawit dan mengecam kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p>Lalu kemarahan warga&nbsp;tak&nbsp;dapat&nbsp;dibendung&nbsp;sehingga&nbsp;memicu aksi spontanitas masyarakat membongkar tenda-tenda pada acara tersebut. Acara pun&nbsp;dibubarkan.<\/p>\n<p>&ldquo;Tong berulangkali menyatakan menolak perusahaan perkebunan kelapa sawit di tanah adat ini. Tapi ko datang lagi paksa kitong menerima rencana busuk ini. Tanah ini buat tong pung anak cucu hidup&rdquo;, kecam mama Grice Mondar.<\/p>\n<p>&ldquo;Tanah hutan kami yang kecil ini tempat tong punya sumber hidup. Kami sudah miliki dan kelola dari nenek moyang. Bukan tanah kosong&rdquo;, jelas Yulian Kareth, tokoh masyarakat adat Afsya dari Kampung Bariat.<\/p>\n<p>Pertemuan hanya berlangsung sekitar satu jam (13.00 &ndash; 14.00 WIT) tidak dapat dilanjutkan dan tidak ada kesepakatan apapun. Pihak perusahaan, pejabat kepala distrik dan Danramil, pergi meninggalkan tempat pertemuan tanpa penjelasan apapun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penolakan masyarakat adat di&nbsp;Papua terhadap pembukaan hutan adat untuk perkebunan sawit terus berlanjut. Pada Sabtu (14\/2\/2026), ratusan orang anggota&nbsp;masyarakat adat dari enam kampung di Distrik Konda dan Distrik Teminabuan, membubarkan sosialisasi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT ASI yang berlangsung di Kampung Nakna, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Dalam keterangan tertulisnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":2913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[47,1115],"class_list":["post-2912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-masyarakat-adat","tag-perkebunan-sawit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2912"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2912\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}