{"id":3039,"date":"2026-07-30T00:33:58","date_gmt":"2026-07-30T00:33:58","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3039"},"modified":"2026-07-30T00:33:58","modified_gmt":"2026-07-30T00:33:58","slug":"indeks-keselamatan-jurnalis-2025-keselamatan-jurnalis-dalam-kondisi-mengkhawatirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3039","title":{"rendered":"Indeks Keselamatan Jurnalis 2025: Keselamatan Jurnalis dalam Kondisi Mengkhawatirkan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kondisi keselamatan jurnalis secara nasional pada 2025 mengalami pelemahan. Hal ini tercermin dari Indeks Nasional Keselamatan Jurnalis 2025 yang dirilis, pada Senin (9\/2\/2026) di Jakarta.<\/p>\n<p>Dipantau dari akun YouTube Populix, Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 berada pada skor 59,5 (kategori &ldquo;Agak Terlindungi&rdquo;), turun 0,9 poin dibandingkan 2024.<\/p>\n<p>Angka ini menandakan pelemahan dan merupakan angka terendah sejak Indeks Keselamatan Jurnalis ini diluncurkan pada 2023<\/p>\n<p>Laporan Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 ini merupakan hasil kerja sama Yayasan Tifa dan Populix ini dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan metode survei terhadap 655 jurnalis serta analisis data sekunder dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi keselamatan jurnalis serta tantangan struktural yang mempengaruhi kebebasan pers di Indonesia.<\/p>\n<p><em>Policy and Society Research Manager Populix<\/em>, Nazmi Haddyat Tamara menyebut, profesi jurnalis kini berada di titik nadir keamanan. Sebanyak 94 persen jurnalis mengakui pekerjaan mereka saat ini berisiko.<\/p>\n<p>Sepanjang 2025, kekerasan terhadap jurnalis cukup mengkhawatirkan. Meski kekerasan fisik cenderung menurun, bentuk kekerasan lain justru meningkat, seperti pelarangan pemberitaan (96 persen atau 418 jurnalis), disusul pelarangan liputan (62 persen atau 272 jurnalis).<\/p>\n<p>Dari 655 responden, sebanyak 67 persen atau 436 jurnalis mengaku pernah mengalami kekerasan, dengan total sedikitnya 775 kejadian.<\/p>\n<p>Nazmi menambahkan, dalam survei kali ini liputan soal Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi isu sensitif dan menjadi topik yang paling banyak dikenai pelarangan.<\/p>\n<p>Hasil studi itu juga menunjukkan bahwa penyensoran merupakan pengalaman yang sangat umum di kalangan jurnalis.<\/p>\n<p>Sebanyak 72 persen responden (472 dari 655 orang) menyatakan pernah mengalami penyensoran, menandakan bahwa pembatasan terhadap kebebasan jurnalistik telah menjadi bagian dari realitas kerja sehari-hari.<\/p>\n<p>Fenomena self-sensor (swa sensor) semakin mencuat pada 2025. Sebanyak 80 persen responden (523 dari 655 orang) mengaku pernah melakukan swasensor.<\/p>\n<p>&ldquo;Angka ini menunjukkan bahwa membatasi diri dalam pemberitaan telah menjadi bagian dari keseharian kerja jurnalistik,&ldquo; imbuh Nazmi<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Alasan utama swasensor didominasi oleh upaya menghindari konflik atau kontroversi berlebihan (70 persen) serta untuk melindungi sumber informasi (63 persen).<\/p>\n<p>Di sisi lain, 27 persen responden menyatakan kekhawatiran terhadap keselamatan pribadi, dan 13 persen mengaku mendapat tekanan langsung dari pihak luar atau kebijakan internal.<\/p>\n<p>Secara umum, swasensor paling banyak dipicu oleh isu yang sensitif yakni isu Makan Bergizi Gratis (58 persen), dan isu berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (52 persen).<\/p>\n<p>Organisasi masyarakat dipersepsikan sebagai pihak yang paling berpotensi melakukan <br \/>kekerasan terhadap jurnalis (47 persen). Menyusul berikutnya adalah polisi (22 persen), aktor politik (11 persen) dan pejabat pemerintah (10 persen).<\/p>\n<p>Survei ini juga mencatat, terdapat 15 persen jurnalis pernah bersinggungan dengan permasalahan hukum. Kasusnya sebagian besar terkait dengan Undang Undang Pers (58 persen) dan UU ITE (35 persen).<\/p>\n<p>Kasus hukum yang yang berhubungan dengan UU KIP, UU PDP, UU Penyiaran, dan KUHP juga ada tapi dalam skala lebih kecil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kondisi keselamatan jurnalis secara nasional pada 2025 mengalami pelemahan. Hal ini tercermin dari Indeks Nasional Keselamatan Jurnalis 2025 yang dirilis, pada Senin (9\/2\/2026) di Jakarta. Dipantau dari akun YouTube Populix, Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 berada pada skor 59,5 (kategori &ldquo;Agak Terlindungi&rdquo;), turun 0,9 poin dibandingkan 2024. Angka ini menandakan pelemahan dan merupakan angka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3040,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1122],"class_list":["post-3039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-indeks-keselamatan-jurnalis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3039"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3039\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}