{"id":3061,"date":"2026-07-30T00:34:06","date_gmt":"2026-07-30T00:34:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3061"},"modified":"2026-07-30T00:34:06","modified_gmt":"2026-07-30T00:34:06","slug":"lebih-dari-1500-petugas-pemilah-sampah-dikerahkan-untuk-tangani-masalah-sampah-di-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3061","title":{"rendered":"Lebih dari 1500 Petugas Pemilah Sampah Dikerahkan untuk Tangani Masalah Sampah di Bandung"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintah kota Bandung menyiapkan anggaran khusus untuk Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah lewat program Gaslah. Setidaknya 1.596 petugas dilibatkan dalam program Gaslah ini dan bertugas di setiap RW dan menerima honor bulanan.<\/p>\n<p>Dilansir laman resmi Pemkot Bandung, total anggaran untuk program Gaslah sekitar Rp23 &#8211; 24 miliar setahun.<\/p>\n<p>&rdquo;Petugas akan kami pantau dan awasi kinerjanya, serta secara bertahap dilengkapi sarana pendukung,&rdquo; ujar Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq.<\/p>\n<p>Selain Gaslah, penguatan edukasi masyarakat juga dilakukan melalui program Kawasan Bebas Sampah (KBS). Saat ini, RW KBS di Kota Bandung telah mencapai sekitar 500 RW atau sekitar 30 persen dari total RW.<\/p>\n<p>&ldquo;Target 2026 bisa mencapai 750 sampai 800 RW. Selain jumlah, kami juga menargetkan tingkat kepatuhan pemilahan meningkat dari 30 persen menjadi 50 persen atau lebih,&rdquo; imbuh Salman.<\/p>\n<p>Dari sisi regulasi, pengelolaan sampah di Kota Bandung telah memiliki landasan yang cukup kuat dan lengkap.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247166851\/greenpeace-indonesia-dorong-industri-fmcg-serius-kurangi-sampah-plastik-dan-tak-hanya-fokus-pada-daur-ulang\">Baca: Industri FMCG diminta serius kurangi sampah plastik dan tak hanya kokus pada daur ulang<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Mulai dari Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah beserta peraturan wali kota turunannya sudah tersedia. Termasuk Perwal Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) dan Jakstrada Kebijakan dan Strategi Daerah,&rdquo; ujar Salman.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, regulasi tersebut mencakup seluruh aspek pengelolaan sampah, mulai dari operasional kebersihan, pembentukan UPT BLUD pengelolaan sampah, penetapan tarif layanan, hingga mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga.<\/p>\n<p>&ldquo;Secara regulasi, Pemerintah Kota Bandung sudah cukup lengkap dalam mendukung pengelolaan sampah,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Salman menambahkan, penyusunan regulasi di Kota Bandung selalu diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Hukum dan HAM.<\/p>\n<p>&ldquo;Dalam penyusunan peraturan, kami selalu berkoordinasi agar selaras dengan peraturan perundang-undangan di tingkat nasional,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, upaya peningkatan partisipasi publik juga diperkuat melalui optimalisasi Bank Sampah Induk dan Bank Sampah Unit, kampanye edukasi berkelanjutan, serta penerbitan surat edaran Wali Kota Bandung terkait penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246122366\/daur-ulang-tak-akan-mampu-imbangi-ledakan-polusi-plastik-ini-yang-harus-dilakukan-dunia\">Baca: Daur ulang tak akan mampu imbangi ledakan polusi plastik<\/a><\/p>\n<p>Pemkot Bandung juga mendorong integrasi program Kang Pisman dengan program lain seperti Buruan SAE dan Dapur Dahsat, sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang sirkular.<\/p>\n<p>Terkait penegakan hukum lingkungan, Salman menegaskan bahwa sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan sampah telah diatur dalam Perda. DLH akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menindak pelanggar, termasuk pembuang sampah sembarangan.<\/p>\n<p>&ldquo;Penegakan hukum perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Kami juga mengajak masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan pembuangan sampah liar,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan, Pemkot Bandung akan patuh terhadap langkah Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk penyegelan insinerator yang dilakukan untuk memastikan tidak beroperasi kembali.<\/p>\n<p>Untuk tahun 2026, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan signifikan pengolahan sampah harian. Dari sebelumnya sekitar 300 ton per hari, diharapkan bisa meningkat menjadi 500 hingga 600 ton per hari.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan penghentian teknologi termal, kami akan mengkaji teknologi yang lebih ramah lingkungan, seperti RDF, maggot, pengolahan organik, dan pengurangan sampah dari sumber,&rdquo; ujar Salman.<\/p>\n<p>Ia menuturkan, Pemkot Bandung juga tengah mengidentifikasi lahan-lahan milik pemerintah kota yang berpotensi digunakan sebagai lokasi pengolahan sampah berbasis RDF, guna mendukung peningkatan kinerja pengelolaan sampah di tengah keterbatasan kuota TPA Sarimukti.<\/p>\n<p>&ldquo;Targetnya, kinerja pengelolaan sampah Kota Bandung terus meningkat,&rdquo; pungkasnya<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246114537\/hari-lingkungan-hidup-sedunia-upaya-dunia-mengakhiri-polusi-plastik\">Baca: Upaya dunia mengakhiri polusi plastik<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintah kota Bandung menyiapkan anggaran khusus untuk Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah lewat program Gaslah. Setidaknya 1.596 petugas dilibatkan dalam program Gaslah ini dan bertugas di setiap RW dan menerima honor bulanan. Dilansir laman resmi Pemkot Bandung, total anggaran untuk program Gaslah sekitar Rp23 &#8211; 24 miliar setahun. &rdquo;Petugas akan kami pantau dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[725,37],"class_list":["post-3061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bandung","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3061\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}