{"id":3081,"date":"2026-07-30T00:34:12","date_gmt":"2026-07-30T00:34:12","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3081"},"modified":"2026-07-30T00:34:12","modified_gmt":"2026-07-30T00:34:12","slug":"greenpeace-indonesia-dorong-industri-fmcg-serius-kurangi-sampah-plastik-dan-tak-hanya-fokus-pada-daur-ulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3081","title":{"rendered":"Greenpeace Indonesia Dorong Industri FMCG Serius Kurangi Sampah Plastik dan Tak Hanya Fokus pada Daur Ulang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Organisasi&nbsp;lingkungan&nbsp;Greenpeace Indonesia&nbsp;mendesak Unilever untuk transparan terkait upaya pengurangan sampah plastik dan tak hanya fokus pada daur ulang.<\/p>\n<p>Menurut laporan Audit Merek (Brand Audit) dalam 5 tahun terakhir, Unilever merupakan salah satu perusahaan FMCG (<em>fast moving consumer good<\/em>) terbesar yang selalu masuk ke dalam daftar pencemar tertinggi, baik secara nasional maupun global.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Juru Kampanye <em>Zero Waste Greenpeace Indonesia<\/em>, Ibar Fuqonul Akbar dalam acara<em> Indonesia Eco Jamboree<\/em> (IEJ) 2026 di Perpustakan Nasional, Jakarta, Jumat (6\/2\/2026) kemarin.<\/p>\n<p>Ibar memaparkan, pada tahun 2025 lalu saat Greenpeace membuat Multi Stakeholder Forum, Unilever dan industri lainnya telah datang memenuhi undangan untuk menjelaskan pengelolaan sampahnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Unilever bilang sudah mengurangi sampah plastik oleh produsen selama 30 persen selama setahun, mereka update terus pengurangannya, daur ulangnya seperti apa. Tapi kita tetap kritisi, jangan sampai saat kita undang mereka baru terbuka,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Ibar menilai, meski mengaku mengurangi sampah plastik&nbsp;yang&nbsp;diproduksinya,&nbsp;Unilever masih terus memproduksi plastik sekali pakai dalam jumlah besar, terutama dalam bentuk sachet.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244790511\/aksi-keren-aktivis-greenpeace-minta-unilever-segera-kurangi-sampah-plastik\">Baca: Greenpeace minta Unilever segera kurangi sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Greenpeace memperkirakan, 1700 saset produk Unilever terjual setiap detiknya. Padahal sachet ini tidak dapat didaur ulang dan mencemari lingkungan.<\/p>\n<p>Ibar menambahkan, untuk mengatasi masalah sampah plastik ini, Unilever dan sejumlah industri FMCG lainnya meminta pengurus negara membuat aturan yang mengikat atau mandatory regulation.<\/p>\n<p>Selama ini, lanjut Ibar, kebijakan pengurangan sampah plastik masih bersifat <em>voluntary<\/em> atau sukarela.<\/p>\n<p>&rdquo;Tapi sekarang Unilever dan beberapa industri lainnya meminta regulasi ini <em>mandatory<\/em>, sehingga semua produsen wajib mengurangi sampah plastiknya 30 persen setahun.Nanti kalau aturannya bagus kita awasi, karena selama ini belum ada kan? Dan itu yang mau kita kejar,&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Mengenai perilaku masyarakat yang masih belum terbiasa mengelola sampah, Ibar menyebutkan, perubahan tersebut bisa terjadi bila sistemnya dibangun, serta produsen atau retailnya juga mau berubah.<\/p>\n<p>&ldquo;Jadi sebenarnya masyarakat bisa berubah kalau pemerintah mau mengubah dan industrinya mau berubah juga. Kalau ada regulasinya saja tapi industrinya ga berubah, ya kita juga bingung!&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246122366\/daur-ulang-tak-akan-mampu-imbangi-ledakan-polusi-plastik-ini-yang-harus-dilakukan-dunia\">Baca: Daur ulang tak akan mampu imbangi ledakan sampah plastik<\/a><\/p>\n<p>Ibar mencontohkan, kebijakan larangan penggunaan kantung plastik sekali pakai. Awalnya, masyarakat selalu membawa kantung plastik sekali pakai, namun setelah ada regulasinya, baik produsen serta industrinya mau tidak mau berubah.<\/p>\n<p>&ldquo;Akhirnya masyarakatnya juga mau berubah,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Ibar menambahkan, penegakan dan pengawasan aturan juga punya peran penting. Dulu juga pernah ada aturan yang menyebutkan akan memberi sanksi pada siapa saja yang membuang sampah sembarangan.<\/p>\n<p>Sampai sekarang aturan itu pun masih berlaku dan belum dicabut. Akan tetapi dalam implementasi dan penagawasannya masih belum efektif.<\/p>\n<p>&ldquo;Karena secara hukum kurang kuat juga sebenarnya, dasar hukumnya apa? Karana kan yang jadi korban masyarakat, lantas industri yang menciptakan kok ga dikasih hukuman? &ldquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Landasan hukum pengelolaan sampahvplastik adalah Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan pengelolaan sampah berwawasan lingkungan, termasuk 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta melarang membuang sampah sembarangan.<\/p>\n<p>Adapun turunan terbaru dari UU ini adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 14 Tahun 2021 yang fokus pada pengelolaan sampah plastik dari produsen dan konsumen melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246114537\/hari-lingkungan-hidup-sedunia-upaya-dunia-mengakhiri-polusi-plastik\">Baca: Upaya dunia mengurangi polusi sampah plastik<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Organisasi&nbsp;lingkungan&nbsp;Greenpeace Indonesia&nbsp;mendesak Unilever untuk transparan terkait upaya pengurangan sampah plastik dan tak hanya fokus pada daur ulang. Menurut laporan Audit Merek (Brand Audit) dalam 5 tahun terakhir, Unilever merupakan salah satu perusahaan FMCG (fast moving consumer good) terbesar yang selalu masuk ke dalam daftar pencemar tertinggi, baik secara nasional maupun global. Hal itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3082,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,686],"class_list":["post-3081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-sampah-plastik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3081"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3081\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}