{"id":3115,"date":"2026-07-30T00:34:22","date_gmt":"2026-07-30T00:34:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3115"},"modified":"2026-07-30T00:34:22","modified_gmt":"2026-07-30T00:34:22","slug":"negara-dinilai-gagal-hentikan-perusakan-lingkungan-bencana-ekologis-memburuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3115","title":{"rendered":"Negara Dinilai Gagal Hentikan Perusakan Lingkungan: Bencana Ekologis Memburuk"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Bencana ekologis yang terus melanda berbagai wilayah di Indonesia dinilai sebagai bukti nyata kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat ulah manusia. Perlu tindakan nyata pemerintah untuk menghentikan praktik perusakan alam yang masif.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan akademisi Universitas Indonesia, Halida Hatta, saat menghadiri acara<em> Indonesia Eco Jamboree (IEJ)<\/em> 2026 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Rabu (4\/2\/2026).<\/p>\n<p>Kepada 7cloud.asia, Halida menegaskan pemerintah harus bersikap tegas dalam menertibkan tambang-tambang ilegal serta praktik penebangan liar yang selama ini dibiarkan berlangsung.<\/p>\n<p>&ldquo;Penegakan hukum terhadap para perusak lingkungan harus dilakukan secara serius dan konsisten,&rdquo; ujar Halida.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247134554\/tinjauan-lingkungan-2026-indonesia-berada-dalam-krisis-ekologis-akut\">Baca: Indonesia Berada Dalam Krisis Ekologis Akut<\/a><\/p>\n<p>Selain penindakan, Halida menilai edukasi publik juga menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam melindungi flora dan fauna yang kini kian terancam.<\/p>\n<p>Halida yang baru-baru ini mengunjungi wilayah Sumatera Barat pascabencana mengungkapkan kondisi masyarakat terdampak masih sangat memprihatinkan.<\/p>\n<p>Ia menyebut penderitaan warga menjadi potret kegagalan negara dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau kita datang ke wilayah bencana, kita akan lihat betapa susahnya nasib bangsa Indonesia ini, padahal sudah 80 tahun merdeka,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Halida, kerusakan alam terjadi karena manusia mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas dan tanpa tanggung jawab.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247077884\/50-hari-pasca-bencana-ekologis-di-aceh-walhi-desak-pemulihan-fungsi-hutan-seperti-sediakala\">Baca: WALHI Desak Pemulihan Fungsi Hutan Seperti Sedia Kala<\/a><\/p>\n<p>Halida&nbsp;menegaskan,&nbsp;manusia itu punya batas dan harus tahu batasnya. Jangan takut miskin. Sedangkan burung di atas aja bisa dapat makan. Jadi jangan serakah, mau lagi, semua mau dikuasai.<\/p>\n<p>&ldquo;Sehingga rakyat yang menderita, flora fauna yang menderita, hutan alam menderita, laut menderita. Manusia kita jadinya apa kalau kayak gitu?&rdquo; tegas Halida dengan geram.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selanjutnya Halida mengutip pernyataan ayahnya, Bung Hatta yang mengatakan tebang satu pohon harus diganti langsung tanam lima pohon. Hal ini merupakan prinsip dasar yang dipegang teguh keluarga Bung Hatta.<\/p>\n<p>&ldquo;Kita manusia bukan penguasa alam, tapi kita adalah penjaga lingkungan. Kita pakai sesuai dengan amanat yang Tuhan berikan. Harus ada sustainability, keberlangsungan,&rdquo; katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Bencana ekologis yang terus melanda berbagai wilayah di Indonesia dinilai sebagai bukti nyata kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat ulah manusia. Perlu tindakan nyata pemerintah untuk menghentikan praktik perusakan alam yang masif. Hal itu disampaikan akademisi Universitas Indonesia, Halida Hatta, saat menghadiri acara Indonesia Eco Jamboree (IEJ) 2026 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Rabu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3116,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1178,404,17],"class_list":["post-3115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bencana-ekologis","tag-indonesia","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3115"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3115\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}