{"id":3129,"date":"2026-07-30T00:34:27","date_gmt":"2026-07-30T00:34:27","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3129"},"modified":"2026-07-30T00:34:27","modified_gmt":"2026-07-30T00:34:27","slug":"sejumlah-negara-rekomendasikan-tempe-jadi-sumber-protein-nabati-jadi-peluang-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3129","title":{"rendered":"Sejumlah Negara Rekomendasikan Tempe Jadi Sumber Protein Nabati: Jadi Peluang Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dekade terakhir, sejumlah negara di berbagai belahan dunia (seperti Jepang, Brasil, Kanada, hingga Belgia) merevisi pedoman gizi mereka.<\/p>\n<p>Belgia misalnya, merevisi kebijakan gizinya per 2025 karena 91 persen warganya mengonsumsi daging olahan secara berlebihan yang terbukti dapat memicu kanker.<\/p>\n<p>Dalam panduan gizi terbarunya, pemerintah Belgia menganjurkan warganya mengurangi konsumsi daging olahan, menghindari makanan ultraproses, serta membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.<\/p>\n<p>Sebagai gantinya, mereka didorong memperbanyak konsumsi makanan berbasis nabati utuh, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Menariknya, Belgia secara eksplisit merekomendasikan tempe sebagai sumber protein nabati utama.<\/p>\n<p>Selain Belgia, Australia dan Jepang juga merekomendasikan tempe sebagai alternatif protein nabati sehat dan bernutrisi tinggi.<\/p>\n<p><strong>Beragam cara mengolah tempe.<\/strong><br \/>Tempe merupakan makanan fermentasi berbahan kacang kedelai asli Indonesia, pertama kali terdokumentasikan pada abad ke\u201117 di Desa Tembayat, Klaten, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tempe kaya akan protein, serat, dan probiotik alami. Selain dapat meningkatkan kebugaran, tempe bermanfaat dalam melancarkan pencernaan, mencegah obesitas, diabetes, hingga pikun.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, penelitian kami dalam jurnal Nutrients tahun 2024 juga menemukan bahwa tempe berkhasiat dalam mendukung kesehatan tulang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/245832672\/tempe-resmi-diajukan-menjadi-warisan-budaya-takbenda-dunia\">Baca: Tempe resmi diajukan menjadi warisan budaya takbenda dunia<\/a><\/p>\n<p><strong>Tempe berpotensi menjaga kesehatan tulang<\/strong><br \/>Kami melakukan penelitian eksperimental terkontrol kepada dua kelompok tikus betina dengan kondisi menyerupai menopause. Kondisi ini dikenal bisa mempercepat pengeroposan tulang.<\/p>\n<p>Kelompok pertama diberi makan tempe, sementara kelompok kedua tidak.<\/p>\n<p>Kami kemudian mengukur sejumlah tanda alami dalam tubuh (biomarker) tikus untuk melihat bagaimana tulang terbentuk dan menyusut, antara lain:<\/p>\n<p>Procollagen type I (P1NP): Penanda pembentukan kolagen atau fondasi tulang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Bone alkaline phosphatase (BALP): Enzim yang berperan dalam mineralisasi (pengerasan) tulang.<\/p>\n<p>C\u2011telopeptide (CTX) dan pyridinoline (PYD): Penanda proses penyusutan atau pengeroposan tulang.<\/p>\n<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tikus yang makan tempe memiliki pertumbuhan tulang lebih aktif dan tidak mudah keropos. Hal ini jika dibandingkan dengan kelompok tikus yang tidak makan tempe.<\/p>\n<p>Secara sederhana, kami menduga konsumsi tempe berpotensi meningkatkan pertumbuhan jaringan tulang baru, mencegah tulang cepat keropos, serta melindungi kesehatan tulang saat hormon seks perempuan (estrogen) menurun, misalnya setelah masa menopause.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244738120\/hari-tempe-nasional-2024-tempe-dicanangkan-sebagai-pangan-generasi-emas-indonesia\">Baca: Tempe dicanangkan sebagai pangan Generasi Emas Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Efek ini diduga berasal dari kombinasi nutrisi tempe, termasuk isoflavon alami (seperti genistein dan daidzein), peptida bioaktif hasil fermentasi, serta kandungan mineral (kalsium dan magnesium) yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang.<\/p>\n<p>Temuan awal ini menunjukkan bahwa mengatur pola makan bisa menjadi cara yang efektif, aman, dan terjangkau untuk menjaga kesehatan tulang, terutama bagi lansia.<\/p>\n<p>Namun, penelitian lanjutan pada manusia dengan skala lebih besar masih diperlukan untuk memastikan hasilnya.<\/p>\n<p>Apakah aman sering mengonsumsi tempe?&nbsp;Secara umum, tempe aman dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan sehat bergizi seimbang.<\/p>\n<p>Fermentasi membuat tempe lebih mudah dicerna, mempermudah penyerapan mineral (seperti fosfor dan kalsium) di dalam tubuh, serta bermanfaat untuk kesehatan usus.<\/p>\n<p>Tempe juga rendah lemak jenuh, tinggi serat, serta bebas kolesterol. Namun, seperti halnya makanan lain, kita tetap perlu menyesuaikan porsi konsumsinya.<\/p>\n<p>Terlebih, bagi individu dengan alergi kedelai atau kondisi khusus tertentu (seperti asam urat), berkonsultasilah dengan dokter sebelum memasukkan tempe dalam pola makan harian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244876748\/redakan-kecemasan-dengan-mengonsumsi-makanan-kaya-magnesium\">Baca: Tempe kaya magnesium bagus untuk redakan kecemasan<\/a><\/p>\n<p><strong>Pengakuan UNESCO saja tidak cukup<\/strong><br \/>Dengan tingginya minat global terhadap tempe dan banyaknya bukti ilmiah terkait manfaat kesehatannya, pemerintah Indonesia harusnya lebih jeli menjadikan produk pangan lokal ini sebagai kekuatan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Pemerintah memang sudah berupaya untuk mengusulkan tempe sebagai warisan budaya takbenda UNESCO sejak tahun 2024.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Menurut Kementerian Kebudayaan, pengakuan UNESCO diharapkan dapat mendorong perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya tempe yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Meski begitu, upaya mengejar status simbolis ini tidaklah cukup untuk benar-benar bisa melestarikan dan menjadikan tempe Indonesia sebagai produk pangan unggulan di dalam negeri dan mancanegara.<\/p>\n<p>Pemerintah perlu memberdayakan industri tempe secara konkret dengan:<br \/>1. Menjamin stabilitas harga kedelai dan memberikan insentif bagi petani lokal untuk menanam benihnya.<\/p>\n<p>2. Membantu pengadaan alat produksi modern, melakukan pembinaan, serta memfasilitasi sertifikasi mutu seperti sistem manajemen keamanan pangan berbasis sains alias Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) bagi produsen tempe.<\/p>\n<p>3. Mendukung penelitian tempe lebih lanjut pada manusia. Ketika manfaat klinis tempe terpublikasi secara luas, nilai jual tempe turut meningkat.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Iskandar Azmy Harahap (Early Career Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional\/BRIN)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dekade terakhir, sejumlah negara di berbagai belahan dunia (seperti Jepang, Brasil, Kanada, hingga Belgia) merevisi pedoman gizi mereka. Belgia misalnya, merevisi kebijakan gizinya per 2025 karena 91 persen warganya mengonsumsi daging olahan secara berlebihan yang terbukti dapat memicu kanker. Dalam panduan gizi terbarunya, pemerintah Belgia menganjurkan warganya mengurangi konsumsi daging olahan, menghindari makanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1183,1184],"class_list":["post-3129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gizi","tag-tempe"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}