{"id":3189,"date":"2026-07-30T00:34:41","date_gmt":"2026-07-30T00:34:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3189"},"modified":"2026-07-30T00:34:41","modified_gmt":"2026-07-30T00:34:41","slug":"banjir-dan-longsor-makin-sering-terjadi-reboisasi-dan-rehabilitasi-das-harus-jadi-prioritas-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3189","title":{"rendered":"Banjir dan Longsor Makin Sering Terjadi: Reboisasi dan Rehabilitasi DAS Harus Jadi Prioritas Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Bencana banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia bukan lagi peristiwa musiman semata, melainkan akumulasi kegagalan tata kelola lingkungan dan kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan.<\/p>\n<p>Karena itu pemerintah pusat dan daerah diminta untuk menata ulang kebijakan lingkungan, khususnya pengaturan&nbsp;penggunaan lahan secara tegas.<\/p>\n<p>Ini&nbsp;termasuk menghentikan praktik pembangunan yang melanggar tata ruang serta memperkuat penegakan hukum terhadap perusak lingkungan.<\/p>\n<p>&#8220;Banjir tidak bisa lagi dipandang sebagai takdir alam. Ini persoalan kebijakan, penegakan aturan, dan kesadaran bersama. Jika semua pihak bergerak, risiko banjir bisa ditekan,&rdquo; kata Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo dalam keterangannya kepada media, Senin (2\/2\/2026)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246889492\/walhi-banjir-bandang-di-sumatera-utara-cermin-kegagalan-negara-kendalikan-kerusakan-lingkungan\">Baca: Banjir Sumatera cermin kegagalan Negara kendalikan kerusakan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Firman menilai, penebangan hutan dan pembangunan di kawasan resapan air telah meningkatkan limpasan air secara signifikan.<\/p>\n<p>Kondisi itu diperparah dengan minimnya infrastruktur pengendalian banjir yang memadai, baik dari sisi kualitas maupun pemerataan pembangunan, sehingga wilayah rawan banjir terus bertambah.<\/p>\n<p>Perubahan iklim global turut menjadi faktor yang memperparah intensitas dan frekuensi hujan ekstrem.<\/p>\n<p>Dampak perubahan iklim akan semakin destruktif bila bertemu dengan kerusakan lingkungan di dalam negeri, mulai dari deforestasi yang tak terkendali hingga alih fungsi lahan yang mengabaikan daya dukung alam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246971801\/kegagalan-kebijakan-tata-ruang-perburuk-banjir-rob-di-jakarta-semarang-dan-surabaya\">Baca: Kegagalan kebijakan tata ruang perburuk banjir di sejumlah kota<\/a><\/p>\n<p>Firman menekankan reboisasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) harus menjadi prioritas nasional, bukan sekadar program seremonial.<\/p>\n<p>Selain kebijakan struktural, ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang terencana dan berkelanjutan, seperti tanggul, drainase, dan normalisasi sungai, yang disertai pengawasan ketat agar tepat sasaran.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Firman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko banjir, menjaga lingkungan sekitar, serta tidak melakukan aktivitas yang memperparah kerusakan alam.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sistem peringatan dini, lanjutnya, juga krusial agar masyarakat dapat melakukan mitigasi sejak dini dan meminimalkan korban jiwa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Bencana banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia bukan lagi peristiwa musiman semata, melainkan akumulasi kegagalan tata kelola lingkungan dan kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Karena itu pemerintah pusat dan daerah diminta untuk menata ulang kebijakan lingkungan, khususnya pengaturan&nbsp;penggunaan lahan secara tegas. Ini&nbsp;termasuk menghentikan praktik pembangunan yang melanggar tata ruang serta memperkuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,17],"class_list":["post-3189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}