{"id":3221,"date":"2026-07-30T00:34:48","date_gmt":"2026-07-30T00:34:48","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3221"},"modified":"2026-07-30T00:34:48","modified_gmt":"2026-07-30T00:34:48","slug":"studi-frekuensi-pemberitaan-tentang-perubahan-iklim-menurun-pada-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3221","title":{"rendered":"Studi: Frekuensi Pemberitaan tentang Perubahan Iklim Menurun pada 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Laporan terbaru <em>Media and Climate Change Observatory<\/em> (MeCCO) menyebut bahwa&nbsp;media arus utama di seluruh dunia mengurangi pemberitaan tentang perubahan iklim sepanjang&nbsp;tahun 2025&nbsp;lalu<\/p>\n<p>Penurunan pemberitaan tentang perubahan iklim ini terjadi di tengah ekosistem media yang semakin dipenuhi dengan gejolak politik dan penolakan institusional terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p>Penurunan&nbsp;pemberitaan tentang perubahan iklim ini terjadi meskipun minat pembaca terhadap topik tersebut meningkat, sementara emisi gas rumah kaca dan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer terus mencapai rekor tertinggi baru.<\/p>\n<p>Menurut analisis akhir tahun MeCCO, isu, peristiwa, dan perkembangan terkait iklim pada tahun 2025 mendapatkan liputan yang lebih jarang di seluruh dunia, turun 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya 2024.<\/p>\n<p>Dikutip earth.org, MeCCO menyebut pemberitaan isu lingkungan pada 2025 38% lebih rendah daripada tahun dengan liputan tertinggi pada tahun 2021.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245381208\/riset-media-belum-beritakan-isu-lingkungan-secara-kritis\">Baca: Media belum beritakan isu lingkungan secara kritis<\/a><\/p>\n<p>Bahkan, liputan tahun lalu hanya menempati peringkat ke-10 dalam 22 tahun terakhir pelacakan liputan global tentang perubahan iklim atau pemanasan global.<\/p>\n<p>Menurut analisis tersebut, tidak ada rekor yang dipecahkan pada tahun 2025 dalam volume artikel yang merujuk pada &#8220;perubahan iklim&#8221; atau &#8220;pemanasan global&#8221; per bulan di wilayah mana pun &ndash; tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Meskipun Januari menunjukkan tingkat pemberitaan yang lebih tinggi di surat kabar Asia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, penurunan signifikan terjadi pada bulan Desember, dengan volume liputan di Eropa dan Amerika Utara mencapai tingkat yang belum pernah terlihat sejak Agustus 2016 dan Februari 2018, masing-masing.<\/p>\n<p>Tren penurunan pemberitaan perubahan iklim pada tahun 2025 ini kontras dengan realitas pemanasan global dan emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Tahun lalu adalah tahun dengan konsentrasi karbon dioksida tertinggi di atmosfer sejak pencatatan dimulai, yang dipicu oleh total emisi CO2 terkait energi yang meningkat sebesar 0,8 persen pada tahun 2024, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 37,8 giga ton (Gt).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/246826073\/gen-z-masih-berminat-baca-berita-ini-isu-yang-mereka-sukai\">Baca: Gen Z masih berminat baca berita, ini isu yang mereka sukai<\/a><\/p>\n<p><strong>Minat Pembaca Meningkat<\/strong><br \/>Analisis terpisah, oleh <em>Reuters Institute for the Study of Journalism,<\/em> berupaya memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan berita dan informasi perubahan iklim pada tahun 2025.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Analisis ini menggunakan data yang sebanding selama empat tahun yang dikumpulkan di delapan negara yang sama.<\/p>\n<p>Laporan tahun ini mengkonfirmasi tren yang sebelumnya diidentifikasi sebagai &#8220;inersia persepsi iklim&#8221; &ndash; stagnasi dalam pandangan publik, sikap, dan keterlibatan dengan informasi iklim dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p>Laporan tersebut menemukan bahwa penggunaan berita dan informasi iklim menurun di Prancis, Jerman, Jepang, Inggris, dan AS, tetapi stabil di Brasil, India, dan Pakistan.<\/p>\n<p>Namun, penurunan penggunaan berita tentang&nbsp;perubahan&nbsp;iklim bukan karena kurangnya minat konsumen.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/246641565\/pentingnya-dana-jurnalisme-publik-demi-pers-indonesia-yang-independen\">Baca: Pentingnya dana jurnalisme publik demi Pers Indonesia yang independen<\/a><\/p>\n<p>Menurut laporan tersebut, &#8220;Minat terhadap berita dan informasi iklim tetap tinggi dan stabil di sebagian besar negara, menunjukkan bahwa penurunan penggunaan berita iklim sebagian didorong oleh berkurangnya pasokan (terutama di TV).&#8221;<\/p>\n<p>Temuan tentang minat yang berkelanjutan ini konsisten dengan apa yang diamati oleh dewan redaksi sejumlah media besar.<\/p>\n<p>Editor Iklim The New York Times, Lyndsey Layton mengatakan kepada Earth.Org melalui email, mengatakan Pembaca kami sangat peduli tentang dampak sosial dan lingkungan dari perubahan iklim, serta kebijakan dan solusi potensial yang mendasarinya&hellip;<\/p>\n<p>&rdquo;Minat pembaca terhadap jurnalisme iklim meningkat pada tahun 2025 dan tahun ini kami terus berinovasi dalam bentuk cerita baru, berinvestasi dalam jurnalisme visual, memperluas liputan kami, dan menghasilkan jurnalisme iklim yang kuat dan independen.&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Ketika ditanya apakah jumlah pelaporan iklim Times meningkat atau menurun pada tahun 2025, Layton tidak memberikan jawaban langsung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Laporan terbaru Media and Climate Change Observatory (MeCCO) menyebut bahwa&nbsp;media arus utama di seluruh dunia mengurangi pemberitaan tentang perubahan iklim sepanjang&nbsp;tahun 2025&nbsp;lalu Penurunan pemberitaan tentang perubahan iklim ini terjadi di tengah ekosistem media yang semakin dipenuhi dengan gejolak politik dan penolakan institusional terhadap perubahan iklim. Penurunan&nbsp;pemberitaan tentang perubahan iklim ini terjadi meskipun minat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17,173],"class_list":["post-3221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lingkungan","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}