{"id":340,"date":"2026-07-30T00:21:29","date_gmt":"2026-07-30T00:21:29","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=340"},"modified":"2026-07-30T00:21:29","modified_gmt":"2026-07-30T00:21:29","slug":"banyak-tangan-yang-terlibat-dalam-produksi-celana-jeans-prinsip-keberlanjutan-harus-ada-di-setiap-rantai-produksinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=340","title":{"rendered":"Banyak Tangan yang Terlibat dalam Produksi Celana Jeans: Prinsip Keberlanjutan Harus Ada di Setiap Rantai Produksinya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Program Lingkungan PBB (UNEP) terus mendorong upaya untuk memproduksi jeans secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satunya dilakukan DEMCO, produsen jeans di Tunisia yang menyuplai negara-negara Eropa.<\/p>\n<p>Perusahaan ini mulai menggunakan mesin yang mencuci jeans dengan gas ozon atau sejumlah kecil air berozon untuk memutihkan atau memudarkan denim. Menurut Johnny De Miersman, pendiri dan CEO perusahaan, hal ini mengurangi sekitar 90 persen penggunaan air.<\/p>\n<p>Seperti diketahui untuk menghasilkan selembar celana jeans dibutuhkan sekitar 3800 liter air.<\/p>\n<p>Tantangannya adalah menemukan proses yang mencapai kualitas yang sama &ldquo;tanpa menimbulkan masalah bagi lingkungan atau bagi orang yang akan mengenakan pakaian tersebut,&rdquo; jelas De Miersman.<\/p>\n<p>Di sinilah program InTex UNEP berperan. Didanai oleh Uni Eropa dan Pemerintah Denmark, dan merupakan bagian dari Inisiatif Tekstil UNEP, InTex bekerja sama dengan usaha kecil dan menengah di negara-negara penghasil tekstil untuk mendukung keberlanjutan dan sirkularitas mereka.<\/p>\n<p>Inisiatif ini membantu pabrik mengumpulkan dan menganalisis data operasional untuk lebih memahami di mana dampak lingkungan paling banyak terjadi dan intervensi praktis apa yang dapat menciptakan peningkatan yang paling terukur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247445869\/upaya-industri-jeans-untuk-lebih-ramah-lingkungan\">Baca: Upaya Industri Jeans untuk Lebih Ramah Lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Bagi Ben Miled, penilaian siklus hidup yang didukung InTex membantu mengubah keberlanjutan dari ambisi yang luas menjadi rencana aksi.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan ini, kita tahu di mana kita dapat meningkatkan dampak lingkungan, di mana kita dapat mengurangi jejak karbon kita,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Meskipun GDR dan DEMCO telah menanamkan keberlanjutan ke dalam filosofi mereka sejak awal berdirinya, bagi banyak pabrik, transisi menuju produksi yang lebih bersih dan ramah lingkungan sebagian besar didorong oleh kebijakan.<\/p>\n<p>Uni Eropa sedang memajukan peraturan baru yang akan berlaku pada tahun 2027 dan 2028, yang antara lain mensyaratkan desain ramah lingkungan dan paspor produk digital, yang mendokumentasikan keberlanjutan bahan yang digunakan dalam pembuatan pakaian.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, ini mendorong transparansi, menunjukkan kepada konsumen jeans&nbsp;seperti&nbsp;apa yang sebenarnya mereka beli.<\/p>\n<p>&ldquo;Paspor produk digital mendorong kami untuk mendokumentasikan segala sesuatu tentang sebuah pakaian, mulai dari serat, komposisi, pencucian, bahkan ketertelusuran tentang daur ulang dan semua yang terjadi setelahnya,&rdquo; jelas Alison De Miersman, direktur kreatif DEMCO.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241784734\/brian-szcabo-populerkan-tidak-mencuci-celana-jin-raw-denim-gaya-atau-demi-lingkungan\">Baca: Brian Szcabo Populerkan Tidak Mencuci Celana Jeans<\/a><\/p>\n<p>Dalam sebuah demonstrasi, ia menunjukkan kepada duta UNEP Valletta Amber kode QR pada sebuah pakaian yang mengungkapkan dari mana kapas, kancing, paku keling, dan benang berasal.<\/p>\n<p>Di DEMCO, keberlanjutan bukan hanya tentang apa yang terjadi di lantai pabrik. Semuanya dimulai jauh lebih awal: di papan desain.<\/p>\n<p>Bersamaan dengan eksplorasi penggunaan serat daur ulang, perusahaan ini juga mempertimbangkan pilihan ramah lingkungan untuk hal-hal seperti kancing, benang, dan lapisan saku.<\/p>\n<p>Meskipun seringkali tidak disadari oleh konsumen, pilihan-pilihan ini dapat menentukan apakah sepasang jeans lebih awet, menggunakan lebih sedikit sumber daya, mengandung bahan kimia yang lebih aman, dan lebih mudah didaur ulang.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami memiliki potensi untuk merevolusi industri dan mengubahnya secara sistematis,&rdquo; kata Valletta.<\/p>\n<p>Meskipun konsumen dapat berperan dalam hal itu dengan menuntut denim atau&nbsp;jeans&nbsp;yang lebih berkelanjutan, pemerintah dan industri harus memimpin upaya tersebut, kata Claudia Giacovelli, yang memimpin program InTex UNEP.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241636346\/apakah-slow-fashion-jadi-solusi-dampak-lingkungan-fast-fashion\">Baca: Slow Fashion Jadi Solusi Dampak Lingkungan Fast Fashion<\/a><\/p>\n<p>Pemerintah harus menetapkan aturan yang jelas untuk keberlanjutan. Merek harus mendesain dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan ekonomi sirkular, sambil mendukung pemasok saat mereka beralih dari praktik lingkungan yang merusak.<\/p>\n<p>&rdquo;Dan produsen harus terus berinvestasi dalam teknologi yang lebih bersih dan proses produksi yang lebih cerdas,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Para pelaku industri mengatakan keberlanjutan denim pada akhirnya akan dibentuk oleh berbagai pilihan di seluruh rantai nilai dalam beberapa tahun mendatang.<\/p>\n<p>Saat proses itu berlangsung, Valetta mengatakan penting untuk diingat bahwa setiap pakaian memiliki biaya lingkungan dan bahkan kaos paling sederhana pun tidak boleh dianggap sebagai barang sekali pakai.<\/p>\n<p>&ldquo;Itu berasal dari Bumi,&rdquo; katanya. &ldquo;Banyak tangan yang terlibat dalam pembuatannya dan banyak proses yang berbeda. Itu melakukan perjalanan ke seluruh dunia hanya untuk sampai kepada Anda dan lemari Anda.&rdquo;<\/p>\n<p>Artikel ini diterjemahkan dari unep.org, yang ditulis oleh Gabrielle Lipton, Ditinjau oleh Claudia Giacovelli, Bettina Heller, Elisa Tonda<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Program Lingkungan PBB (UNEP) terus mendorong upaya untuk memproduksi jeans secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satunya dilakukan DEMCO, produsen jeans di Tunisia yang menyuplai negara-negara Eropa. Perusahaan ini mulai menggunakan mesin yang mencuci jeans dengan gas ozon atau sejumlah kecil air berozon untuk memutihkan atau memudarkan denim. Menurut Johnny De Miersman, pendiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":341,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[208,207,206],"class_list":["post-340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-berkelanjutan","tag-jeans","tag-ramah-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}