{"id":3402,"date":"2026-07-30T00:35:46","date_gmt":"2026-07-30T00:35:46","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3402"},"modified":"2026-07-30T00:35:46","modified_gmt":"2026-07-30T00:35:46","slug":"aktivis-bem-ui-diteror-amnesty-internasional-indonesia-serangan-terhadap-kebebasan-akademik-dan-ham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3402","title":{"rendered":"Aktivis BEM UI Diteror, Amnesty Internasional Indonesia: Serangan terhadap Kebebasan Akademik dan HAM"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;<\/strong> Rangkaian teror terhadap sejumlah aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI)&nbsp;merupakan bentuk serius pelanggaran hak asasi manusia, khususnya kebebasan berekspresi dan kebebasan akademik di lingkungan kampus.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan teror tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai konflik internal pemilihan ketua BEM.<\/p>\n<p>Menurutnya teror ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk melemahkan gerakan mahasiswa yang kritis terhadap kekuasaan.<\/p>\n<p>&ldquo;Teror ke para aktivis BEM itu mengancam kebebasan di kampus dan berpotensi meredam peran mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan. Polanya mirip dengan teror yang sebelumnya dialami aktivis&nbsp;<em>Greenpeace<\/em>&nbsp;dan sejumlah pemengaruh media sosial setelah menyuarakan kritik terhadap pemerintah,&rdquo; jelas Usman dalam rilis yang diterima 7cloud.asia pada Selasa (20\/1\/2026).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246522600\/amnesty-internasional-indonesia-desak-polisi-bebaskan-pengunjukrasa-yang-ditahan\">Baca: Amnesty International Indonesia Desak Pembebasan Aktivis <\/a>&nbsp;<\/p>\n<p>Teror tersebut, lanjut Usman, bertujuan menciptakan efek gentar yang berbahaya bagi ruang kebebasan berekspresi.<\/p>\n<p>Aktivis &rsquo;98 ini menegaskan kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi kebebasan berpikir, berkumpul, dan menyampaikan pendapat secara kritis, bukan justru dibungkam melalui ancaman dan intimidasi.<\/p>\n<p>Dia mengatakan apabila proses demokrasi di kampus dicemari teror, maka kebebasan akademik akan mati secara perlahan dan pada akhirnya melemahkan gerakan masyarakat sipil secara luas.<\/p>\n<p>&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246827526\/bem-ui-desak-pemerintah-cabut-gelar-pahlawan-nasional-untuk-soeharto\">Baca: BEM UI Desak Pemerintah Cabut Gelar Pahlawan untuk Soeharto<\/a><\/p>\n<p>Amnesty juga menilai wajar jika mahasiswa mempertanyakan dugaan adanya campur tangan negara dalam aktivitas dan pemilihan kepengurusan BEM.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, negara berkewajiban menjamin perlindungan HAM bagi mahasiswa, bukan justru membiarkan atmosfer ketakutan berkembang.<\/p>\n<p>Terkait pembentukan tim investigasi oleh Rektorat UI, Amnesty menilai langkah tersebut tidak cukup. &ldquo;Inisiatif kampus tidak dapat menggantikan kewajiban aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan dalang di balik teror ini,&rdquo; tegas Usman.<\/p>\n<p>Amnesty mengingatkan, rangkaian teror ini terjadi bersamaan dengan menguatnya kembali aturan-aturan yang membatasi kritik warga negara, termasuk pasal-pasal penghinaan terhadap presiden, pejabat negara, dan institusi negara yang bernuansa kolonial.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246514679\/iluni-ui-prihatin-desak-pertanggungjawaban-pemerintah-terhadap-kekerasan-hingga-merenggut-nyawa\">Baca: ILUNI UI Prihatin Terhadap Kekerasan yang Merenggut Nyawa<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Situasi ini tidak boleh ditoleransi. Negara wajib menghentikan praktik pembungkaman dan memastikan kebebasan berekspresi, terutama di kampus, dilindungi sepenuhnya,&rdquo; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sumber Amnesty menyebut sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia mengalami doksing, ancaman fisik, hingga teror berupa pengiriman paket misterius secara daring dan luring.<\/p>\n<p>Ancaman itu datang menyusul unggahan kritik dan perbincangan terkait ada tidaknya peran seorang politisi dan juga aparat dalam kegiatan BEM UI, termasuk di dalam hal Pemilihan Raya (Pemira) UI 2026, yang memilih kepemimpinan baru Badan Eksekutif Mahasiswa UI.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/246404832\/usman-hamid-prihatin-penculikan-kembali-terjadi\">Baca: Usman Hamid Prihatin Penculikkan Kembali Terjadi<\/a>&nbsp;<\/p>\n<p>Seorang <em>Project Officer<\/em> (PO) Pemira UI mengaku menerima berbagai bentuk teror siber dan fisik sehari setelah <em>Grand Closing<\/em> Pemira UI pada 12 Januari lalu.&nbsp; Salah satu serangan adalah pesan peringatan yang dikirimkan oleh pelaku melalui<em> WhatsApp.<\/em><\/p>\n<p>Pelaku juga memperingatkan korban agar tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon (paslon). Korban pun menerima teror berupa kiriman kardus beserta tuntutan untuk memenangkan paslon lain, disertai ancaman akan memberi &#8220;balasan&#8221; apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.&nbsp;<\/p>\n<p>Korban juga mengaku mengalami teror fisik di lingkungan UI pada Selasa dini hari (13\/1) oleh seorang pengendara sepeda motor tak dikenal. Sambil menodongkan pistol, dia menghardik korban, &#8220;Awas aja\u202flu\u202fmacam-macam!&#8221;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245699489\/seruan-salemba-kedua-bebaskan-indonesia-dari-gelap\">Baca: Seruan Salemba Dua, Bebaskan Indonesia dari Gelap<\/a>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketua dan Wakil Ketua BEM UI terpilih, masing-masing berinisial YMI dan FA, mendapat teror serta ancaman pembunuhan sehari setelah Pemira, 13 Januari 2026.&nbsp;<\/p>\n<p>YMI mengaku akunnya di WhatsApp sempat coba diretas. Serangan peretasan menimpa akun WA kakaknya, dengan dikirimi pesan teror berupa foto-foto agar YMI\u202fmundur\u202fdari jabatannya sebagai ketua BEM. Pesan itu juga disertai ancaman pembunuhan.&nbsp;<\/p>\n<p>YMI juga mendapat kiriman paket-paket\u202fcash on delivery\u202f(COD) berupa topeng dengan tagihan dari Rp 600 ribu sampai Rp1,8 juta.\u202f Wakil Ketua BEM terpilih, FA, juga mengaku dia dan keluargannya mendapat teror serupa.<\/p>\n<p>Nomor ayahnya diretas orang tak dikenal untuk menyebarkan pesan serta video ancaman, termasuk ilustrasi FA sebagai target eksekusi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/245005103\/guru-besar-ui-sebut-dpr-berkhianat-dan-kondisi-negara-genting\">Baca: Guru Besar UI Sebut DPR Berkhianat<\/a><\/p>\n<p>FA juga mengaku menerima kiriman dua paket tak dikenal, yang masing-masing berisi alat pemotong tanaman dan sebuah kursi roda.&nbsp;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sejumlah mahasiswa UI lainnya yang tidak terkait langsung dengan kegiatan Pemira pun mengalami teror dan serangan digital.<\/p>\n<p>Setidaknya dua korban lainnya mengaku&nbsp; menerima serangan doksing dan teror kiriman paket tak dikenal setelah berpendapat maupun sekadar membagikan kutipan twit (quote retweet) terkait Pemira di media sosial.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, pihak rektorat UI membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut rangkaian teror dan ancaman fisik serta mendampingi mahasiswa korban untuk melapor ke kepolisian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Rangkaian teror terhadap sejumlah aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI)&nbsp;merupakan bentuk serius pelanggaran hak asasi manusia, khususnya kebebasan berekspresi dan kebebasan akademik di lingkungan kampus. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan teror tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai konflik internal pemilihan ketua BEM. Menurutnya teror ini merupakan bagian dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3403,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[511,1268,506,315],"class_list":["post-3402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-amnesty-international-indonesia","tag-bem-ui","tag-ham","tag-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}