{"id":3430,"date":"2026-07-30T00:35:52","date_gmt":"2026-07-30T00:35:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3430"},"modified":"2026-07-30T00:35:52","modified_gmt":"2026-07-30T00:35:52","slug":"proyek-seablue-upaya-ringankan-beban-nelayan-kecil-hadapi-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3430","title":{"rendered":"Proyek SeaBLUE: Upaya Ringankan Beban Nelayan Kecil Hadapi Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP), Indonesia memiliki lebih dari dua juta nelayan kecil yang secara kolektif menyumbang hingga 60 persen produksi perikanan tangkap nasional.<\/p>\n<p>Namun, banyak nelayan kecil masih sangat rentan dengan risiko perubahan iklim, fluktuasi harga bahan bakar, serta kehilangan hasil pasca-panen.<\/p>\n<p>Hal ini terutama dialami nelayan kecil&nbsp;di wilayah kepulauan terpencil seperti Morotai dan Kepulauan Tanimbar, di mana kenaikan biaya operasional dan penurunan kualitas hasil tangkapan terus mengancam pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi kondisi ini, KKP, BRIN dan UNDP mengembangkan proyek SeaBLUE. Program ini memperkenalkan kapal listrik dan kotak pendingin (<em>cooler box<\/em>) bertenaga surya untuk membantu nelayan kecil menjaga kesegaran hasil tangkapannya.<\/p>\n<p>Proyek SeaBLUE yang dijalankan dengan dukungan pendanaan oleh pemerintah Jepang ini juga dapat memangkas biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan nelayan, sekaligus menurunkan emisi karbon.<\/p>\n<p>Proyek&nbsp;SeaBLUE&nbsp;bertujuan untuk mendukung nelayan kecil sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi biru yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.<\/p>\n<p>Sebagai&nbsp;bagian&nbsp;Proyek&nbsp;SeaBLUE,&nbsp;BRIN dan KKP&nbsp;menggelar&nbsp;<em>Clean Energy Electric Boat Innovation Expo<\/em>&nbsp;pada&nbsp;Rabu&nbsp;(14\/1\/2026)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241735082\/nelayan-masih-terpinggirkan-ekonomi-biru-harus-diperjuangkan\">Baca: Nelayan kecil makin terpinggirkan, ekonomi biru harus diperjuangkan<\/a><\/p>\n<p>Kegiatan ini&nbsp;mengombinasikan pelatihan praktis dan dukungan teknis guna memastikan kapal yang digunakan aman, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>Kapal listrik tenaga surya<\/strong><br \/>Bersama BRIN lewat inisiasi co-development (co-dev), kolaborasi ini menghasilkan komponen teknologi kapal listrik yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kondisi operasional di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).<\/p>\n<p>Diharapkan kapal listrik dan ekosistem energinya dapat menjadi solusi transportasi perairan yang ramah lingkungan, terjangkau, dan berdaya guna bagi masyarakat di daerah 3T.<\/p>\n<p>&rdquo;Proyek ini sekaligus menjadi langkah strategis menuju masa depan transportasi berkelanjutan di Indonesia,&rdquo; kata Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Aam Muharam dilansir di laman resmi brin.go.id.<\/p>\n<p>Secara&nbsp;keseluruhan&nbsp;Proyek&nbsp;SeaBlue menargetkan distribusi 162 <em>cooler box<\/em> bertenaga surya dan enam mesin kapal listrik untuk 34 desa di Morotai dan Kepulauan Tanimbar.<\/p>\n<p>Pelatihan operator serta instalasi stasiun pengisian daya telah diselesaikan, sementara pemasangan akhir dan pelatihan untuk mesin kapal listrik dijadwalkan rampung pada akhir Januari.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sejalan dengan inisiatif ini, kunjungan lapangan lanjutan akan dilaksanakan pada Februari 2026 untuk meninjau kemajuan serta menghimpun pembelajaran dari implementasi proyek.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24703246\/nasib-nelayan-tradisional-terombang-ambing-dampak-perubahan-iklim\">Baca: Nasib nelayan kecil terombang-ambing dampak perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Kepala BRIN, Arif Satria di sela <em>Clean Energy Electric Boat Innovation Expo<\/em>, di Pulau Tunda, Banten, Rabu (14\/1\/2026), menyoroti pentingnya inovasi ini dari sisi teknis.<\/p>\n<p>Menurutnya, transisi menuju kapal bertenaga listrik merupakan langkah krusial dalam upaya dekarbonisasi sektor perikanan.<\/p>\n<p>Kemitraan BRIN dengan UNDP, ujarnya, memastikan bahwa kapal listrik tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan mengombinasikan penyempurnaan desain, pelatihan langsung, dan pemantauan berkelanjutan, kami membangun fondasi untuk implementasi yang lebih luas di wilayah pesisir Indonesia,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella mengungkapkan, nelayan kecil merupakan jantung komunitas pesisir Indonesia. Namun, banyak di antaranya menghadapi tantangan terkait kenaikan biaya operasional di tengah perubahan iklim.<\/p>\n<p>Dengan menyediakan kapal bertenaga surya serta sistem pendingin (<em>cooler box<\/em>), UNDP dan para mitra menghadirkan solusi praktis yang dapat menekan biaya bahan bakar, menjaga kualitas hasil tangkapan, dan memastikan pendapatan mereka tetap stabil.<\/p>\n<p>&ldquo;Solusi ini menempatkan energi bersih langsung di tangan masyarakat, membantu keluarga mempertahankan mata pencaharian, dan membangun ketangguhan untuk masa depan,&rdquo; ujar Sara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/246361335\/riset-proyek-ikn-membuat-nelayan-dan-masyarakat-pesisir-semakin-sengsara\">Baca: Proyek IKN membuat nelayan dan masyarakat pesisir semakin sengsara<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP), Indonesia memiliki lebih dari dua juta nelayan kecil yang secara kolektif menyumbang hingga 60 persen produksi perikanan tangkap nasional. Namun, banyak nelayan kecil masih sangat rentan dengan risiko perubahan iklim, fluktuasi harga bahan bakar, serta kehilangan hasil pasca-panen. Hal ini terutama dialami nelayan kecil&nbsp;di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3431,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1281,1282],"class_list":["post-3430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-nelayan-kecil","tag-proyek-seablue"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}