{"id":3484,"date":"2026-07-30T00:36:04","date_gmt":"2026-07-30T00:36:04","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3484"},"modified":"2026-07-30T00:36:04","modified_gmt":"2026-07-30T00:36:04","slug":"korban-banjir-sumatera-di-langkahan-aceh-utara-mulai-bangkit-kembali-menata-hidupnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3484","title":{"rendered":"Korban Banjir Sumatera di Langkahan, Aceh Utara Mulai Bangkit Kembali Menata Hidupnya"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Melewati hari ke-50 pasca banjir Sumatera, sejumlah penyintas yang kehilangan tempat tinggalnya telah menempati hunian sementara.<\/p>\n<p>Salah satunya dialami keluarga Misran dari Desa Geudumbak, Langkahan Aceh Utara. Keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga ini kini menempati hunian sementara seluas 36 meter persegi yang dibangun tim UGM.<\/p>\n<p>Meski sederhana, hunian sementara yang dibangun dari kayu gelondongan yang terhanyut banjir itu cukup menjadi tempat bernaung ketimbang tinggal di pengungsian.<\/p>\n<p>Dilansir di laman resmi UGM, ugm.ac.id, rumah&nbsp;Misran&nbsp;rusak&nbsp;dan&nbsp;tak&nbsp;bisa&nbsp;ditempati.&nbsp;Dalam kondisi darurat, mereka bertahan selama tiga hari tiga malam di atas pohon sawit hingga air surut.&nbsp;Padahal&nbsp;saat itu, istri Misran tengah hamil besar.&nbsp;<\/p>\n<p>Kini, rumah Misran telah selesai dibangun dan sudah ditempati, sementara 18 rumah lainnya masih dalam tahap pembangunan di lokasi yang sama.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/247074619\/tim-ugm-bangun-hunian-sementara-dengan-libatkan-warga-penyintas-banjir-sumatera\">Baca: UGM bangun hunian sementara dengan libatkan warga penyintas banjir Sumatera<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Waktu itu kami hanya berusaha bertahan, dan sekarang sudah bisa kembali tinggal bersama keluarga di rumah yang lebih aman,&rdquo; ujar Misran.<\/p>\n<p>Sebanyak 550 unit hunian sementara dibangun UGM di Aceh Utara dan Aceh Tamiang, dengan menggandeng Rumah Zakat yang berperan sebagai donor sekaligus mitra yang terlibat langsung dalam penyediaan dan pelatihan tenaga tukang lokal.<\/p>\n<p>Hunian sementara ini dibangun dengan melibatkan warga.&nbsp;Tujuannya&nbsp;agar&nbsp;warga terdampak dapat terlibat aktif dalam proses pembangunan bersama pemilik rumah dan warga sekitar.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan ini, roda ekonomi warga mulai bergerak kembali melalui skema uang lelah bagi para tukang.<\/p>\n<p>Salah seorang Tim UGM, Ashar Saputra, Ph.D bercerita, warga sangat antusias dengan program pembangunan hunian sementara ini. Antusiasme warga terdampak menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembangunan hunian sementara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/247065379\/pakar-ingatkan-pembangunan-hunian-sementara-jangan-hanya-didasarkan-pada-aspek-fisik\">Baca: Pembangunan hunian sementara jangan hanya didasarkan pada aspek fisik<\/a><\/p>\n<p>Setelah hampir 50 hari tinggal di tenda yang kurang nyaman dan kurang higienis, warga menyambut baik peluang untuk memiliki hunian yang lebih layak.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ashar mengisahkan, pada tahap awal pembangunan hunian sementara, banyak warga datang melihat, bertanya, dan kemudian berharap segera mendapatkan rumah serupa.<\/p>\n<p>Namun, karena pembangunan rumah masih berproses maka warga harus antre. Penentuan prioritas penerima hunian dilakukan melalui musyawarah warga setempat dengan mempertimbangkan kondisi lansia, ibu hamil, anak-anak, serta keluarga yatim dan piatu.<\/p>\n<p>&ldquo;Urutan pembangunan ditentukan melalui rembuk gampong agar bantuan tepat sasaran dan adil,&rdquo; ucapnya.<\/p>\n<p>Ke depan, Ashar menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pemulihan pascabencana. Kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada hunian, tetapi mencakup air bersih, sanitasi, fasilitas kesehatan, dan pendidikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/247008412\/update-banjir-sumatera-korban-meninggal-capai-1140-orang-bnpb-terima-34000-permohonan-hunian\">Baca: BNPB terima 34.000 permohonan hunian dari penyintas banjir Sumatera<\/a><\/p>\n<p>Pemulihan infrastruktur dasar perlu berjalan seiring agar kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. UGM mendorong agar setiap pihak yang terlibat dapat berkontribusi sesuai kebutuhan lapangan.<\/p>\n<p>&ldquo;Hunian menjadi pintu masuk, tetapi fasilitas pendukung seperti sekolah dan layanan kesehatan juga perlu segera disiapkan,&rdquo; tutup Ashar.<\/p>\n<p>Di balik angka dan desain teknis, program pembangunan hunian sementara di Aceh ini menyimpan kisah kemanusiaan yang mendalam.<\/p>\n<p>Hunian sementara berbasis kayu ini dirancang dengan ukuran 6 x 6 meter persegi. Desain tersebut mengakomodasi dua kamar tidur yang bersifat privat, satu ruang multifungsi untuk dapur atau ruang keluarga, serta satu teras.<\/p>\n<p>Ashar menjelaskan kebutuhan material kayu diperkirakan sekitar 4 meter kubik untuk rumah tanpa lantai panggung dan sekitar 5 meter kubik untuk rumah dengan lantai panggung.<\/p>\n<p>Material yang perlu didatangkan dari luar lokasi meliputi atap galvalum serta paku, baut, dan mur. &ldquo;Sebisa mungkin material kayu diambil dari lokasi terdekat, sementara bahan pendukung lainnya disuplai dari luar,&rdquo; ungkap Ashar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Melewati hari ke-50 pasca banjir Sumatera, sejumlah penyintas yang kehilangan tempat tinggalnya telah menempati hunian sementara. Salah satunya dialami keluarga Misran dari Desa Geudumbak, Langkahan Aceh Utara. Keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga ini kini menempati hunian sementara seluas 36 meter persegi yang dibangun tim UGM. Meski sederhana, hunian sementara yang dibangun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3485,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[290,964],"class_list":["post-3484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir-sumatera","tag-hunian-sementara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3484"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3484\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}