{"id":3590,"date":"2026-07-30T00:36:37","date_gmt":"2026-07-30T00:36:37","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3590"},"modified":"2026-07-30T00:36:37","modified_gmt":"2026-07-30T00:36:37","slug":"praktik-baik-konservasi-bagaimana-kenya-sukses-melakukan-konservasi-dengan-pendekatan-inklusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3590","title":{"rendered":"Praktik Baik Konservasi: Bagaimana Kenya Sukses Melakukan Konservasi dengan Pendekatan Inklusif"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; &ldquo;Perlakukan Bumi dengan baik: Bumi bukanlah pemberian dari orang tuamu, melainkan pinjaman dari anak-anakmu,&rdquo; demikian bunyi sebuah peribahasa Kenya.<\/p>\n<p>Kearifan ini mencerminkan realitas ekonomi yang sangat penting bagi Kenya yang 42 persen PDB dan 70 persen lapangan kerja dihasilkan oleh sektor-sektor yang bergantung langsung pada modal alam dan jasa ekosistem, seperti pariwisata dan pertanian,<\/p>\n<p>Peribahasa ini juga memperingatkan terhadap hilangnya keanekaragaman hayati merupakan salah satu ancaman besar yang dihadapi masyarakat Kenya.<\/p>\n<p>Kenya, seperti sebagian besar dunia, telah mengalami penurunan signifikan dalam berbagai spesiesnya karena pertumbuhan penduduk yang cepat, perusakan habitat, dan dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Sebagai tanggapan terhadap tantangan-tantangan mendesak ini, otoritas setempat telah mengembangkan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan sains, kebijakan, dan bisnis sambil memberdayakan masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Upaya-upaya ini dapat memberikan contoh yang berharga bagi negara-negara lain di Afrika dan di seluruh dunia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247023227\/4-negara-ini-mengubah-caranya-memperlakukan-lingkungan-dan-hasilnya-mencengangkan\">Baca: Negara-negara ini mengubah caranya memperlakukan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kepemimpinan Kenya dalam tata kelola keanekaragaman hayati yang inklusif menawarkan harapan,&rdquo; kata Doreen Lynn Robinson, Wakil Direktur Divisi Ekosistem di Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).<\/p>\n<p>Doreen menambahkan, apa yang dilakukan Kenya sangat penting, bukan hanya inspiratif, tetapi juga esensial. Bahwa para pembuat kebijakan, masyarakat sipil, dan komunitas bersama-sama memutuskan bagaimana melestarikan sumber daya alam dan habitat mereka.<\/p>\n<p>Seperti negara-negara lain, Kenya sedang menjalani proses penting untuk memperbarui Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Nasional (NBSAP) agar dokumen tersebut lebih selaras dengan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming&ndash;Montreal (GBF).<\/p>\n<p>Kenya juga menggunakan jaringan dukungan global yang dibentuk di bawah GBF untuk mengakses saran ahli, pengetahuan ilmiah, dan teknologi baru, membantu negara tersebut menerapkan NBSAP-nya.<\/p>\n<p>GBF menetapkan target global yang ambisius untuk tahun 2030, yang mencakup konservasi dan pemulihan ekosistem, mengatasi penyebab hilangnya keanekaragaman hayati, dan memasukkan alam ke dalam pengambilan keputusan ekonomi.<\/p>\n<p>Dengan hanya empat tahun tersisa sebelum tenggat waktu 2030, negara-negara di dunia perlu memastikan bahwa NBSAP mereka selaras dengan target GBF dan berfungsi sebagai alat yang efektif untuk mencapainya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246999745\/seperti-ini-kondisi-planet-bumi-pada-2050-jika-manusia-tidak-mengubah-sikapnya-terhadap-lingkungan\">Baca: Ini yang terjadi pada planet Bumi jika manusia tak segera mengubah caranya memperlakukan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Memperbarui NBSAP adalah latihan yang kompleks,&ldquo; kata Doreen.<\/p>\n<p>Namun, ujian sebenarnya adalah menyatukan semua sektor pemerintah dengan seluruh masyarakat untuk mengubah kebijakan-kebijakan ini menjadi tindakan nyata di lapangan. Dan Kenya telah menciptakan mekanisme untuk mencapai hal tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari NBSAP-nya, Kenya telah menciptakan Mekanisme Koordinasi Keanekaragaman Hayati Nasional (NBCM).<\/p>\n<p>Alih-alih memperlakukan keanekaragaman hayati sebagai urusan satu kementerian atau sektor saja, NBCM berupaya mengubah upaya-upaya yang terfragmentasi menjadi respons strategis yang terkoordinasi yang mewujudkan pendekatan &ldquo;seluruh pemerintah, seluruh masyarakat.<\/p>\n<p>NBCM diinisiasi di bawah kepemimpinan Kementerian Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim dan Kehutanan dan secara resmi diluncurkan pada Agustus 2024.<\/p>\n<p>NBCM ini menyatukan kementerian, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, masyarakat adat dan komunitas lokal, kelompok pemuda, lembaga penelitian, mitra pembangunan, dan pelaku sektor swasta ke dalam satu platform koordinasi.<\/p>\n<p>Inilah yang menjadi kunci keberhasilan upaya konservasi di Kenya. Apa yang diraih dari NBCM ini akan kami ulas di tulisan selanjutnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247048522\/tenggat-kian-dekat-apa-yang-sudah-dicapai-dari-kerangka-kerja-keanekaragaman-hayati-global\">Baca: Apa yang sudah dicapai dari Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global (GBF)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; &ldquo;Perlakukan Bumi dengan baik: Bumi bukanlah pemberian dari orang tuamu, melainkan pinjaman dari anak-anakmu,&rdquo; demikian bunyi sebuah peribahasa Kenya. Kearifan ini mencerminkan realitas ekonomi yang sangat penting bagi Kenya yang 42 persen PDB dan 70 persen lapangan kerja dihasilkan oleh sektor-sektor yang bergantung langsung pada modal alam dan jasa ekosistem, seperti pariwisata dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[44,1322,17],"class_list":["post-3590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-keanekaragaman-hayati","tag-kenya","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}