{"id":3701,"date":"2026-07-30T00:37:03","date_gmt":"2026-07-30T00:37:03","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3701"},"modified":"2026-07-30T00:37:03","modified_gmt":"2026-07-30T00:37:03","slug":"dalam-dua-tahun-terakhir-jutaan-pohon-mangrove-ditanam-bagaimana-hasilnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3701","title":{"rendered":"Dalam Dua Tahun Terakhir Jutaan Pohon Mangrove Ditanam, Bagaimana Hasilnya?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengklaim telah melakukan penanaman 20.880.620 batang mangrove di empat provinsi prioritas dalam periode 2024-2025.<\/p>\n<p>Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Hutan Mangrove Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, Giri Suryanta menyampaikan, penanaman jutaan pohon mangrove ini dilakukan melalui Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).<\/p>\n<p>Sampai 2025, ujarnya, Proyek M4CR merealisasikan penanaman mangrove seluas 15.574 hektare di empat provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>&#8220;Adapun penanaman ini sebagai bagian dari penguatan ketahanan pesisir dan aksi iklim berbasis alam. Selain berkontribusi pada pemulihan ekosistem, kegiatan rehabilitasi mangrove ini juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat pesisir,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246098963\/sos-setiap-tahun-belasan-ribu-hektare-hutan-mangrove-hilang\">Baca: Setiap tahun belasan ribu hektare hutan mangrove hilang<\/a><\/p>\n<p>Secara rinci, pada 2024 kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan di area seluas 13.307 hektare dengan total 14.646.800 batang mangrove tertanam.<\/p>\n<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.162.320 batang telah memasuki tahap pemeliharaan, khususnya di Provinsi Sumatera Utara dan Riau.<\/p>\n<p>Program ini melibatkan 15.047 orang, yang berpartisipasi melalui kegiatan penanaman, Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove (SL RM), serta program Matching Grants.<\/p>\n<p>Memasuki 2025, penanaman mangrove kembali dilanjutkan dengan cakupan area seluas 2.267 hektare yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur. Hingga saat ini, sudah 6.233.820 batang mangrove ditanam di tiga provinsi tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pelaksanaan ini masih berada dalam tahap berjalan, sehingga data pemeliharaan serta jumlah masyarakat yang terlibat akan diperbarui seiring dengan penyelesaian tahapan administrasi dan verifikasi kegiatan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246083156\/pelestarian-hutan-mangrove-indonesia-fakta-dan-tantangannya\">Baca: Tantangan pelestarian hutan mangrove di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Dia menyebut capaian rehabilitasi mangrove melalui Proyek M4CR mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pemulihan ekosistem mangrove secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Secara khusus pendekatan berbasis komunitas yang diterapkan dalam proyek tersebut tidak hanya memperkuat fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami wilayah pesisir, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara lestari.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Indonesia memiliki mangrove seluas 3,44 juta hektare atau 23 persen dari total 14,7 juta hektare mangrove yang ada di dunia.<\/p>\n<p>Sayangnya, setiap tahun Indonesia kehilangan mangrove kurang lebih 19.501 hektare. Sehingga, Indonesia membutuhkan upaya yang sangat serius untuk bisa mengatasi kehilangan mangrove.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengklaim telah melakukan penanaman 20.880.620 batang mangrove di empat provinsi prioritas dalam periode 2024-2025. Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Hutan Mangrove Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, Giri Suryanta menyampaikan, penanaman jutaan pohon mangrove ini dilakukan melalui Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Sampai 2025, ujarnya, Proyek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[95,143],"class_list":["post-3701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hutan","tag-mangrove"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}