{"id":376,"date":"2026-07-30T00:21:43","date_gmt":"2026-07-30T00:21:43","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=376"},"modified":"2026-07-30T00:21:43","modified_gmt":"2026-07-30T00:21:43","slug":"di-tengah-disrupsi-dan-gempuran-ai-media-dituntut-melakukan-diversifikasi-usaha-untuk-tetap-bertahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=376","title":{"rendered":"Di Tengah Disrupsi dan Gempuran AI, Media Dituntut Melakukan Diversifikasi Usaha untuk Tetap Bertahan"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dampak konsumsi konten generatif AI makin dirasakan industri media di Indonesia lantaran turut mempengaruhi terhadap trafik pembaca, termasuk media-media yang sudah punya branding besar.<\/p>\n<p>Akademisi Monash University sekaligus Co-Director Monash Data and Democracy Research Hub, Ika Idris mengungkapkan penurunan trafik itu sekitar 20-70 persen.<\/p>\n<p>Angka itu berbeda-beda (masing-masing media). Dampak terbesar terutama dirasakan media yang general news karena adanya pengunaan generatif AI yang masif.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, media besar paling merasakan dampak ini, tetapi mereka juga yang dengan cepat mengatasi kondisi ini, karena sumber daya yang dimiliki juga besar.<\/p>\n<p>&rdquo;Karena kalau media kecil itu mungkin tidak punya tim IT, bahkan tidak punya data, terus telat untuk menyadari seperti apa,&rdquo; ujar Ika dalam paparannya di acara Banten Media Hub di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (30\/6\/2026).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/247377260\/hari-kebebasan-pers-pemerintah-menyabotase-kerja-pers-demi-mengendalikan-informasi\">Baca: Pemerintah Menyabotase Kerja Pers Demi Mengendalikan Informasi<\/a><\/p>\n<p>Meski begitu, diakui Ika, media online berbasis news masih menjadi sumber utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi sebuah peristiwa sehingga tingkat kepercayaan dari pembacanya masih relatif cukup tinggi dibandingkan dengan media sosial.<\/p>\n<p>Hal ini didasarkan pada survei yang dilakukan Monash Data and Democracy Research Hub melakukan survei terhadap 2.000 sampel di 44 kota seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Hasilnya, well established media atau media yang sudah mapan menempati posisi tertinggi sebagai sumber berita paling dipercaya.<\/p>\n<p>&ldquo;Influencer itu yang paling bawah sebenarnya (tingkat kepercayaan publiknya). Cuma kalau kita lihat 50 persen itu menjawab netral terhadap influencer ini, antara mereka tidak tahu bagaimana bersikap atau mereka malu-malu,&rdquo; jelas Ika.<\/p>\n<p>&#8220;Ternyata yang paling dipercaya itu <em>well established<\/em> media, kedua, ditempati media institusi pemerintah, lalu ketiga public broadcaster atau penyiaran publik, katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/246679112\/pentingnya-good-journalism-di-tengah-gempuran-kecerdasan-buatan\">Baca: Pentingnya &lsquo;Good Journalism&lsquo; di Tengah Gempuran Kecerdasan Buatan<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, Ika mengklaim telah mengukur tingkat kepercayaan publik saat terjadi protes politik di Agustus 2025 laju.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hasilnya, <em>well established<\/em> media tetap menjadi rujukan utama. Sementara, media-media yang terafiliasi dengan pemerintah mendapat respon sekitar 15 persen karena dinilai cocok untuk mencari informasi layanan publik seperti lalu lintas, pendidikan, dan kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi semakin media itu kritis terhadap kebijakan pemerintah, maka semakin tinggi pula trust publik ke media tersebut ,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Meski tingkat kepercayaan ke media besar cenderung lebih tinggi, ternyata hal itu tidak berbanding lurus dengan kesediaan berlangganan. Berbeda dengan Amerika dan Eropa Barat yang bisa mengkonversi kepercayaan publik menjadi subscription.<\/p>\n<p>&ldquo;Sayangnya ketika ditanya sebenarnya mereka mau subscribe ke media nggak sih? Jadi karena orang percaya ke well established media itu mereka mau subscribe. Kalau di Indonesia justru enggak,&rdquo; ujar Ika.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/247377284\/world-pers-freedom-day-perjuangan-media-alternatif-di-tengah-ketidakpastian\">Baca: Perjuangan Media Alternatif di Tengah Ketidakpastian<\/a><\/p>\n<p>Karena itu, Ika menilai, perlu ada kampanye untuk memberikan edukasi terhadap publik bahwa informasi di media online berbasih news itu lebih relevan sehingga perlu diberikan dukungan dengan cara subscribe.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kita harus ngasih tau ke publik kalau mereka percaya ya harus didukung juga medianya,&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi suara.com, Suwarjono mengungkapkan masalah sustainability media menjadi isu penting selain juga independensi.<\/p>\n<p>Selain berubahnya pola konsumsi informasi masyarakat, pengelola media juga dihadapkan pada pendapatan dan kue iklan yang makin mengecil. Sementara untuk menjalankan kerja-kerja jurnalistik butuh biaya yang tidak kecil.<\/p>\n<p>Karena itu, diversifikasi usaha dibutuhkan agar media tetap bisa menjalankan tugas jurnalistiknya.<\/p>\n<p>&#8220;Jurnalisme itu mahal dan kita tidak bisa menghidupi media. Karenanya media harus punya model bisnis lain untuk menunjang aktifitas media,&#8221; katanya saat menyampaikan sambutan di hadapan puluhan media lokal di Banten.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dampak konsumsi konten generatif AI makin dirasakan industri media di Indonesia lantaran turut mempengaruhi terhadap trafik pembaca, termasuk media-media yang sudah punya branding besar. Akademisi Monash University sekaligus Co-Director Monash Data and Democracy Research Hub, Ika Idris mengungkapkan penurunan trafik itu sekitar 20-70 persen. Angka itu berbeda-beda (masing-masing media). Dampak terbesar terutama dirasakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":377,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[229,228],"class_list":["post-376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-generatif-ai","tag-media"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=376"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/376\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}