{"id":3819,"date":"2026-07-30T00:37:33","date_gmt":"2026-07-30T00:37:33","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3819"},"modified":"2026-07-30T00:37:33","modified_gmt":"2026-07-30T00:37:33","slug":"demonstrans-aksi-agustus-2025-meninggal-dalam-tahanan-kontras-desak-diusut-tuntas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3819","title":{"rendered":"Demonstrans Aksi Agustus 2025 Meninggal Dalam Tahanan, KontraS Desak Diusut Tuntas"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Alfarisi bin Rikosen (21 tahun), demonstran asal Sampang, Madura, yang ditangkap terkait aksi Agustus 2025 dan ditahan di Rutan Medaeng, Sidoarjo, meninggal dunia pada Selasa (30\/12\/2025).<\/p>\n<p>Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan Alfarisi meninggal pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB.<\/p>\n<p>Alfarisi sempat mendapat penanganan di klinik, tetapi nyawanya tidak dapat tertolong. Alfarisi meninggal dunia karena mengalami gagal pernapasan. Sebelumnya, Ia sempat dilaporkan kejang-kejang oleh rekan satu selnya.<\/p>\n<p>Saat diserahkan ke keluarga, disebutkan Alfarisi memiliki riwayat kejang sejak kecil.<\/p>\n<p>Profil Alfarisi Alfarisi bin Rikosen merupakan seorang pemuda yatim piatu berasal dari Sampang, Jawa Timur.<\/p>\n<p>Ia tinggal bersama kakak kandungnya di kawasan Bubutan, Surabaya. Sehari-hari, Alfarisi dan kakaknya mencukupi kebutuhan hidup dengan mengelola sebuah warung kopi kecil sederhana yang mereka bangun di atas teras rumah.<\/p>\n<p>Pada bulan Agustus 2025, gelombang demonstrasi terjadi di beberapa kota, termasuk Surabaya.<\/p>\n<p>Alfarisi ditangkap polisi karena diduga terlibat kepemilikan senjata api, amunisi, atau bahan peledak. Ia ditangkap di tempat tinggalnya pada 9 September 2025 sekitar pukul 11.00 WIB.<\/p>\n<p>Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai kematian Alfarisi mengindikasikan dugaan kelalaian dalam standar penahanan dan mendesak pemerintah melakukan penyelidikan independen.<\/p>\n<p>Alfarisi berstatus terdakwa dalam perkara dugaan kepemilikan senjata api dan dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ia ditangkap pada 9 September 2024 di Bubutan, Kota Surabaya, lalu ditahan di Polrestabes Surabaya sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng.<\/p>\n<p>&#8220;Perkaranya dijadwalkan memasuki tahap penuntutan pada 5 Januari 2026, sehingga Alfarisi meninggal sebelum memperoleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,&#8221; ujar Fatkhul Khoir, Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya.<\/p>\n<p>Khoir menyoroti buruknya kondisi penahanan dan kegagalan negara melindungi hak tahanan. Selama masa penahanan, Alfarisi dilaporkan mengalami penurunan berat badan drastis hingga 30&ndash;40 kilogram.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi fisik korban menurun signifikan. Hal ini menunjukkan dugaan tidak terpenuhinya standar minimum penahanan serta layanan kesehatan di dalam rutan,&#8221; kata Khoir dalam pernyataan tertulisnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">KontraS KontraS menilai kematian tahanan dalam penguasaan negara merupakan indikator serius kegagalan perlindungan hak hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap kematian di dalam tahanan menimbulkan tanggung jawab langsung negara. Karena itu, penyelidikan harus dilakukan secara cepat, independen, imparsial, dan transparan,&#8221; tegas Khoir.<\/p>\n<p>KontraS mendesak pemerintah memastikan pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan unsur kelalaian aparat, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi penahanan dan layanan kesehatan di Rutan Kelas I Surabaya maupun rutan lain di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Alfarisi bin Rikosen (21 tahun), demonstran asal Sampang, Madura, yang ditangkap terkait aksi Agustus 2025 dan ditahan di Rutan Medaeng, Sidoarjo, meninggal dunia pada Selasa (30\/12\/2025). Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan Alfarisi meninggal pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Alfarisi sempat mendapat penanganan di klinik, tetapi nyawanya tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3819","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3819\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}