{"id":3944,"date":"2026-07-30T00:38:06","date_gmt":"2026-07-30T00:38:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3944"},"modified":"2026-07-30T00:38:06","modified_gmt":"2026-07-30T00:38:06","slug":"dpr-usulkan-anggaran-cetak-sawah-baru-dialihkan-untuk-beli-lahan-produktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=3944","title":{"rendered":"DPR Usulkan Anggaran Cetak Sawah Baru Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menyoroti data Kementerian ATR\/BPN yang menyebutkan bahwa alih fungsi lahan pertanian mencapai 554.000 hektare\/tahun.<\/p>\n<p>Tingginya&nbsp;angka alih&nbsp;fungsi&nbsp;lahan&nbsp;pertanian&nbsp;tersebut dinilainya sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah membaca pernyataan Nusron Wahid, saya memiliki pola pikir baru. Jika alih fungsi lahan&nbsp;pertanian mencapai 554 ribu hektar\/tahun, maka konsep swasembada pangan harus segera dievaluasi,&#8221; kata Firman dikutip Parlementaria, Rabu (24\/12\/2025).<\/p>\n<p>Ketimbang kebijakan mencetak sawah baru, Firman mendorong pemerintah untuk mempertahankan lahan pertanian yang sudah ada.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/243094112\/alih-fungsi-lahan-pertanian-picu-krisis-harga-pangan\">Baca: Alih fungsi lahan pertanian bisa picu krisis harga pangan<\/a><\/p>\n<p>Politisi Partai Golkar ini mengusulkan anggaran cetak sawah baru dialihkan membeli lahan pertanian produktif yang sudah memiliki irigasi teknis, kemudian dikelola langsung oleh Pemerintah sebagai solusi alternatif.<\/p>\n<p>Firman berpendapat, selama ini kebijakan cetak sawah baru sering kali menghadapi berbagai kendala. Mulai dari ketersediaan lahan, kesiapan infrastruktur irigasi hingga biaya yang tidak sedikit.<\/p>\n<p>Akibatnya, hasil yang diperoleh dinilai belum optimal dalam mendongkrak produksi pangan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Saya punya gagasan sangat rasional dan layak dipertimbangkan yakni mengubah konsep anggaran cetak sawah baru sebaiknya digunakan untuk membeli lahan pertanian produktif sudah beririgrasi teknis dan d kelola Pemerintah,&#8221; ujar legislator yang juga anggota Baleg DPR ini.<\/p>\n<p>Dia menyakini langkah tersebut dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produksi pangan nasional secara tepat, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan pangan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/246879372\/jakarta-punya-sawah-abadi-simak-lokasinya-di-sini\">Baca: Jakarta punya sawah abadi, bagaimana pengelolaannya?<\/a><\/p>\n<p>Firman juga menilai bahwa dengan membeli lahan sudah produktif, Pemerintah tidak perlu melalui proses panjang seperti pembukaan lahan baru, pembangunan irigrasi, hingga penyesuaian kondisi tanah.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan cara produksi pangan bisa langsung meningkat tanpa menunggu waktu lama dan tanpa boros anggaran,&#8221; tegas legislator dapil Jateng III ini.<\/p>\n<p>Selain itu, pengelolaan lahan pertanian oleh Pemerintah dinilai dapat menjamin stabilitas produksi dan ketersediaan pangan nasional dalam jangka panjang.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ia memaparkan sejumlah keuntungan dari pendekatan tersebut antara lain peningkatan produksi pangan nasional, efisiensi anggaran serta pengelolaan pertanian yang lebih terkontrol dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Jika dikelola Pemerintah, efisiensi bisa ditingkatkan dan risiko kerugiaan dapat ditekan ini penting untuk memastikan swasembada pangan benar-benar terwujud,&#8221; tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menyoroti data Kementerian ATR\/BPN yang menyebutkan bahwa alih fungsi lahan pertanian mencapai 554.000 hektare\/tahun. Tingginya&nbsp;angka alih&nbsp;fungsi&nbsp;lahan&nbsp;pertanian&nbsp;tersebut dinilainya sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. &#8220;Setelah membaca pernyataan Nusron Wahid, saya memiliki pola pikir baru. Jika alih fungsi lahan&nbsp;pertanian mencapai 554 ribu hektar\/tahun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":3945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1421],"class_list":["post-3944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-alih-fungsi-lahan-pertanian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3944"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3944\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}