{"id":4038,"date":"2026-07-30T00:38:28","date_gmt":"2026-07-30T00:38:28","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4038"},"modified":"2026-07-30T00:38:28","modified_gmt":"2026-07-30T00:38:28","slug":"jakarta-waspada-ada-sesar-aktif-yang-dapat-picu-gempa-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4038","title":{"rendered":"Jakarta Waspada, Ada Sesar Aktif yang Dapat Picu Gempa Besar"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat berpotensi diguncang gempa bumi besar berkedalaman dangkal. Ancaman ini berasal dari aktivitas sesar aktif, termasuk sistem sesar besar yang dikenal sebagai <em>Java Back-arc Thrust.<\/em><\/p>\n<p>Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sonny Aribowo, mengungkapkan bahwa salah satu bagian dari sistem tersebut adalah Sesar Baribis&ndash;Kendeng yang membentang di wilayah Jawa Barat hingga mendekati Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Di Jawa Barat, sesar ini melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Ada indikasi melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor,&#8221; ungkap Sonny seperti yang dilansir CNBC.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244976302\/mengenal-16-titik-megathrust-di-indonesia\">Baca: Mengenal 16 Titik Megathrust di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Menurut Sonny, Sesar Baribis&ndash;Kendeng telah aktif sejak sekitar 11 ribu tahun lalu. Catatan sejarah menunjukkan Jakarta pernah mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 1699, 1780, 1834, dan 1903 yang diduga berkaitan dengan aktivitas <em>Java Back-arc Thrust.<\/em><\/p>\n<p>Dalam artikel ilmiah yang terbit di jurnal Tectonics pada 2022, Sonny menjelaskan bahwa <em>Java Back-arc Thrust<\/em> masih aktif hingga kini. Jejak morfologi berdasarkan data <em>Digital Elevation Model (DEM)<\/em> menunjukkan sesar tersebut menerus hingga ke selatan Jakarta dan Bogor.<\/p>\n<p>Ancaman serupa juga disampaikan<em> Associate Professor<\/em> di <em>Global Geophysics Research Group<\/em> Institut Teknologi Bandung (ITB), Endra Gunawan.<\/p>\n<p>Berdasarkan riset terbaru menggunakan metode <em>Global Navigation Satellite System<\/em> (GNSS), ditemukan adanya deformasi kerak bumi di wilayah Jakarta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/245038570\/peneliti-brin-tidak-bisa-dipastikan-kapan-gempa-megathrust-akan-terjadi\">Baca: Tak Bisa Dipastikan Kapan Gempa Megathrust akan Terjadi<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Patahan di bagian selatan Jakarta memiliki laju pergeseran sekitar tiga milimeter per tahun, dengan kedalaman penguncian sekitar tujuh kilometer,&rdquo; ujar Endra.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, temuan tersebut memperkuat pentingnya pemantauan deformasi kerak bumi sebagai dasar mitigasi gempa di kawasan perkotaan padat penduduk.<\/p>\n<p>Indonesia sendiri berada di pertemuan empat lempeng tektonik dunia dan memiliki lebih dari 295 sesar aktif. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rata-rata terjadi sekitar 30 ribu gempa bumi setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Kondisi ini menjadikan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sebagai langkah penting, khususnya bagi wilayah berisiko tinggi seperti Jakarta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat berpotensi diguncang gempa bumi besar berkedalaman dangkal. Ancaman ini berasal dari aktivitas sesar aktif, termasuk sistem sesar besar yang dikenal sebagai Java Back-arc Thrust. Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sonny Aribowo, mengungkapkan bahwa salah satu bagian dari sistem tersebut adalah Sesar Baribis&ndash;Kendeng [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4039,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8,477,248,1447],"class_list":["post-4038","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bmkg","tag-brin","tag-gempa","tag-sesar-aktif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4038","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4038"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4038\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4038"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4038"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4038"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}