{"id":4058,"date":"2026-07-30T00:38:34","date_gmt":"2026-07-30T00:38:34","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4058"},"modified":"2026-07-30T00:38:34","modified_gmt":"2026-07-30T00:38:34","slug":"kibarkan-bendera-putih-kondisi-korban-banjir-sumatera-tidak-baik-baik-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4058","title":{"rendered":"Kibarkan Bendera Putih: Kondisi Korban Banjir Sumatera Tidak Baik-baik Saja"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dalam beberapa hari terakhir, media melaporkan banyak masyarakat Aceh terutama di daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor atau banjir Sumatera, mengibarkan bendera putih.<\/p>\n<p>Bendera putih itu banyak ditemukan di daerah yang cukup parah terdampak banjir Sumatera, seperti Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Pidie Jaya, hingga Banda Aceh.<\/p>\n<p>Masyarakat yang terdampak bencana banjir Sumatera di Aceh kepada media mengaku, pengibaran bendera putih ini karena mereka sudah kehabisan daya dan sangat membutuhkan pertolongan.<\/p>\n<p>Warga menilai penanganan bencana banjir Sumatera, khususnya Aceh, berjalan lamban. Hampir tiga pekan sejak banjir melanda, bantuan dinilai belum mencukupi. Kondisi ini sangat berbeda dengan saat tsunami melanda Aceh pada 2004 silam.<\/p>\n<p>Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyebut pengibaran bendera putih ini merupakan panggilan solidaritas terhadap komunitas di luar provinsinya.<\/p>\n<p>&#8220;Bendera putih, kalau kami artikan, semua masuk, sebagai solidaritas, rasa simpati, dan rasa ingin dibantu,&#8221; kata Muzakir, di Aceh Utara, Kamis (18\/12\/2025).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246977640\/bendera-putih-berkibar-pemerintah-diminta-segera-buka-keran-bantuan-untuk-korban-banjir-sumatera\">Baca: Pemerintah diminta segera buka keran bantuan untuk korban banjir Sumatera<\/a><\/p>\n<p>Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengungkapkan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat per 19 Desember 2025 telah menewaskan 1.072 orang, melukai sekitar 7.000 orang dan setidaknya 186 orang lainnya masih hilang.<\/p>\n<p>Aceh menjadi daerah yang paling parah merasakan dampak banjir Sumatera. Merujuk data Posko Tanggap Darurat Bencana Pemerintah Provinsi Aceh, per 18 Desember 2025, korban terdampak bencana di Aceh mencapai 1.999,948 jiwa.<\/p>\n<p>Jumlah pengungsi akibat banjir dan longsor mencapai 406,360 jiwa. Adapun korban meninggal telah berjumlah 458 orang. Selain itu, 31 orang masih berstatus hilang.<\/p>\n<p>Sejumlah daerah di Aceh, seperti Aceh Tamiang juga masih terisolasi karena jalan yang putus belum selesai diperbaiki.<\/p>\n<p><strong>Apa respons pemerintah pusat?<\/strong><br \/>Sementara itu pemerintah pusat di Jakarta terus mengklaim Indonesia belum membutuhkan bantuan dari masyarakat internasional dalam menanggapi bencana di Sumatra.<\/p>\n<p>Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna 15 Desember 2025 menyatakan, tidak menetapkan bencana banjir dan longsor di Sumatra sebagai bencana nasional karena situasi dinilai masih terkendali.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/246971246\/banjir-sumatera-masyarakat-sipil-gelar-aksi-kibarkan-bendera-putih-desak-penetapan-status-bencana-nasional\">Baca: Aksi pengibaran bendera putih desak penetapan status Bencana Nasional<\/a><\/p>\n<p>Dia juga menyatakan menolak tawaran bantuan dari negara-negara sahabat untuk menangani bencana tersebut. Para pejabatnya pun menyatakan hal yang sama. \u202f<\/p>\n<p>Sementara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pengibaran bendera putih oleh masyarakat Aceh ini sebagai &#8220;aspirasi warga&#8221; dan memahaminya sebagai &#8220;kritik dan masukan&#8221; kepada pemerintah.<\/p>\n<p>Hal itu diutarakan Tito menanggapi pertanyaan wartawan dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (19\/12\/2025) siang. Tito Karnavian lalu berujar bahwa pemerintah &#8220;meminta maaf&#8221; apabila upaya penanganan pemerintah atas banjir dan longsor di Sumatra dianggap &#8220;ada kekurangan&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf ya bila ada kekurangan yang ada, memang kendala yang dihadapi cukup besar, karena medan yang cukup berat,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Tito berujar, pemerintah wajib untuk terus bekerja dalam mengatasi berbagai kendala. Dia lalu berjanji bahwa pemerintah akan terus memperbaiki kinerja dan secepatnya memenuhi kebutuhan darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246949652\/jalur-terputus-bener-meriah-masih-terisolasi\">Baca: Jalur terputus, Bener Meriah masih terisolasi<\/a><\/p>\n<p>Tito tidak menutupi fakta bahwa penanganan bencana itu tidak terlepas dari peran masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Uluran tangan dari warga masyarakat telah banyak bantu untuk tahap darurat Sumatera,&#8221; katanya seraya mengucapkan terima kasih.<\/p>\n<p>Merespon pengibaran bendera putih ini, sejumlah kalangan termasuk Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah untuk segera membuka keran bantuan dari negara sahabat bagi korban banjir Sumatera.<\/p>\n<p>&ldquo;Bagi ribuan warga yang terkepung lumpur dan kelaparan, bendera putih itu adalah wujud kekecewaan mereka atas kegagalan negara bertindak sigap dan cepat,&ldquo; ujar Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid<\/p>\n<p>Di tengah malapetaka ekologis yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sudah berlangsung lebih dari tiga pekan, fenomena ini menjadi tamparan keras bagi narasi pemerintah pusat yang selama ini mengklaim situasi &#8220;masih terkendali.&#8221;<\/p>\n<p>Esti&nbsp;Utami,&nbsp;dirangkum&nbsp;dari&nbsp;berbagai&nbsp;sumber<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dalam beberapa hari terakhir, media melaporkan banyak masyarakat Aceh terutama di daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor atau banjir Sumatera, mengibarkan bendera putih. Bendera putih itu banyak ditemukan di daerah yang cukup parah terdampak banjir Sumatera, seperti Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Pidie Jaya, hingga Banda Aceh. Masyarakat yang terdampak bencana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4059,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[290,1456],"class_list":["post-4058","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir-sumatera","tag-bendera-putih"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4058"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4058\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}