{"id":4175,"date":"2026-07-30T00:39:10","date_gmt":"2026-07-30T00:39:10","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4175"},"modified":"2026-07-30T00:39:10","modified_gmt":"2026-07-30T00:39:10","slug":"banjir-sumatera-pemprov-aceh-resmi-surati-2-lembaga-internasional-untuk-membantu-pemulihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4175","title":{"rendered":"Banjir Sumatera: Pemprov Aceh Resmi Surati 2 Lembaga Internasional untuk Membantu Pemulihan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemerintah provinsi (Pemprov) Aceh telah secara resmi menyurati dua lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meminta keterlibatan mereka dalam membantu menangani pascabencana banjir bandang dan longsor di tanah rencong.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah Aceh secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional,&#8221; kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, Senin (15\/12\/2025)<\/p>\n<p>Dilansir&nbsp;Antaranews.com,&nbsp;dua lembaga PBB yang dimintai keterlibatannya tersebut yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children&#8217;s Fund (UNICEF).<\/p>\n<p>&#8220;Permintaan keterlibatan lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246941217\/banjir-sumatera-masyarakat-sipil-layangkan-somasi-kepada-presiden-karena-tak-kunjung-tetapkan-status-bencana-nasional\">Baca: Masyarakat sipil somasi Presiden karena tak kunjung tetapkan status bencana nasional<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, MTA juga menyampaikan bahwa saat ini tercatat 77 lembaga dengan mengikutsertakan 1.960 relawannya dalam upaya pemulihan bencana Aceh, dan telah tercatat pada Desk Relawan BNPB dan Posko Aceh.<\/p>\n<p>Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional dan internasional. Besar kemungkinan, keterlibatan lembaga dan relawan terus bertambah dalam respon kebencanaan kali ini.<\/p>\n<p>Kehadiran lembaga dan relawan ini, diharapkan dapat memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan bencana yang sedang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan.<\/p>\n<p>Saat ini instansi pemerintah seperti TNI, Polri, BNPP, BPBA Aceh, Basarnas, Pemerintah Kabupaten\/kota, ormas\/OKP secara mandiri dan masyarakat Aceh telah turun mengatasi kondisi kedaruratan. Namun, bantuan tetap dibutuhkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/246936761\/dpr-status-bencana-nasional-penting-untuk-dorong-pemulihan-korban-banjir-sumatera\">Baca: Status Bencana Nasional penting untuk percepat pemulihan banjir Sumatera<\/a><\/p>\n<p>Ia menyebutkan, beberapa lembaga yang sudah masuk dalam Desk Relawan BNPB untuk Aceh yaitu Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara.<\/p>\n<p>Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe dan lainnya&nbsp;juga&nbsp;sudah&nbsp;menurunkan&nbsp;pesonelnya&nbsp;di&nbsp;sejumlah&nbsp;daerah&nbsp;terdampak&nbsp;banjir.<\/p>\n<p>Atas nama masyarakat Aceh dan korban, lanjut MTA, Gubernur Aceh mengucapkan terima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi memulihkan Aceh.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Berbagai langkah kebijakan strategis dalam upaya pemulihan Aceh akan terus kita lakukan atas supervisi pemerintah pusat. Mari kita terus bersatu dalam upaya mewujudkan Aceh lebih baik, dan bangkit dari bencana ini,&#8221; demikian Muhammad MTA.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemerintah provinsi (Pemprov) Aceh telah secara resmi menyurati dua lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meminta keterlibatan mereka dalam membantu menangani pascabencana banjir bandang dan longsor di tanah rencong. &#8220;Pemerintah Aceh secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional,&#8221; kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4176,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[353,290],"class_list":["post-4175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aceh","tag-banjir-sumatera"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4175"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4175\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4176"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}