{"id":4207,"date":"2026-07-30T00:39:17","date_gmt":"2026-07-30T00:39:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4207"},"modified":"2026-07-30T00:39:17","modified_gmt":"2026-07-30T00:39:17","slug":"jumlah-mahasiswa-baru-di-sejumlah-perguruan-tinggi-menurun-minat-kuliah-turun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4207","title":{"rendered":"Jumlah Mahasiswa Baru di Sejumlah Perguruan Tinggi Menurun, Minat Kuliah Turun?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Fenomena penurunan jumlah mahasiswa baru yang kini dialami banyak perguruan tinggi terutama di perguruan tinggi swasta (PTS)&nbsp;di Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR dengan Mendiktisaintek pada Agustus lalu terungkap bahwa&nbsp;penurunan jumlah&nbsp;mahasiswa&nbsp;baru&nbsp;mencapai 40-50 persen.<\/p>\n<p>Kondisi ini terjadi diduga akibat longgarnya kebijakan Seleksi Nasional Penerimaan Murid Baru (SNPMB) di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Banyak PTN tidak patuh terhadap ketentuan penerimaan mahasiswa baru.<\/p>\n<p>Dalam dialog dengan pimpinan Universitas Udayana, perguruan tinggi swasta, serta LLDIKTI Wilayah Bali, NTB, dan NTT pada Kamis, (11\/12\/2025) terungkap beberapa perguruan tinggi swasta di Bali hanya terisi 70 persen.<\/p>\n<p>Merespon kondisi ini, Wakil Ketua Komisi X DPR, My Esti Wijayati mengatakan, hal ini perlu jadi perhatian serius untuk dicarikan solusinya.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini terjadi di banyak daerah. Kita perlu mengoreksi apa penyebabnya. Apakah karena keberadaan PTKL (Perguruan Tinggi Kementerian\/Lembaga) yang membuka program studi sama dengan perguruan tinggi umum? Atau memang jumlah anak muda yang melanjutkan kuliah menurun?&rdquo; ujarnya My Esti dikutip Parlementaria.<\/p>\n<p>My Esti menyoroti bahwa angka partisipasi pendidikan tinggi Indonesia baru mencapai 30 persen. Artinya, sebagian besar lulusan SMA\/SMK belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/246492065\/kebijakan-ptn-bh-memicu-penurunan-jumlah-calon-mahasiswa-yang-mendaftar-di-pts\">Baca: Kebijakan PTN-BH picu penurunan jumlah pendaftar di PTS<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Kalau kita bisa meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tentu jumlah mahasiswa&nbsp;baru akan naik. Tapi saat ini angkanya masih rendah,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa persoalan bukan hanya terletak pada keberadaan PTKL, meskipun PTKL tetap menjadi masalah tersendiri karena bersifat kedinasan namun juga membuka program studi yang sama dengan PTN\/PTS.<\/p>\n<p>Komisi X, katanya, telah memutuskan agar pembatasan PTKL diberlakukan bertahap hanya diperbolehkan membuka prodi yang tidak dimiliki perguruan tinggi umum.<\/p>\n<p><strong>Minimnya peluang kerja<\/strong><br \/>Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, menurunnya minat kuliah anak muda juga dipengaruhi realitas dunia kerja yang mereka lihat sehari-hari.<\/p>\n<p>&ldquo;Mungkin mereka berpikir: &lsquo;Temanku lulusan kuliah tapi kerjaannya sama seperti lulusan SMA&rsquo;, atau malah menganggur bertahun-tahun. Ini PR besar kita,&rdquo; imbuhnya.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa persoalan ini berkaitan erat dengan link and match antara perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Kurangnya relevansi kurikulum membuat lulusan tidak siap masuk pasar kerja.<\/p>\n<p>Sebagai solusi, My Esti mendorong agar mata kuliah kewirausahaan wajib diberikan di seluruh jurusan perguruan tinggi, tanpa terkecuali.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/246807868\/panja-ruu-sisdiknas-dapat-masukan-soal-kesenjangan-di-perguruan-tinggi\">Baca: Kesenjangan antara perguruan tinggi negeri dan swasta<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Menurut saya, semua jurusan harus diberikan mata kuliah kewirausahaan. Mau itu komunikasi, sosial politik, teknik, apa pun. Anak-anak harus punya kemampuan membuka lapangan kerja sendiri,&rdquo; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia memberi contoh bahwa banyak mahasiswa dari jurusan non-bisnis akhirnya lebih sukses membuka usaha sendiri seperti produksi makanan, hampers, dan produk kreatif dibandingkan bekerja formal dengan gaji setara UMP.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau sejak SMA\/SMK dan kuliah mereka dibekali kemampuan kewirausahaan, mereka punya daya tahan hidup. Mereka tidak hanya tergantung pada lapangan kerja formal,&rdquo; tambahnya.<\/p>\n<p>My Esti menegaskan bahwa temuan dan aspirasi dari Universitas Udayana akan menjadi masukan penting bagi Komisi X dalam menyempurnakan kebijakan pendidikan tinggi nasional, termasuk dalam pembahasan RUU Sisdiknas.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami harus memastikan regulasi yang dibuat bisa menjawab persoalan riil di lapangan, termasuk soal menurunnya jumlah mahasiswa dan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja,&rdquo; tutupnya.<\/p>\n<p>Dengan demikian, Komisi X DPR berkomitmen mendorong pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/244715797\/dampak-negatif-kebijakan-perguruan-tinggi-negeri-berbadan-hukum-atau-ptn-bh\">Baca: Dampak negatif kebijakan PTN-BH&nbsp;<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Fenomena penurunan jumlah mahasiswa baru yang kini dialami banyak perguruan tinggi terutama di perguruan tinggi swasta (PTS)&nbsp;di Indonesia. Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR dengan Mendiktisaintek pada Agustus lalu terungkap bahwa&nbsp;penurunan jumlah&nbsp;mahasiswa&nbsp;baru&nbsp;mencapai 40-50 persen. Kondisi ini terjadi diduga akibat longgarnya kebijakan Seleksi Nasional Penerimaan Murid Baru (SNPMB) di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4208,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1498,46],"class_list":["post-4207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-mahasiswa-baru","tag-perguruan-tinggi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4207\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}