{"id":4300,"date":"2026-07-30T00:39:41","date_gmt":"2026-07-30T00:39:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4300"},"modified":"2026-07-30T00:39:41","modified_gmt":"2026-07-30T00:39:41","slug":"riset-yakn-temukan-cara-pulihkan-hutan-mangrove-dan-tambak-udang-sekaligus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4300","title":{"rendered":"Riset YAKN Temukan Cara Pulihkan Hutan Mangrove dan Tambak Udang Sekaligus"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/7cloud.asia\">7cloud.asia<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; Indonesia sudah kehilangan sekitar seperempat tutupan mangrove sejak 1980-an. Penyebab utamanya adalah pembukaan hutan mangrove untuk ekspansi tambak udang. Karena itu, pintu masuk untuk memulihkan mangrove juga harus dimulai lewat tambak-tambak tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, penyelesaiannya menjadi kompleks karena budidaya udang adalah mata pencaharian utama bagi masyarakat pesisir sekaligus menjadi komoditas dengan nilai ekspor tertinggi dari sektor perikanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh sebab itu, ada dua pertanyaan besar yang mesti dijawab terlebih dahulu. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Pertama<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, apakah budi daya tambak udang bisa berjalan berdampingan dengan restorasi mangrove? Bagaimana caranya?<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Kedua<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, dengan tingkat kerusakan yang sedemikian luas dan banyaknya masyarakat yang bergantung pada tambak, bagaimana cara menentukan lokasi prioritas pemulihan yang paling menguntungkan ekonomi dan lingkungan sekaligus?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di lokasi riset kami, Berau, Kalimantan Timur, misalnya, terdapat lebih dari 900 tambak. Belum lagi di seluruh Indonesia. Mustahil untuk mengubah semuanya sekaligus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Riset terbaru kami menjawab pertanyaan tersebut satu per satu. Kami menguji kualitas ekosistem di tambak berdampingan dengan mangrove. Kami memetakan lokasi-lokasi prioritas restorasi tambak melalui analisis spasial. Kesimpulannya, kedua tujuan ini dapat dicapai jika pendekatannya tepat.<\/span><\/p>\n<p><strong>Menguji ekosistem tambak-mangrove<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Riset kami sebelumnya membuktikan, tambak udang dan restorasi mangrove bisa dikelola bersama dengan pendekatan SECURE (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Shrimp-Carbon Aquaculture<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">). Metode ini menggabungkan budidaya udang dengan pemulihan mangrove.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246756981\/hutan-mangrove-di-tangerang-menyusut-drastis-akibat-proyek-psn-di-era-jokowi\">Hutan Mangrove di Tangerang Menyusut Drastis Akibat Proyek PSN di Era Jokowi <\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan cara ini, tambak terbagi dalam dua zona:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">1. Zona restorasi (60&ndash;80 persen luas tambak): mangrove ditanam kembali dengan metode restorasi hidrologis (mengalirkan air kembali seperti kondisi alaminya).<\/span><\/p>\n<p>2. Zona budi daya (20&ndash;40 persen): untuk memelihara udang secara organik, tanpa pakan buatan atau pupuk kimia.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hasilnya, tambak lebih kecil yang dikelilingi mangrove sehat bisa menghasilkan panen yang hampir setara dengan tambak konvensional.<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><span style=\"font-weight: 400\">Petambak peserta SECURE memanen rata-rata 140 kilogram udang per tambak setiap tahun. Angka ini mendekati panen tambak konvensional di wilayah yang sama yaitu sekitar 160 kilogram&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Uji coba budi daya dan restorasi mangrove SECURE ini masih terus disempurnakan. Kami memperkirakan hasil panen dapat menyamai bahkan lebih tinggi dari tambak konvensional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kami juga menguji kesehatan ekosistem tambak SECURE dengan menggunakan teknologi DNA lingkungan (eDNA).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Metode ini mendeteksi keberadaan berbagai organisme melalui jejak DNA yang tertinggal di air&mdash;misalnya dari sel, kulit, atau kotoran. Jadi, kami cukup mengambil sampel air untuk menganalisis keberadaan organisme tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246623986\/kisah-sukses-hilirisasi-mangrove-di-muara-gembong-bekasi\">Kisah Sukses Hilirisasi Mangrove di Muara Gembong, Bekasi<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari satu liter air tambak yang kami saring, kami menemukan 4.291 kelompok organisme fitoplankton dan zooplankton kunci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas air yang sangat baik serta indikator ekosistem yang lebih sehat pada tambak yang terintegrasi dengan mangrove.<\/span><\/p>\n<p><strong>Cara menentukan wilayah prioritas restorasi<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kami kemudian membuat peta prioritas wilayah restorasi menggunakan analisis spasial yang terbagi atas tiga kategori:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Potensi restorasi atau perlindungan mangrove:<\/strong> Kami memprioritaskan tambak dengan tutupan mangrove di bawah 60 persen karena biaya pemulihannya cenderung lebih efisien jika areal restorasinya lebih luas.<\/p>\n<p><strong>2. Perkiraan manfaat ekonomi bagi petani:<\/strong><span style=\"font-weight: 400\"> Potensi nilai tambah yang bisa dihasilkan berdasarkan kalkulasi dari luas tambak. Hasilnya, tambak yang lebih besar berpotensi menghasilkan panen lebih banyak.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Biaya implementasi:<\/strong> Ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, panjang batas tambak yang berbatasan dengan sungai. Semakin jauh dari sungai, semakin sedikit biaya yang dibutuhkan untuk membuat tanggul pelindung.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menariknya, analisis spasial menunjukkan lokasi restorasi prioritas tinggi&mdash;yang berukuran besar dan jauh dari sungai&mdash;banyak berada di wilayah barat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tambak prioritas di sisi barat cenderung berkelompok atau mengumpul, sehingga pemulihan seluruh lanskap pesisir dapat dilakukan secara lebih efisien dan efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/246447852\/brin-gandeng-rekam-jejak-alam-nusantara-pulihkan-hutan-mangrove-di-segara-anakan\">BRIN Gandeng Rekam Jejak Alam Nusantara Pulihkan Hutan Mangrove di Segara Anakan<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Penting untuk diterapkan di Indonesia?<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan mangrove, bahkan sempat menargetkan rehabilitasi 600 ribu hektare pada 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dan, studi menunjukkan bahwa hampir seluruh area restorasi tersebut dulunya adalah tambak ekstensif.<\/span>Sehingga dalam banyak kasus, restorasi berarti mengembalikan tambak menjadi hutan mangrove.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara di sisi lain, pemerintah juga ingin memulihkan tambak-tambak udang yang sudah tidak produktif menjadi tambak baru atau diubah fungsi&mdash; misalnya menjadi tambak ikan air payau seperti nila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Program ini menargetkan sekitar 78.000 hektare lahan tambak udang lama yang terlantar untuk kepentingan produksi perikanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pendekatan SECURE menunjukkan bahwa tujuan-tujuan yang tampaknya kontradiktif ini bisa dicapai secara bersamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski demikian, penting dicatat, SECURE tetap tidak bisa menggantikan fungsi mangrove alami sepenuhnya. Fungsi penyimpanan karbon, habitat organisme air, dan perlindungan pesisir tetap jauh lebih baik pada hutan yang tidak terganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kami menawarkan konsep ini hanya sebagai solusi kompromi yang realistis: memulihkan mangrove yang sudah rusak sambil mencegah alih fungsi mangrove yang masih utuh.<\/span>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Muhammad Ilman, Aji Wahyu Anggoro, <em>Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Indonesia sudah kehilangan sekitar seperempat tutupan mangrove sejak 1980-an. Penyebab utamanya adalah pembukaan hutan mangrove untuk ekspansi tambak udang. Karena itu, pintu masuk untuk memulihkan mangrove juga harus dimulai lewat tambak-tambak tersebut. Namun, penyelesaiannya menjadi kompleks karena budidaya udang adalah mata pencaharian utama bagi masyarakat pesisir sekaligus menjadi komoditas dengan nilai ekspor tertinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4301,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1053,17,1529],"class_list":["post-4300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hutan-mangrove","tag-lingkungan","tag-tambak-udang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}