{"id":4305,"date":"2026-07-30T00:39:43","date_gmt":"2026-07-30T00:39:43","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4305"},"modified":"2026-07-30T00:39:43","modified_gmt":"2026-07-30T00:39:43","slug":"lebih-50-000-lulusan-s1-dan-s2-putus-asa-mencari-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4305","title":{"rendered":"Lebih 50.000 Lulusan S1 dan S2 Putus Asa Mencari Kerja"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong><a href=\"http:\/\/7cloud.asia\">7cloud.asia<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mencatat fenomena ribuan penduduk usia produktif di Indonesia yang tidak bekerja dan telah putus asa mencari kerja.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Laporan tersebut berjudul &#8220;Membaca Sinyal Putus Asa di Pasar Kerja Indonesia&#8221; dalam Labor Market Brief Volume 6, Nomor 11, November 2025. Kajian ini ditulis oleh Muhammad Hanri, PhD dan Nia Kurnia Sholihah, ME.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena putus asa cari kerja merupakan isu penting dalam membaca kesehatan pasar kerja, termasuk pasar kerja di Indonesia. Meski proporsinya kecil dibanding total angkatan kerja, keberadaan mereka memperlihatkan hambatan struktural yang tidak tertangkap indikator konvensional seperti tingkat pengangguran terbuka atau tingkat partisipasi angkatan kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada kajian internasional, lembaga seperti International Labour Organization (ILO) dan Bank Dunia menilai kalangan pengangguran yang putus asa atau diistilahkan discouraged workers ini sebagai indikator dini rapuhnya dinamika permintaan dan penawaran tenaga kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam laporan tersebut dipaparkan bahwa kelompok usia produktif yang putus asa berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Lulusan pascasarjana jenjang S2 dan S3 yang putus asa cari kerja di Indonesia mencapai ribuan orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246793875\/bps-angka-pengangguran-agustus-2025-mencapai-746-juta-orang\">BPS: Angka Pengangguran Agustus 2025 Mencapai 7,46 Juta Orang<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Laporan itu menyebut, alasan yang memicu rasa putus asa dalam mencari pekerjaan ada beragam, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keyakinan bahwa peluang kerja memang tidak tersedia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengalaman kerja dianggap tidak memadai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keterampilan tidak sesuai kebutuhan pasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Persepsi mengenai usia yang dinilai tidak menguntungkan oleh pemberi kerja.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Alasan-alasan tersebut memberi isyarat sebagian penduduk yang mempunyai preferensi bekerja justru terhalang kombinasi faktor psikologis, institusional, dan struktural.<\/span><\/p>\n<p><strong>Tidak Dapat Disepelekan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski proporsinya tergolong kecil, kelompok ini kerap terkait dengan perubahan kondisi ekonomi yang lebih mendalam seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melemahnya mobilitas sosial<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keterbatasan layanan penempatan kerja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatnya mismatch antara keterampilan dan lowongan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244787126\/lonjakan-migrasi-pencari-kerja-menuju-jakarta-pentingnya-antisipasi-pengangguran-dan-wilayah-kumuh\">Lonjakan Migrasi Pencari Kerja Menuju Jakarta: Pentingnya Antisipasi Pengangguran dan Wilayah Kumuh<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini diperburuk oleh adanya peningkatan penduduk pengangguran yang putus asa cari kerja pada 2025. Per Februari 2025, ada 1,87 juta orang sudah putus asa. Sementara, per Februari 2024 ada 1,68 juta orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lonjakan proporsi penduduk putus asa dalam setahun ini memperlihatkan ada pergeseran dari posisi mencari kerja ke posisi menyerah. Artinya, ada kehilangan kepercayaan terhadap peluang pasar kerja yang tersedia.<\/span><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>Jumlah Pengangguran Putus Asa Berdasarkan Lulusan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada laporan ini disebutkan, ada sekitar 45 ribu lulusan S1 dan lebih dari 6 ribu lulusan pascasarjana (S2 dan S3) yang masuk kategori menganggur dan putus asa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional 2025 oleh BPS dengan olahan LPEM FEB UI, berikut proporsi pengangguran yang putus asa cari kerja jika dilihat dari jenjang lulusan masing-masing:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">SD atau tidak tamat SD: 50,07 persen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">SMP: 20,21 persen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">SMA: 17,29 persen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">SMK: 8,09 persen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Diploma: 1,57 persen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">S1: 2,42 persen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">S2 dan S3: 0,35 persen<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/246720968\/pengangguran-muda-indonesia-capai-173-persen-penciptaan-lapangan-kerja-bermasalah\">Pengangguran Muda Indonesia Capai 17,3 Persen: Penciptaan Lapangan Kerja Bermasalah?<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p><strong>Laki-laki menganggur lebih Putus Asa Cari Kerja<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara berdasarkan gender, kelompok pengangguran putus asa memperlihatkan laki-laki menyumbang sekitar 2\/3 dari total (69 persen). Perempuan sepertiganya (31 persen).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Komposisi tersebut menandakan keputusasaan mencari kerja lebih melekat pada kelompok yang secara sosial diharapkan sebagai pencari nafkah utama. Tekanan norma gender menempatkan laki-laki dalam posisi lebih rentan saat proses mencari kerja berkali-kali gagal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara, faktor putus asa pada perempuan kerap bersinggungan dengan keterbatasan struktural yang sudah lama terbentuk seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kurangnya dukungan pengasuhan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Norma sosial terkait peran domestik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Diskriminasi usia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Status perkawinan dalam proses rekrutmen.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bank Dunia mencatat, perempuan di Indonesia menghadapi hambatan lebih besar dalam transisi dari sekolah ke bekerja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini terjadi terutama karena peluang kerja formal yang ramah perempuan masih terbatas. Sehingga dalam kondisi seperti ini, perempuan yang ingin bekerja, tapi berkali-kali gagal akhirnya bergeser ke posisi menyerah.<\/span><\/p>\n<p id=\"docs-internal-guid-a4a523b2-7fff-f5d7-de2f-47bb4543006a\" dir=\"ltr\" style=\"line-height: 1.92;text-align: justify;background-color: #f7f9fe;margin-top: 48.0pt;margin-bottom: 0.0pt;padding: 0.0pt 0.0pt 12.0pt 0.0pt\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mencatat fenomena ribuan penduduk usia produktif di Indonesia yang tidak bekerja dan telah putus asa mencari kerja.&nbsp; Laporan tersebut berjudul &#8220;Membaca Sinyal Putus Asa di Pasar Kerja Indonesia&#8221; dalam Labor Market Brief Volume 6, Nomor 11, November 2025. Kajian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1173],"class_list":["post-4305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-tenaga-kerja"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}