{"id":4366,"date":"2026-07-30T00:39:55","date_gmt":"2026-07-30T00:39:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4366"},"modified":"2026-07-30T00:39:55","modified_gmt":"2026-07-30T00:39:55","slug":"jari-kasar-refleksi-the-brandals-terkait-krisis-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4366","title":{"rendered":"Jari Kasar: Refleksi The Brandals terkait Krisis Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong><a href=\"http:\/\/7cloud.asia\">7cloud.asia<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211;<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Krisis iklim kini bukan lagi sekadar masalah lingkungan, tapi juga masalah&nbsp; ekonomi dan sosial.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh nyatanya adalah banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera akhir November lalu diperkirakan mengakibatkan kerugian ekonomi nasional sebesar Rp 68,67 triliun dan berpotensi menimbulkan kerugian potensial lebih dari Rp. 200 Triliun, sementara ratusan orang tewas dan masih hilang hingga hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sayangnya, dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari krisis iklim masih jarang jadi perhatian. Tak hanya menimbulkan kerugian harta dan nyawa, krisis iklim juga berpotensi melebarkan ketimpangan sosial dan ekonomi.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk meningkatkan kesadaran akan dampak sosial dan ekonomi yang timbul akibat krisis iklim bagi generasi muda, Greenpeace Indonesia berkolaborasi bersama The Brandals melalui <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">single <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">terbaru mereka berjudul &ldquo;Jari Kasar&rdquo;.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kolaborasi ini memanfaatkan kekuatan musik sebagai medium artistik untuk mengkampanyekan keadilan iklim dan ekonomi bagi generasi muda Indonesia.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Eka Annash, Vokalis The Brandals, mengatakan lagu &ldquo;Jari Kasar&rdquo; lahir dari keresahan terhadap kondisi ekonomi dan sosial Indonesia yang semakin timpang di tengah krisis iklim yang semakin parah.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Orang kaya semakin kaya, ujarnya, sementara yang miskin semakin dalam masuk ke lubang kemiskinan&nbsp; akibat kerakusan orang kaya yang mengambil tanah dan membabat hutan demi keuntungan pribadi mereka. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Di saat yang sama, para pekerja semakin diperah di tengah cuaca yang semakin ekstrem atas nama produktivitas yang sebenarnya hanya menguntungkan para pemilik modal,&rdquo; kata Eka dalam diskusi panel di acara RIMARAYA, sebuah acara multi-format yang memadukan pameran seni, workshop lingkungan, diskusi panel, dan pertunjukan musik.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">RIMARAYA membuktikan bahwa sebuah acara dapat menjadi lebih dari sekadar pertunjukan musik, tapi juga menyadarkan pengunjung akan dampak krisis iklim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Gelaran ini memiliki segmen <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Experience<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang mengajak pengunjung untuk terlibat melalui ruang interaktif berisi pameran visual yang menampilkan berbagai hasil visual kampanye sosial-ekonomi Greenpeace Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Antusiasme juga terlihat di berbagai workshop ramah lingkungan seperti melukis botol bekas, konsultasi lingkungan bersama aktivis Greenpeace lewat program Kepo Lingkungan (KepLing), dan permainan edukatif bertema plastik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Acara ini juga memiliki segmen <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Conversation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang menampilkan diskusi antara Eka Annash dari The Brandals dan Jeanny Sirait, Juru Kampanye Greenpeace Indonesia, yang membahas tentang dampak krisis iklim bagi masyarakat dan pekerja untuk membuka perspektif baru tentang isu lingkungan, ekonomi, dan sosial.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">RIMARAYA pun memiliki segmen <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Performance<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang menampilkan penampilan apik dari The Brandals dan The Jansen yang menunjukkan bahwa musik mampu menjadi medium perlawanan dan perubahan.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><span style=\"font-weight: 400\">Eka melanjutkan, &ldquo;Keresahan inilah yang kami tuangkan dalam lagu &lsquo;Jari Kasar&rsquo; untuk menyadarkan pendengar kami bahwa para pekerja, rakyat kecil, dan generasi muda harus melawan ketidakadilan ini demi masa depan yang lebih baik.&rdquo;&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait menambahkan, krisis iklim saat ini bukan lagi jadi masalah lingkungan semata, tapi juga punya dampak lain bagi kehidupan manusia, mulai dari makanan, tempat tinggal, hingga pekerjaan.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Panas ekstrem dan curah hujan tinggi tak hanya buruk bagi alam dan lingkungan, tapi juga manusia. Cuaca ekstrem akan membuat gagal panen semakin sering, membuat harga makanan naik tajam dan meningkatkan biaya hidup. Bencana seperti banjir dan longsor merusak bahkan menghilangkan tempat tinggal, serta merusak jalan dan jembatan yang jadi akses pekerja,&rdquo; kata Jeanny.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dampak tersebut, menurutnya, bukan lagi angan-angan tapi sudah kita alami sehari-hari. Sayang, masih banyak yang belum sadar bahwa dampak tersebut disebabkan oleh krisis iklim.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jeanny melanjutkan, krisis iklim yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh kerakusan manusia yang kerap mengeksploitasi sumber daya alam demi keuntungan pribadi.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan semata-mata dipicu oleh faktor alam, melainkan akibat dari kerakusan manusia. Jutaan hektar hutan dibabat demi cuan buat para oligarki, sementara alam dan rakyat kecil dieksploitasi sampai titik penghabisan,&rdquo; ujarnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Pada akhirnya, sifat rakus ini hanya menguntungkan orang kaya dan membuat rakyat biasa semakin rentan pada dampak krisis iklim.&rdquo;<\/span><\/p>\n<p id=\"docs-internal-guid-671da511-7fff-6b4c-cf33-2aa0e4beb87f\" dir=\"ltr\" style=\"line-height: 1.92;margin-right: 15.0pt;margin-top: 0.0pt;margin-bottom: 14.0pt\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Krisis iklim kini bukan lagi sekadar masalah lingkungan, tapi juga masalah&nbsp; ekonomi dan sosial.&nbsp; Contoh nyatanya adalah banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera akhir November lalu diperkirakan mengakibatkan kerugian ekonomi nasional sebesar Rp 68,67 triliun dan berpotensi menimbulkan kerugian potensial lebih dari Rp. 200 Triliun, sementara ratusan orang tewas dan masih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[167,17,1547],"class_list":["post-4366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-krisis-iklim","tag-lingkungan","tag-the-brandals"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}