{"id":4430,"date":"2026-07-30T00:40:09","date_gmt":"2026-07-30T00:40:09","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4430"},"modified":"2026-07-30T00:40:09","modified_gmt":"2026-07-30T00:40:09","slug":"rencana-pembangunan-jalan-tol-dalam-kota-bandung-dinilai-akan-merusak-lanskap-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4430","title":{"rendered":"Rencana Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung Dinilai Akan Merusak Lanskap Kota"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/7cloud.asia\"><span style=\"font-weight: 400\">7cloud.asia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; Rencana pemerintah membangun tol dalam kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dinilai sangat tidak tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut&nbsp; Pengamat Tata Kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, sejak awal Bandung tidak didesain sebagai kota besar yang dapat menampung mobilitas warga dan kendaraanya dalam jumlah besar.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pembangunan<\/span><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/tag\/biutr\"> <span style=\"font-weight: 400\">BIUTR<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> dengan ruas-ruas jalan di tengah kota justru hanya akan berdampak negatif pada lingkungan dan mengubah landscape<\/span><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/tag\/kota-bandung\"> <span style=\"font-weight: 400\">Kota Bandung<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Selain berada di wilayah cekungan, Bandung didesain sebagai kota dengan mobilitas pendek, mirip dengan kota-kota di Eropa. Jadi, keberadaan tol dalam kota ini sebenarnya tidak sesuai dengan karakter dasar Bandung,&rdquo; ujar Frans, Rabu (3\/12\/2025) dikutip TribunJabar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rencana pembangunan<\/span><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/tag\/biutr\"> <span style=\"font-weight: 400\">BIUTR<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> ini, kata dia, seolah pemerintah terus-menerus memfasilitasi kendaraan pribadi dan melupakan kewajibannya dalam menyediakan fasilitas transportasi publik yang layak bagi masyarakat.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Proyek ini tampak dipaksakan dan keberadaan BIUTR ini jelas akan mengubah landscape Kota Bandung,&rdquo; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaiknya, kata Frans, pembangunan tol difokuskan untuk menghubungkan<\/span><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/tag\/kota-bandung\"> <span style=\"font-weight: 400\">Kota Bandung<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> dengan daerah lain di cekungan Bandung seperti Sumedang, Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Kota Cimahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Menurut saya<\/span><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/tag\/biutr\"> <span style=\"font-weight: 400\">BIUTR<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> ini akan berguna jika dibangun bukan membelah<\/span><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/tag\/kota-bandung\"> <span style=\"font-weight: 400\">Kota Bandung<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, bukan di dalam kota. Sebaiknya<\/span><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/tag\/biutr\"> <span style=\"font-weight: 400\">BIUTR<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> menghubungkan Bandung dengan kota-kota satelitnya, seperti Sumedang, Cicalengka, Padalarang, dan lainnya. Itu jauh lebih bermanfaat,&rdquo; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara mobilitas dalam kota, kata Frans, dapat diintegrasikan dengan transportasi publik yang sudah ada. Membangun jalan terus menerus pun, kata dia, justru hanya akan mendorong masyarakat untuk memakai kendaraan pribadi.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Ini bukan solusi, solusinya adalah transportasi publik. Jadi, rencana ini tidak tepat jika berada di tengah kota atau di area cekungan Bandung,&rdquo; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, kata dia, membangun jalan layang di tengah kota juga merupakan pendekatan yang salah. Sebab, keberadaan infrastruktur berat seperti flyover dapat meningkatkan daya kompaksi tanah, sehingga kemampuan tanah di Kota Bandung untuk menyerap air semakin berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Bandung yang seharusnya berfungsi seperti spons, nanti tidak lagi mampu menyerap air hujan, sehingga banjir akan semakin sering terjadi,&rdquo; ucapnya.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Kita juga harus ingat, bahwa rancangan Pemerintah Kolonial Belanda dulu menempatkan Bandung sebagai kota yang sangat memperhatikan unsur ekologisnya. Infrastruktur berat di berbagai titik justru merusak prinsip dasar itu,&rdquo; tambahnya.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><span style=\"font-weight: 400\">Pembangunan tol dalam kota dengan jembatan layang pun, kata dia, merupakan gaya pembangunan era 1960-an. Negara-negara seperti di Korea, Jepang dan negara di benua Amerika serta Eropa sudah melakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tapi mereka kemudian mengakui itu adalah kesalahan besar. Sejak tahun 1980-an, banyak kota menghancurkan flyover karena dianggap merusak tata ruang dan ekologi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Salah satu contoh di Sungai Cheonggyecheon Korea Selatan. Dulu di atasnya ada jalan tol layang yang kemudian dihancurkan, lalu dikembalikan menjadi sungai yang memiliki fungsi ekologis,&rdquo; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&ldquo;Celakanya, Indonesia. Termasuk Bandung, justru masih mengadopsi pola pembangunan lama itu,&rdquo; katanya.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: Tribunnews&nbsp;<\/span><\/p>\n<p id=\"docs-internal-guid-3e37dac8-7fff-f35b-a2cc-9de935e6e6b8\" dir=\"ltr\" style=\"line-height: 1.92;margin-top: 12.0pt;margin-bottom: 12.0pt;padding: 0.0pt 0.0pt 0.0pt 11.25pt\">&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"line-height: 1.92;margin-top: 12.0pt;margin-bottom: 12.0pt;padding: 0.0pt 0.0pt 0.0pt 11.25pt\">&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p dir=\"ltr\" style=\"line-height: 1.92;margin-top: 12.0pt;margin-bottom: 12.0pt;padding: 0.0pt 0.0pt 7.5pt 11.25pt\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Rencana pemerintah membangun tol dalam kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dinilai sangat tidak tepat. Menurut&nbsp; Pengamat Tata Kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, sejak awal Bandung tidak didesain sebagai kota besar yang dapat menampung mobilitas warga dan kendaraanya dalam jumlah besar.&nbsp; Pembangunan BIUTR dengan ruas-ruas jalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4431,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[725,10],"class_list":["post-4430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bandung","tag-kota"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}