{"id":4458,"date":"2026-07-30T00:40:15","date_gmt":"2026-07-30T00:40:15","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4458"},"modified":"2026-07-30T00:40:15","modified_gmt":"2026-07-30T00:40:15","slug":"silang-pendapat-kemenhut-dan-bupati-tapanuli-selatan-soal-izin-penebangan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4458","title":{"rendered":"Silang Pendapat Kemenhut dan Bupati Tapanuli Selatan soal Izin Penebangan Hutan"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia <\/strong><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Bupati Tapanuli Selatan&nbsp;<\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Tapsel) Gus Irawan Pasaribu<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;beberapa hari lalu membongkar adanya izin penebangan hutan, satu bulan sebelum terjadinya longsor dan banjir Sumatera.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seperti diketahui, kabupaten Tapanuli Selatan<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;termasuk salah satu wilayah yang paling parah bencana banjir dan longsornya.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Data BPBD Tapanuli Selatan yang dirilis&nbsp; pada Senin (1\/12\/2025) hingga pukul 00.01 WIB, mencatat 50 orang meninggal dunia, 46 orang masih hilang, serta 49 warga mengalami luka berat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Korban meninggal tersebar di sejumlah kecamatan di Tapanuli Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di Sipirok tercatat 1 orang meninggal dan 2 masih hilang, Angkola Barat 2 orang, Batangtoru 31 orang dengan 31 warga masih hilang, Angkola Sangkunur 10 orang dengan 13 masih hilang, Angkola Selatan 2 orang, dan Marancar 1 orang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain korban jiwa, jumlah pengungsi juga terus meningkat. BPBD mencatat sedikitnya 5.366 warga mengungsi karena rumah dan fasilitas umum di tempat tinggal&nbsp; mereka mengalami kerusakan berat.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Terkait hal ini, Bupati Gus Irawan Pasaribu&nbsp;<\/span><span style=\"font-weight: 400\">mengungkap awal mula upaya pihaknya dalam mencegah bencana alam sebelum banjir bandang terjadi di Batangtoru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ia mengakui, kondisi Tapanuli Selatan beberapa tahun belakangan kerap dilanda bencana.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahun lalu, tepatnya pada 24 November banjir bandang terjadi di Sipange Siunjam.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat itu banjir bandang menghanyutkan, kayu-kayu datang dari hulu dan menghabiskan desa. Ada 2 korban jiwa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Persis menjelang Natal, wilayah Tano Tombangan diterjang banjir bandang. Sama persis, banjir membawa kayu-kayu gelondongan. Berarti ada penebangan di hulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Atas bencana ini, Pemkab Tapanuli Selatan mengajukan rehabilitasi rekonstruksi.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Waktu itu, Pemkab Tapsel mengajukan Rp 28 miliar, tetapi hanya disetujui BNPB Rp 10 miliar.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebelumnya Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan&nbsp; kegeramannya lantaran Ditjen Gakkum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho menyatakan tumpukan kayu gelondongan di tengah bencana diduga berasal dari tebangan lama yang sudah lapuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dwi Januanto sempat menyebit bahwa kayu-kayu tersebut bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk penebangan legal. Kemenhut menegaskan dugaan sementara mengarah pada area Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di Areal Penggunaan Lain (APL).&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gus Irawan Pasaribu, dengan emosi menegaskan bahwa tidak benar kayu-kayu di sungai Batang Toru saat banjir bandang adalah bekas potongan yang sudah membusuk. Temuan di lapangan malah menunjukkan kondisi kayu-kayu tersebut bukanlah kayu lama atau busuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Saya enggak ada tuh lihat yang ada daunnya, dahan, enggak ada. Makanya pernyataan dari Kementerian Kehutanan bahwa itu adalah kayu-kayu yang sudah busuk, lalu kemudian karena cuaca kayu tumbang, itu perlu dicek ulang,&#8221; ujar Gus Irawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemenhut juga sempat menyebut kayu-kayu besar itu bukan hasil dari pembalakan liar, melainkan berasal dari izin legal melalui skema Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT). Namun menurutnya, justru kayu-kayu itu hasil pembalakan liar yang menjadi pemicu banjir bandang para di Tapanuli Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Diduga izin PHAT telah diselewengkan oleh pihak-pihak tertentu, sebagai pembalakan berizin,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurutnya, skema Pemegang Hak Atas Tanah atau PHAT diduga telah disalahgunakan untuk urusan pembalakan liar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Memang Kemenhut memberikan izin, izin PHAT namanya, Pengelolaan Hak Atas Tanah,&#8221; ujar dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>Sempat<\/strong> <strong>Minta<\/strong> <strong>Izin<\/strong> <strong>PHAT<\/strong> <strong>Dihentikan<\/strong><\/span><span style=\"font-weight: 400\">.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gus Irawan mengatakan, pada tanggal 14 November 2025 dirinya sempat menyurati Kemenhut. Sebab menurutnya, Kemenhut hanya menghentikan sementara izin PHAT dan kembali memulai pada Juli 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Saya senang dong, karena bagi saya ini merusak tutupan hutan. Maka saya surati bikin edaran ke seluruh camat, ke seluruh lurah, dan kades untuk tidak melayani PHAT itu,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gus Irawan menyayangkan usia penghentian PHAT hanya tiga bulan, dan kemudian Kemenhut membuka kembali izin penebangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Kami (Pemda) tidak pernah dilibatkan terkait itu. Tapi dampaknya kami yang merasakan di sini, masyarakat yang kemudian jadi korban. Jadi saya kira tolong dicek ke lapangan, jangan kasih pernyataan yang kemudian tidak sesuai dengan lapangan,&#8221; tegas Gus Irawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gus Irawan menduga kuat, izin yang diberikan Kemenhut diselewengkan, dengan cara pemberian izin di satu lokasi, kemudian penebangan juga dilakukan di daerah lainnya.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Jadi kalau sudah ada izin bukan berarti tidak ada pembalakan liar. Tolong pastikan izin yang diberikan itu dilaksanakan sesuai yang di lapangan. Nah fakta yang di lapangan yang terjadi tidak sesuai dengan izin,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><span style=\"font-weight: 400\">Gus Irawan Pasaribu berharap adanya penegakan hukum soal pembalakan hutan yang terjadi di Tapanuli Selatan. Pihaknya juga mendukung penuh Gakkum Kemenhut untuk turun langsung ke lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bupati, Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, menyampaikan bahwa kayu-kayu berukuran besar seperti yang terbawa banjir bandang belum pernah muncul selama ratusan tahun di wilayahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ia menuturkan, munculnya gelondongan kayu dalam jumlah besar ini diyakini terkait dengan keberadaan perusahaan yang membuka lahan sawit di hulu sungai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Memang kami sangat terkejut.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"line-height: 1.92;margin-top: 0.0pt;margin-bottom: 30.0pt;padding: 0.0pt 11.25pt 0.0pt 11.25pt\"><span style=\"font-size: 13.5pt;font-family: Arial, sans-serif;color: #323233;background-color: transparent;font-weight: bold;vertical-align: baseline\">&nbsp;<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Bupati Tapanuli Selatan&nbsp;(Tapsel) Gus Irawan Pasaribu&nbsp;beberapa hari lalu membongkar adanya izin penebangan hutan, satu bulan sebelum terjadinya longsor dan banjir Sumatera.&nbsp; Seperti diketahui, kabupaten Tapanuli Selatan&nbsp;termasuk salah satu wilayah yang paling parah bencana banjir dan longsornya.&nbsp; Data BPBD Tapanuli Selatan yang dirilis&nbsp; pada Senin (1\/12\/2025) hingga pukul 00.01 WIB, mencatat 50 orang meninggal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4459,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,1570,95,1569],"class_list":["post-4458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-gus-irawan-pasaribu","tag-hutan","tag-tapanuli-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4458"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4458\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}