{"id":4488,"date":"2026-07-30T00:40:22","date_gmt":"2026-07-30T00:40:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4488"},"modified":"2026-07-30T00:40:22","modified_gmt":"2026-07-30T00:40:22","slug":"cop-30-gagal-penuhi-harapan-jadi-cop-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=4488","title":{"rendered":"COP 30 Gagal Penuhi Harapan Jadi COP Rakyat"},"content":{"rendered":"<div id=\"small-sidebar\" class=\"border-t-41! md:block! lg:hidden!\">&nbsp;<\/div>\n<div id=\"page-wrapper\">\n<section id=\"topbar\" class=\"relative bg-white border-solid border-b border-gray-200 z-20\">\n<nav class=\"mx-auto flex justify-between tc-container text-black relative h-10 lg:h-12 p-0!\">\n<div id=\"topbar-dynamic-content-v2\" class=\"items-center w-auto flex flex-row-reverse max-md:min-w-10\"> <!--img1--> <\/div>\n<\/nav>\n<\/section>\n<div id=\"outer\">\n<article id=\"article\" class=\"clearfix has-desktop-magazine has-mobile-magazine\" data-id=\"270888\">\n<div class=\"wrapper\">\n<div class=\"grid-twelve large-grid-eleven\">\n<div class=\"grid-ten large-grid-nine grid-last content-body content entry-content instapaper_body inline-promos\">\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Bersamaan dengan terbenamnya matahari di langit Amazon, janji akan hadirnya &ldquo;COP rakyat&rdquo; ikut tenggelam.<\/p>\n<p>Konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim ke-30 atau COP 30, yang baru-baru ini diselenggarakan di kota Bel&eacute;m, Brasil, menghadirkan dinamika geopolitik seperti biasa. Namun, kali ini ada tambahan kejutan peristiwa banjir dan kebakaran.<\/p>\n<p>Di konferensi ini, ada ruang bagi aksi protes masyarakat adat dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski begitu, negosiasi final, sekali lagi, tetap dikuasai kepentingan industri fosil dan taktik penundaan.<\/p>\n<p>Setelah sepuluh tahun (tak) ada aksi nyata sejak&nbsp;<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/topics\/paris-agreement-23382\"><em>Paris agreement<\/em><\/a>, Brasil menjanjikan COP 30 sebagai &ldquo;<a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/d41586-025-03567-7\">COP implementasi<\/a>&rdquo;. Namun, hasilnya jauh dari itu, bahkan saat dunia mencatat pemanasan global hingga&nbsp;<a href=\"https:\/\/wmo.int\/news\/media-centre\/wmo-confirms-2024-warmest-year-record-about-155degc-above-pre-industrial-level\">1,6\u02daC<\/a>&nbsp;tahun lalu.<\/p>\n<p>Berikut lima pengamatan utama kami dalam COP tahun ini:<\/p>\n<div class=\"slot clear\" data-id=\"17\">1. <strong>Kelompok<\/strong> <strong>masyarakat<\/strong> <strong>adat<\/strong> <strong>hadir<\/strong>, <strong>tetapi<\/strong> <strong>tidak<\/strong> <strong>dilibatkan<\/strong><\/div>\n<p>Karena berlangsung di wilayah Amazon, COP 30 dipromosikan sebagai konferensi bagi mereka yang berada di garis depan krisis iklim.<\/p>\n<p>Lebih dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2025\/11\/14\/climate\/cop30-belem-indigenous-people.html\">5 ribu masyarakat adat<\/a>&nbsp;hadir, dan mereka benar-benar menyuarakan tuntutannya.<\/p>\n<p>Sayangnya, hanya 360 orang yang mendapatkan akses ke tempat negosiasi utama di &ldquo;zona biru&rdquo;. Jumlah ini sangat jauh jika bandingkan dengan akses yang dibuka untuk&nbsp;<a href=\"https:\/\/kickbigpollutersout.org\/Release-Kick-Out-The-Suits-COP30\">1.600 delegasi<\/a>&nbsp;dari industri bahan bakar fosil.<\/p>\n<p>Di ruang-ruang perundingan, semuanya berjalan seperti biasa: kelompok adat hanya berstatus sebagai pengamat, tanpa hak suara dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/earth.org\/despite-record-turnout-only-14-of-indigenous-brazilians-are-expected-to-access-decision-making-spaces-at-cop30\/\">tidak bisa menghadiri sesi-sesi tertutup<\/a>.<\/p>\n<p>Pemilihan lokasi COP 30 kali ini memang sarat simbol, tetapi logistiknya sulit. Menyelenggarakan konferensi di Amazon menghabiskan ratusan juta dolar, di wilayah yang masih kekurangan banyak fasilitas dasar.<\/p>\n<p>Ironi ketimpangan itu terlihat jelas. Misalnya ketika kamar hotel sudah penuh, pemerintah Brasil bahkan sampai menambatkan dua kapal pesiar untuk menampung delegasi. Padahal menginap di kapal pesiar menghasilkan emisi&nbsp;<a href=\"https:\/\/foe.org\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/Comparison_of_CO2_Emissions_v2-1.pdf\">delapan kali lebih besar<\/a>&nbsp;ketimbang hotel bintang lima.<\/p>\n<p>2. <strong>Kekuatan<\/strong> <strong>protes<\/strong><\/p>\n<p>COP 30 menjadi konferensi iklim PBB terbesar kedua dalam sejarah, dan yang pertama sejak&nbsp;<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/five-things-you-need-to-know-about-the-glasgow-climate-pact-171799\">COP 26 di Glasgow pada 2021<\/a>&nbsp;yang diadakan di negara yang benar-benar mengizinkan protes publik secara terbuka.<\/p>\n<p>Hal ini sangat penting. Selama dua minggu, protes terjadi setiap hari. Puncaknya adalah &ldquo;pawai rakyat&rdquo; yang dipimpin masyarakat adat.<\/p>\n<figure class=\"align-center zoomable\">\n<div class=\"placeholder-container\"> <!--img2--> <\/div>\n<div class=\"enlarge_hint\">&nbsp;<\/div><figcaption><span class=\"caption\">Para demonstran asli berhasil meraih beberapa kemenangan kecil &ndash; tetapi tidak terlibat dalam pembicaraan utama.<\/span>&nbsp;<span class=\"attribution\"><span class=\"source\">Fraga Alves \/ EPA<\/span><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"class-paragraph\">Tekanan publik yang besar ini membantu mendorong pengakuan terhadap&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.bbc.com\/news\/articles\/c1d0vekq12ro\">empat wilayah adat baru di Brasil<\/a>.<\/p>\n<p>Hal ini membuktikan bahwa ketika masyarakat sipil punya ruang bersuara, kemajuan bisa terjadi, bahkan di luar negosiasi utama mengenai emisi.<\/p>\n<p>3. <strong>Absennya AS<\/strong> <strong>menciptakan<\/strong> <strong>kekosongan<\/strong> <strong>sekaligus<\/strong> <strong>peluang<\/strong><\/p>\n<p>Pada masa jabatan pertama Donald Trump, Amerika Serikat (AS) masih mengirim delegasi, meski sedikit. Tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, AS tidak mengirim perwakilan resmi sama sekali.<\/p>\n<p>Trump baru-baru ini menyebut&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.reuters.com\/video\/watch\/idRW731723092025RP1\/\">perubahan iklim<\/a>&nbsp;sebagai &ldquo;penipuan terbesar yang pernah dilakukan dunia&rdquo;.<\/p>\n<p>Sejak Trump kembali berkuasa, AS memperlambat pengembangan energi terbarukan dan memperluas produksi minyak dan gas.<\/p>\n<p>Bahkan, bulan lalu mereka berupaya&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/environment\/2025\/oct\/17\/shipping-emissions-levy-shelved-as-countries-bow-to-us-pressure\">menggagalkan<\/a>&nbsp;rencana kerangka kerja nol emisi untuk sektor pelayaran global.<\/p>\n<p>Kemunduran ambisi AS memberi ruang bagi negara produsen minyak lain, seperti Arab Saudi, untuk semakin mengabaikan komitmen iklim mereka dan mencoba melemahkan komitmen negara lain.<\/p>\n<p>Untungnya, Cina mengambil posisi kosong itu dan menjadi salah satu suara paling lantang di konferensi. Sebagai pemasok teknologi hijau terbesar di dunia, Beijing menggunakan COP 30 untuk mempromosikan industri tenaga surya, angin, dan kendaraan listriknya, serta merangkul negara-negara yang ingin berinvestasi.<\/p>\n<p>Bagi banyak delegasi, absennya AS justru terasa melegakan. Tanpa gangguan dari AS yang sebelumnya mencoba &ldquo;mengacaukan&rdquo; negosiasi seperti yang terjadi pada perundingan sektor pelayaran, konferensi kali ini bisa lebih fokus menyelesaikan tujuan utamanya: bernegosiasi untuk menyiapkan teks dan kesepakatan yang bisa membatasi pemanasan global.<\/p>\n<p>4. &lsquo;<strong>Implementasi<\/strong>&rsquo; <strong>lewat<\/strong> <strong>kesepakatan<\/strong> <strong>samping<\/strong>, <strong>bukan<\/strong> <strong>panggung<\/strong> <strong>utama<\/strong><\/p>\n<p>Lalu apa yang benar-benar diimplementasikan dalam COP 30? Tahun ini, aksi nyata justru muncul dari komitmen sukarela, bukan dari perjanjian global yang sifatnya wajib atau mengikat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cop30.br\/en\/news-about-cop30\/brazil-pledges-to-quadruple-production-of-sustainable-fuels\"><em>Bel&eacute;m pledge<\/em><\/a>, yang didukung Jepang, India, Brasil, dan lainnya, berkomitmen melipatgandakan produksi dan pemakaian bahan bakar berkelanjutan pada 2035.<\/p>\n<p>Brasil juga meluncurkan&nbsp;<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/the-worlds-new-us-125-billion-rainforest-trust-fund-revives-a-1990s-idea-and-shows-its-limits-270238\"><em>trust fund for forests<\/em><\/a>&nbsp;(TFFF), dengan sekitar US$6 miliar (sekitar Rp99,9 triliun) dijanjikan untuk komunitas penjaga hutan hujan. Uni Eropa menyusul dengan menjanjikan pendanaan baru untuk Cekungan Kongo, hutan hujan terbesar kedua di dunia.<\/p>\n<p>Semua ini langkah penting, tetapi menunjukkan bahwa terobosan terbesar pertemuan iklim PBB sekarang justru sering terjadi di sela-sela pertemuan&mdash;bukan dalam negosiasi utama.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hasil negosiasi utama COP 30&mdash;disebut&nbsp;<a href=\"https:\/\/cop30.br\/en\/news-about-cop30\/cop30-approves-belem-package1\"><em>Bel&eacute;m package<\/em><\/a>&ndash;malah lemah dan jauh dari target Perjanjian Paris untuk menahan pemanasan global di angka 1,5&deg;C.<\/p>\n<p>Dan yang paling mencolok, istilah &ldquo;bahan bakar fosil&rdquo; bahkan tidak muncul dalam teks final. Padahal frasa tersebut menjadi inti pada kesepakatan Glasgow (2021) dan Konsensus UEA (2023), serta merupakan akar utama penyebab masalah krisis iklim.<\/p>\n<p>5. <strong>Teks<\/strong> <strong>global<\/strong> <strong>Mutir&atilde;o<\/strong>: <strong>peluang<\/strong> <strong>yang<\/strong> <strong>hilang<\/strong><\/p>\n<p>Sebenarnya ada satu peluang terobosan adalah teks Global Mutir&atilde;o, peta jalan untuk &ldquo;bertransisi keluar&rdquo; dari bahan bakar fosil. Lebih dari 80 negara mendukungnya, mulai dari anggota Uni Eropa hingga negara-negara kepulauan Pasifik yang sangat rentan.<\/p>\n<p>Tina Stege, utusan iklim untuk salah satu negara yang rentan, Kepulauan Marshall,&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/environment\/2025\/nov\/18\/more-than-80-countries-join-call-at-cop30-for-roadmap-to-phasing-out-fossil-fuels#:%7E:text=Cop30-,More%20than%2080%20countries%20at%20Cop30%20join%20call%20for%20roadmap,to%20phase%20out%20fossil%20fuels.\">mendorong para delegasi<\/a>: &ldquo;Mari dukung gagasan peta jalan penghapusan bahan bakar fosil, mari bekerja sama, dan mewujudkannya menjadi sebuah rencana.&rdquo;<\/p>\n<p>Namun oposisi dari Arab Saudi, India, dan produsen fosil besar lainnya melemahkan isi dokumen tersebut. Negosiasi molor hingga lewat batas waktu, diperparah oleh kebakaran kecil yang membuat pembahasan tertunda sehari.<\/p>\n<p>Ketika kesepakatan akhir tercapai, referensi penting tentang penghentian bahan bakar fosil hilang dari dokumen. Kolombia pun menolak karena poin tersebut tidak disertakan. Presidensi COP akhirnya menjanjikan tinjauan enam bulan sebagai bentuk kompromi.<\/p>\n<p>Hal ini sangat mengecewakan, karena dorongan untuk kemajuan awalnya tampak besar.<\/p>\n<p><strong>Jurang<\/strong> <strong>yang<\/strong> <strong>makin<\/strong> <strong>lebar<\/strong><\/p>\n<p>COP 30 berakhir sebagai konferensi iklim yang memecah belah lagi. Jurang antara negara-negara produsen minyak&mdash;terutama di Timur Tengah&mdash;dan negara lain tampaknya semakin sulit dijembatani.<\/p>\n<p>Satu-satunya hal positif adalah kekuatan gerakan masyarakat. Komunitas adat dan kelompok masyarakat sipil berhasil menyuarakan pendapat mereka, meski tidak sepenuhnya diakomodir dalam teks final.<\/p>\n<p>Tahun depan, konferensi iklim PBB akan digelar di Turki. Dengan kata lain, konferensi iklim tahunan ini akan semakin sering diadakan di negara-negara yang cenderung otoriter, di mana protes tidak diinginkan atau bahkan dilarang total.<\/p>\n<p>Para pemimpin dunia terus mengingatkan waktu kita hampir habis, tetapi negosiasi itu sendiri tampak terjebak dalam lingkaran penundaan tanpa akhir.<\/p>\n<p>Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris.&nbsp;<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"grid-ten grid-prepend-two large-grid-nine grid-last\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/article><\/div>\n<div id=\"footers\">\n<footer id=\"footer\">\n<div class=\"wrapper flex flex-col mx-auto pt-4 text-2xs md:flex-row 2xl:text-xs\">\n<div id=\"small-sidebar\" class=\"border-t-41! md:block! lg:hidden!\" style=\"background-image: initial;background-position: initial;background-size: initial;background-repeat: initial;background-attachment: initial;border-width: 46px 0px 0px;font-size: 13px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline;font-family: &#039;Noto Sans&#039;, sans-serif;height: 0px;position: absolute;top: 0px;width: 360px;z-index: 11;border-color: transparent initial initial initial;border-style: solid initial initial initial\">\n<nav id=\"small-sidebar-search-v2\" class=\"small-sidebar-transition-group\" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 12px;vertical-align: baseline;opacity: 0;position: relative;top: -50px\">\n<div id=\"placeholder\" style=\"color: #62626a\">Cari analisis, penelitian, akademisi&#8230;<\/div>\n<div>&nbsp;<\/div>\n<div class=\"absolute right-0 m-2\" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 8px;padding: 0px;vertical-align: baseline;position: absolute;right: 0px\">&nbsp;<\/div>\n<\/nav>\n<nav class=\"small-sidebar-transition-group small-sidebar-group sections-sidebar-group\" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 12px;vertical-align: baseline;opacity: 0;position: relative;top: -50px\">\n<ul style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\">\n<li class=\"home-page \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\">Home<\/a><\/li>\n<li class=\"ekonomi \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/ekonomi\">Ekonomi<\/a><\/li>\n<li class=\"isu-anak-muda \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/isu-anak-muda\">Isu Anak Muda<\/a><\/li>\n<li class=\"kesehatan \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/kesehatan\">Kesehatan<\/a><\/li>\n<li class=\"lingkungan-hidup \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"active\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em -12px;padding: 0.2em 0px 0.2em 6px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif;border-left: 6px solid #d7d7db\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/lingkungan-hidup\">Lingkungan<\/a><\/li>\n<li class=\"pendidikan \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/pendidikan\">Pendidikan&nbsp;<span style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><span style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\" title=\"and\">+<\/span>&nbsp;Budaya<\/span><\/a><\/li>\n<li class=\"politik \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/politik\">Politik&nbsp;<span style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><span style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\" title=\"and\">+<\/span>&nbsp;Masyarakat<\/span><\/a><\/li>\n<li class=\"sains \" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/sains\">Sains&nbsp;<span style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><span style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\" title=\"and\">+<\/span>&nbsp;Teknologi<\/span><\/a><\/li>\n<li class=\"podcast last\" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a class=\"\" style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/podcast\">Podcast<\/a><\/li>\n<li class=\"in-english\" style=\"background: transparent;border: 0px;margin: 5px 0px 0px;padding: 0px;vertical-align: baseline\"><a style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/in-english\">In En<\/a><a class=\"content-translations-toggle\" style=\"color: #085d91;display: block;font-size: 20px;height: 40px;line-height: 40px;position: absolute;right: 0px;text-align: center;top: -10px;width: 60px\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/cop-30-5-alasan-konferensi-iklim-pbb-gagal-menepati-janji-sebagai-cop-rakyat-270888\">rtikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa&nbsp;<\/a><a style=\"color: #085d91\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/cop30-five-reasons-the-un-climate-conference-failed-to-deliver-on-its-peoples-summit-promise-269750\">Inggr<\/a><a style=\"color: #383838;display: block;font-size: 20px;font-weight: bold;line-height: 1;margin: 0px 0px 0.8em;padding: 0.2em 0px;position: relative;font-family: Montserrat, sans-serif\" href=\"https:\/\/theconversation.com\/id\/in-english\">is<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/nav>\n<\/div><\/div>\n<\/footer>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia &#8211; Bersamaan dengan terbenamnya matahari di langit Amazon, janji akan hadirnya &ldquo;COP rakyat&rdquo; ikut tenggelam. Konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim ke-30 atau COP 30, yang baru-baru ini diselenggarakan di kota Bel&eacute;m, Brasil, menghadirkan dinamika geopolitik seperti biasa. Namun, kali ini ada tambahan kejutan peristiwa banjir dan kebakaran. Di konferensi ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":4489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1582,438],"class_list":["post-4488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-30","tag-energi-fosil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}